
Pariwisata Epistemik: Ilmu yang Tidak Lagi Mengubah Siapa Kita
“Al-‘ilm shay’ lā yuʼtīka ba’ḍahu ḥattā tu’tīyahu kullaka (Ilmu adalah sesuatu yang tidak akan memberikan sebagiannya kepadamu, kecuali kamu memberikan seluruhmu kepadanya).” —Al-Naẓẓām Al-Qurʼan, dalam sebuah frasa pendek yang menyimpan valuasi epistemologis yang sangat tinggi, merekam kategori manusia yang jauh berbeda dari, dan tidak akan dapat disamakan dengan,

Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [25]
Oleh: Bambang Q. Anees TEKS #25 KETIKA KESALAHAN DIORGANISIR وَهُمْ لَمْ يَقْتَصِرُوْا

Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [24]
Oleh: Bambang Q. Anees TEKS #24 Topeng Jualan Kaum Bersilat Lidah Luar

Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [23]
Oleh: Bambang Q. Anees TEKS #23 Ketika Orang Baik Memilih Diam Di Tengah
![Muqaddimah [5]](https://valuesinstitute.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-08-at-13.34.56-300x145.jpeg)
Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [5]
Oleh: Bambang Q. Anees Teks#5 Organisasi Itu “Makhluk Hidup”, Bukan “Mesin” Saya merenung lama sekali

Ramalan Nasidaria, AI, dan Ilusi Spiritualitas di Altar Digital
Oleh: Arip Budiman Ketika pertama kali mendapat kiriman video dari Prof. Bambang Sugiharto, saya menjadi

Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [4]
Oleh: Bambang Q. Anees Teks#4 LIMA LARANGAN, SATU PERINTAH Saya tertegun membaca teks keempat dari
![Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [3]](https://valuesinstitute.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-06-at-10.38.15-300x158.jpeg)
Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [3]
Oleh: Bambang Q. Anees TEKS# 3 Tiga Kunci, Tiga Larangan Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari ini

Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [2]
Oleh: Bambang Q. Anees TEKS #2: CO-INITIATING, LEPASKAN SERIGALA EGOMU! Hari ini mari kita baca
![Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [1]](https://valuesinstitute.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-04-at-13.37.39-300x149.jpeg)
Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [1]
Oleh: Bambang Q. Anees REPUBLIK ini punya Preambul: Pembukaan UUD 1945. Sakral sekali. Pasal-pasalnya boleh

WINTER IS COMING: SENJAKALA KALĀM DAN ILUSI RASIONALITAS TEOLOGI
Oleh: Rachmatullah Arken A Raven from Citadel: Kabar Kalām di Ujung Hari Entah berapa tahun ajaran berlalu sudah dengan mata kuliah Ilmu Kalām atau pengajaran tauhid yang saya ampu. Seharusnya seperti hari-hari yang biasa, saya tak banyak mempersoalkan tentang apapun, kecuali gundah sesaat di akhir bulan karena kosongnya rekening yang

LIGHT OUT DALAM PANDANGAN ETIKA TANGGUNG JAWAB
Oleh: Arip Budiman Masalah anak, akhir-akhir ini telah menjadi perhatian yang cukup serius dilakukan oleh pemerintah, salah satunya di Kabupaten Kuningan. Bentuk keseriusan pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap persoalan tersebut, setidaknya bisa dilihat pada lahirnya Perda nomor 15 tahun 2013, tentang penyelenggaraan perlindungan anak. Lahirnya Perda di atas, adalah sebuah tolok

MATINYA SANG PENDIDIK DI TANGAN SANG MANAJER: GUGATAN TERHADAP HEGEMONI POAC DALAM DISERTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Oleh: Saeful Anwar Pendidikan tidak mengubah dunia. Pendidikan mengubah orang-orang. Orang-oranglah yang akan mengubah dunia.—Paulo Freire Pada suatu pagi yang dingin di tahun 1899, di halaman pabrik Bethlehem Steel Company, Pennsylvania, seorang pria bernama Frederick Winslow Taylor berdiri tegak dengan sebuah stopwatch di genggamannya. Ia tidak sedang mengamati keindahan

PERJALANAN NAIK GUNUNG DALAM PANDANGAN TÖNNIES DAN DURKHEIM
Oleh: Arip Budiman Seperti biasa, saya akan memulai tulisan ini dengan perkenalan. Saya adalah orang desa yang sangat betah tinggal di pedesaan. Meski pekerjaan mengharuskan saya untuk hijrah ke kota, tapi urusan tempat tinggal, saya tetap memilih di desa. Selain karena udaranya sejuk dan asri, rumah di desa harganya masih

SESAK DI PUNCAK: MANGLAYANG DAN KEHENINGAN YANG HILANG
Oleh: Rachmatullah Arken Pagi di manglayang, pada teras sebuah villa. Di depan tampak hamparan kota. Rimbun pertokoan, jalan dan bangunan.

NASIR AL-DIN THUSI DAN JEMBATAN SEMESTA WUJUD
Oleh: Syihabul Furqon Yang ada, memang sebagaimana mustinya, Yang musti tak ada, akan mustahil.[1] FILSAFAT Islam sebagai sebuah diskursus

MENGURAI DIRI DALAM ADA BERSAMA YANG-LAIN (MITSEIN)
Oleh: Saeful Anwar Narasi eksistensi diri kerap kali dimulai dengan seruan kuno yang bersifat imperatif—Kenalilah dirimu sendiri (gnothi seauton). Namun,

KETIKA NAFAS MENGAJARKAN KITA HADIR
Oleh: Neng Hannah Pagi ini, semua anggota keluarga sudah berangkat ke sekolah dan kampus. Tinggal saya duduk di dapur yang









