Artikel Ilmiah
Idul Fitri dan Paradoks Pemaafan: Ingatan, Kerentanan, dan Kelahiran Kembali Agensi Moral

Idul Fitri dan Paradoks Pemaafan: Ingatan, Kerentanan, dan Kelahiran Kembali Agensi Moral

Oleh: Fakhri Afif Membaca Idul Fitri sebagai Ethical Event Idul Fitri sering hadir sebagai peristiwa yang terasa akrab, padahal di dalamnya tersimpan persoalan etis yang tidak sederhana. Tamu berdatangan, sandal berserakan di teras, ruang tamu penuh, anak-anak berlarian, sementara orang-orang dewasa mengulurkan tangan sambil mengucapkan, “mohon maaf lahir dan batin.”

Pojok Reflektif
Qur’an, Kant, dan Hegel: Liturgi Dostoevsky di Siberia

Qur’an, Kant, dan Hegel: Liturgi Dostoevsky di Siberia

Oleh: Rachmatullah Arken “Send me the Quran, and Kant’s “Critique of Pure Reason”, and if you happen to be sending secret mail, then be sure to send Hegel – but particularly Hegel’s “History of Philosophy.” Upon that depends my whole future.” —Surat Dostoevsky untuk saudaranya, Feb 22, 1854. Di titik

MENGGUGAT "KEWAJARAN” DI TENGAH MANIFESTO KKN

MENGGUGAT “KEWAJARAN” DI TENGAH MANIFESTO KKN

Oleh: Nurholis Sutadi* Dunia jurnalistik telah mengajarkan siapapun melihat manusia tanpa atribut. Di depan meja redaksi, pangkat dan status sosial hanyalah pelengkap data; yang utama adalah nilai informasi dan kebenaran yang dibawa. Namun, ketika prinsip ini dibawa ke realitas sosial dan sistem keuangan negara, kita akan menemukan sebuah benturan besar

AL-TARĪQ AL-WA‘R NAHW AL-NŪR (JALAN TERJAL MENUJU CAHAYA)

Oleh: Erus Effendi Aku menatap tumpukan buku di hadapanku, bukan dengan semangat, tapi dengan napas yang terasa berat. Malam ini, entah untuk keberapa kalinya, rasa lelah dan putus asa datang menyergap. Satu soal latihan yang tak kunjung kutemukan jawabannya, satu konsep yang terasa begitu rumit, membuatku merasa begitu kecil dan

CERMIN YANG TAK RETAK: TENTANG MENGAPA SAYA TIDAK BISA MENIKMATI REALISME DALAM SASTRA

CERMIN YANG TAK RETAK: TENTANG MENGAPA SAYA TIDAK BISA MENIKMATI REALISME DALAM SASTRA

Oleh: Rachmatullah Arken Dua puluh tahun yang lalu, seorang kawan, yang sampai hari ini masih menjadi pendengar setia atas cerita hidup saya, memberi kado ulang tahun yang tak perlu dirayakan itu. Sebuah buku karya Pramoedya Ananta Toer, dengan judul yang masih saya ingat dengan baik pula: Percikan Revolusi Subuh. Saya

Esei Pendek
Memoar Percakapan Pagi

MEMOAR PERCAKAPAN PAGI

Oleh: Rachmatullah Arken Percakapan dengan Sabda Ali Mifka, seorang kawan seperjuangan dari Ciromed raya 20 tahun yang lalu. A:       

Membawa Cahaya Ke Tempat Yang Gelap

MEMBAWA CAHAYA KE TEMPAT YANG GELAP

Oleh: Fadhila Sidiq Permana Memilih teman dekat yang baik untuk peningkatan kualitas hidup dan membentuk karakter kita agar lebih terpuji