
UIN ADALAH “RUMAH KITA”: REFLEKSI 20 TAHUN FST UIN BANDUNG
Oleh: Bambang Q. Anees Adakah kita masih berjalan dengan mimpi yang sama? Seseorang mungkin berkata demikian padamu setelah 20 tahun berjalan bersama. Bisa jadi Anda telah lupa pada mimpi masa lalu, lelah melewati waktu yang panjang, serta luka dan beban yang mengharuskannya berhenti bermimpi. Mungkin saja Anda masih ingat itu

ANYTHING GOES!: JALAN PANJANG PERJUANGAN
Oleh: Bambang Q. Anees “Jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali” Ini pepatah yang akhir-akhir ini

MOROSOPHY 3: BODOH ITU BERBAHAYA!
Oleh: Bambang Q. Anees Peradaban tidak pernah runtuh karena kekurangan uang atau teknologi; ia hancur

MOROSOPHY 2: BANALITAS KEBODOHAN
Oleh: Bambang Q. Anees Era modern, ummat Islam kalah dalam pelbagai aspek. Kekhalifahan Utsmaniyah yang

DEFINISI, RUANG LINGKUP DAN TUJUAN MEMPELAJARI FILSAFAT ISLAM
Oleh: Arip Budiman Pertemuan Pertama: Selayang Pandang Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, teman-teman mahasiswa sekalian, selamat menjalankan

Mengapa Perasaan Membutuhkan Navigasi?: Belajar Mencintai secara Etis Bersama Susi Ferrarello
Oleh: Fakhri Afif Etika sebagai Jantung Cinta Relasional Hari ini, kita hidup di zaman yang

MI‘RĀJ EKOLOGIS: THE BIRDS WHO FLEW BEYOND TIME
Oleh: Bambang Q. Anees Kisah Mi‘rāj benar-benar inspiratif. Setelah mengilhami Fariduddin Attar menjadi kisah burung-burung

DEKOLONIALISASI EKONOMI: EKSTRAPOLASI UGAHARI SEBAGAI SOLUSI (PART 2)
Oleh: Aldi Hidayat Celah ini kemudian ditambal oleh teori utilitas modern. Utilitas modern bertolak dari

JAVID NAMA: MI‘RĀJ IQBAL, MI‘RĀJ MODERN (Bagian II)
Oleh: Bambang Q. Anees Zinda-Rud memejamkan mata di bawah curahan air dan dalam sekejap ia

JAVID NAMA: MI‘RĀJ IQBAL, MI‘RĀJ MODERN (Bagian I)
Oleh: Bambang Q. Anees Bagaimana Mi‘rāj digambarkan oleh Filsuf Muslim Modern? Bayangkan jika Anda berada

MENUNDA KENIKMATAN SEBAGAI BENTUK KONKRET ETIKA TANGGUNG JAWAB
Oleh: Arip Budiman Pada suatu hari yang tidak sedang dalam keadaan cerah, namun hujan juga nampaknya masih terlihat malu-malu untuk turun, saya sedang membaca satu buku untuk dipersiapkan sebagai bahan presentasi di minggu berikutnya. Di tengah penjelajahan atas barisan kata-kata yang menenggelamkan kesadaran, tiba-tiba suara adzan menyadarkan saya untuk

“DUBITO ERGO, COGITO ERGO SUM” (RENE DESCARTES: DARI KERAGUAN MENUJU KEPASTIAN)
Oleh: Radea Yuli A. Hambali Ketika dunia lama sedang runtuh dan dunia baru tengah mencari pijakan, lahirlah seorang pemikir yang kemudian disebut sebagai Bapak Filsafat Modern, Rene Descartes (1596- 1650). Jika kita menelaah lebih dalam, situasi Eropa pada awal abad ke-17 memang sedang berada dalam masa transisi besar: sebuah dunia

SKIZOFRENIA UNIVERSITAS MODERN GUGATAN FRITJOF CAPRA ATAS KRISIS EPISTEMOLOGI
Oleh: Saeful Anwar Di koridor-koridor agung universitas Eropa pada pertengahan abad ke-20, seorang fisikawan muda bernama Fritjof Capra berjalan dengan kegelisahan yang bisu. Di dalam laboratorium yang hening, melalui jalinan rumus fisika kuantum, ia telah menyaksikan tarian kosmis di mana materi meluruh menjadi pola-pola probabilitas dan energi murni. Di sana,

WINTER IS COMING: SENJAKALA KALĀM DAN ILUSI RASIONALITAS TEOLOGI
Oleh: Rachmatullah Arken A Raven from Citadel: Kabar Kalām di Ujung Hari Entah berapa tahun ajaran berlalu sudah dengan mata kuliah Ilmu Kalām atau pengajaran tauhid yang saya ampu. Seharusnya seperti hari-hari yang biasa, saya tak banyak mempersoalkan tentang apapun, kecuali gundah sesaat di akhir bulan karena kosongnya rekening yang

HIEROCYBIENS: REFLEKSI TENTANG KITA YANG MENYEBERANG?
Oleh: Agung Sholihin* Kadang sebuah istilah datang bukan dari ruang belajar yang rapi, tetapi dari percikan kecil di kepala; sambil

METAFISIKA DAN BATAS CAKRAWALA
Oleh: Syihabul Furqon “…knowledge of the Total demands on man’s part totality of knowing” ~Frithjof Schuon, Survey of Metaphysics and

SESAK DI PUNCAK: MANGLAYANG DAN KEHENINGAN YANG HILANG
Oleh: Rachmatullah Arken Pagi di manglayang, pada teras sebuah villa. Di depan tampak hamparan kota. Rimbun pertokoan, jalan dan bangunan.

NASIR AL-DIN THUSI DAN JEMBATAN SEMESTA WUJUD
Oleh: Syihabul Furqon Yang ada, memang sebagaimana mustinya, Yang musti tak ada, akan mustahil.[1] FILSAFAT Islam sebagai sebuah diskursus









