Artikel Ilmiah
Pariwisata Epistemik: Ilmu yang Tidak Lagi Mengubah Siapa Kita

Pariwisata Epistemik: Ilmu yang Tidak Lagi Mengubah Siapa Kita

“Al-‘ilm shay’ lā yuʼtīka ba’ḍahu ḥattā tu’tīyahu kullaka (Ilmu adalah sesuatu yang tidak akan memberikan sebagiannya kepadamu, kecuali kamu memberikan seluruhmu kepadanya).” —Al-Naẓẓām     Al-Qurʼan, dalam sebuah frasa pendek yang menyimpan valuasi epistemologis yang sangat tinggi, merekam kategori manusia yang jauh berbeda dari, dan tidak akan dapat disamakan dengan,

Pojok Reflektif
Hafalan yang Hilang dan Ironi Pengetahuan: Membaca Kisah Para Muhaddis

HAFALAN YANG HILANG DAN IRONI PENGETAHUAN: MEMBACA KISAH PARA MUHADDIS

Oleh: M. Dede Rodliyana 19.45 WIB. Pada jarak yang terasa panjang dalam perjalanan pulang itu, entah kenapa obrolan seorang rekan terngiang. “Kita hidup di zaman yang aneh,” ucapnya. “Satu sapuan telunjuk, seluruh kabar dunia terpampang di pelupuk.” Tapi faktanya memang begitu. Google tahu lebih banyak daripada seorang Guru Besar. AI

Menunda Kenikmatan sebagai Bentuk Konkret Etika Tanggung Jawab

MENUNDA KENIKMATAN SEBAGAI BENTUK KONKRET ETIKA TANGGUNG JAWAB

Oleh: Arip Budiman   Pada suatu hari yang tidak sedang dalam keadaan cerah, namun hujan juga nampaknya masih terlihat malu-malu untuk turun, saya sedang membaca satu buku untuk dipersiapkan sebagai bahan presentasi di minggu berikutnya. Di tengah penjelajahan atas barisan kata-kata yang menenggelamkan kesadaran, tiba-tiba suara adzan menyadarkan saya untuk

“Dubito Ergo, Cogito Ergo Sum” (Rene Descartes: Dari Keraguan Menuju Kepastian)

“DUBITO ERGO, COGITO ERGO SUM” (RENE DESCARTES: DARI KERAGUAN MENUJU KEPASTIAN)

Oleh: Radea Yuli A. Hambali Ketika dunia lama sedang runtuh dan dunia baru tengah mencari pijakan, lahirlah seorang pemikir yang kemudian disebut sebagai Bapak Filsafat Modern, Rene Descartes (1596- 1650). Jika kita menelaah lebih dalam, situasi Eropa pada awal abad ke-17 memang sedang berada dalam masa transisi besar: sebuah dunia

SKIZOFRENIA UNIVERSITAS MODERN GUGATAN FRITJOF CAPRA ATAS KRISIS EPISTEMOLOGI

Oleh: Saeful Anwar Di koridor-koridor agung universitas Eropa pada pertengahan abad ke-20, seorang fisikawan muda bernama Fritjof Capra berjalan dengan kegelisahan yang bisu. Di dalam laboratorium yang hening, melalui jalinan rumus fisika kuantum, ia telah menyaksikan tarian kosmis di mana materi meluruh menjadi pola-pola probabilitas dan energi murni. Di sana,

Esei Pendek

METAFISIKA DAN BATAS CAKRAWALA

Oleh: Syihabul Furqon “…knowledge of the Total demands on man’s part totality of knowing” ~Frithjof Schuon, Survey of Metaphysics and