
Dari Ijtihād ke Sekularisasi: Apropriasi Kreatif dan Ekspansi Normatif Sumber-Sumber Taymiyyan dalam Pemikiran Nurcholish Madjid
Oleh: Fakhri Afif Hubungan intelektual antara Nurcholish Madjid dan Ibn Taymiyyah tampak, pada pandangan pertama, sebagai kasus pengaruh yang cenderung mudah ditetapkan. Madjid menulis disertasi doktoral tentang problem akal dan wahyu dalam pemikiran Ibn Taymiyyah, lalu dalam karya-karya matangnya di kemudian hari berkali-kali menjadikan tokoh Ḥanbalī itu sebagai interlocutor

Muhammad dalam Sejarah: Sebuah Perayaan untuk Bukti-bukti (Values Series on Mawlid)
Oleh: M. Rachmatullah Arken بسم الله الرحمن الرحيم Besok hari adalah 12 Rabiul Awal.

Spesifikasi Naratif atas Indeterminasi Tekstual: Membaca Sīra Nabawiyya sebagai Materi Eksegesis (Values Series on Maulid)
Oleh: Fakhri Afif Menjelang Rabiulawal, ratusan majelis maulidan di Indonesia, dan mungkin di
![Serial Hikam [1]](https://valuesinstitute.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-13-at-17.20.26-1-768x413.jpeg)
SERIAL HIKAM UNTUK ANAK GEN-Z [1]
Oleh: Bambang Q. Anees Intro: Nggak Usah “Jauh-jauh” Cari Tuhan, Dia Udah Close Banget Sama

Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [4]
Oleh: Bambang Q. Anees Teks#4 LIMA LARANGAN, SATU PERINTAH Saya tertegun membaca teks keempat dari
![Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [3]](https://valuesinstitute.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-06-at-10.38.15-300x158.jpeg)
Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [3]
Oleh: Bambang Q. Anees TEKS# 3 Tiga Kunci, Tiga Larangan Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari ini

Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [2]
Oleh: Bambang Q. Anees TEKS #2: CO-INITIATING, LEPASKAN SERIGALA EGOMU! Hari ini mari kita baca
![Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [1]](https://valuesinstitute.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-04-at-13.37.39-300x149.jpeg)
Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [1]
Oleh: Bambang Q. Anees REPUBLIK ini punya Preambul: Pembukaan UUD 1945. Sakral sekali. Pasal-pasalnya boleh

Seratus Tahun Bertengkar: Siapa yang Berhak Menentukan Kebenaran Ilmiah? (Part ~2)
Oleh: M. Rachmatullah Arken Tulisan ini adalah lanjutan dari ringkasan reflektif untuk perkuliahan Filsafat Ilmu

Seratus Tahun Bertengkar: Siapa yang Berhak Menentukan Kebenaran Ilmiah? (Part ~1)
Oleh: M. Rachmatullah Arken Tulisan ini cukup panjang dan penuh dengan berbagai istilah teknis dalam

UMBERTO ECO’S ANTILIBRARY, TUHAN, TAKDIR, DAN HAL-HAL YANG TAK TENTU
Oleh: Rachmatullah Arken You will accumulate more knowledge and more books as you grow older, and the growing number of unread books on the shelves will look at you menacingly. Indeed, the more you know, the larger the rows of unread books. Let us call this collection of unread books

HEIDEGGER, “LUPA-AKAN-ADA”, DAN GOODHART’S LAW
Oleh: Bambang Q. Anees Satu pemikiran Heidegger yang saya suka adalah “Lupa-akan-Ada”. Konsep ini rumit, tapi bisa disederhanakan. Ambil contoh saja dari pertanyaan “apa itu manusia?”. Terhadap pertanyaan ini ada banyak jawaban, “manusia adalah makhluk berpikir,” “manusia adalah makhluk sosial”, “manusia adalah serigala bagi yang lainnya”, “manusia adalah makhluk pelupa,”

JEJAK DASEIN DALAM LINGKARAN EKSEGESIS ONTOLOGIS “HERMENEUTIKA YANG SAYA PAHAMI”
Oleh: Saeful Anwar Essay saudara Arip Budiman yang berjudul “Hermeneutika yang Saya Pahami” bukan sekadar memoar intelektual seorang mahasiswa filsafat—Ia adalah sebuah testimoni fenomenologis yang murni tentang pergerakan eksistensial Dasein dalam menemukan cara beradanya di dunia (In-der-Welt-sein). Penulis, yang menarasikan dirinya sebagai subjek yang berangkat dari pinggiran—desa terpencil dan ketidaksukaan

HEIDEGGER DI ISLAM-KU: TENTANG TRADISI, DWELLING, DAN MENGAPA TUHAN YANG MENGETUK PINTU ITU PERLU
Oleh: Rachmatullah Arken Rasanya ada yang salah dalam pengajaran yang selama ini berjalan. Itu yang terpikirkan ketika dalam satu sesi pertanyaan, saya mendapati ada mahasiswa semester tiga dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang tidak hafal Rukun Iman. Saya tidak mengerti. Bukankah hal-hal ini seharusnya sudah selesai di tingkat

FILSAFAT: KEPEKAAN, KEHADIRAN DAN KEHENINGAN
Oleh: Radea Juli A. Hambali “Non scholae, sed vitae discimus.” — Seneca Mungkin saja, ada momen-momen tertentu dalam aktivitas hidup

PROLEGOMENA: TAUHID SEBAGAI METAFISIKA SEJATI, VICE VERSA
Oleh: Syihabul Furqon Qaf wa-l-Qurāni al-majîd. (Quran: 50: 1-2) /a/ KITAB PENYEMBUHAN (As-Syifa’/Sufficientia), Ibn Sina (Avicenna): Ilahiah (Metafisika), merupakan kitab

POSTMODERNISME DALAM LANSKAP AGAMA: RENUNGAN FILSAFAT, TEOLOGI DAN KEHIDUPAN KAUM BERIMAN
Oleh: Radea Juli A. Hambali Prolog Ada masa ketika manusia percaya bahwa kebenaran seumpama “menara tunggal”. Ia menjulang tinggi, berdiri

HERMENEUTIKA YANG SAYA PAHAMI
Oleh: Arip Budiman Pada Mulanya, Bacalah Sebenarnya, perkenalan saya dengan “makhluk” yang bernama hermeneutika ini sudah berlangsung cukup lama, kurang






![Serial Hikam [1]](https://valuesinstitute.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-13-at-17.20.26-1-300x161.jpeg)


