
Knowing as Existential Formation: Truth, Experimentation, and the Future Philosopher in Beyond Good and Evil
Oleh: Fakhri Afif Pertanyaan yang menggerakkan saya untuk menulis artikel ini lahir dari satu aforisme yang sering dikutip dan jarang dikaji secara ekstensif dalam implikasi epistemologisnya. Nietzsche menulis dalam §39 bahwa kekuatan roh dapat diukur dari “how much of the truth he could withstand,” lalu menambahkan bahwa ukuran

Melampaui Dekorasi dan Dogma: Merevitalisasi Agama melalui Paradigma Estetik
Oleh: Arip Budiman Hubungan antara seni dan agama merupakan persekutuan ontologis yang mengakar

Arkeologi Teror: Inversi Teologis, Mitologis, dan Filosofis dalam Lee Cronin’s The Mummy (2026)
Oleh: Fakhri Afif Dalam perkembangan horor kontemporer, kebangkitan monster klasik hanya akan

Idul Fitri dan Paradoks Pemaafan: Ingatan, Kerentanan, dan Kelahiran Kembali Agensi Moral
Oleh: Fakhri Afif Membaca Idul Fitri sebagai Ethical Event Idul Fitri sering hadir sebagai peristiwa

30 TAHUN LAGI: BAGAIMANA AI BISA MENGUBAH NASIB EKONOMI?
Oleh: Dzarin Gifarian K Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diperkirakan akan membawa perubahan besar

RES IPSA LOQUITUR: JOHN WANSBROUGH MENYOAL PARADOKS HISTORIOGRAFI ANTARA FAKTA DAN FIKSI
Oleh: Alif Jabal Kurdi Paradigma sejarah klasik tidak bisa dilepaskan dari konstruksi sejarah dan

EKSPANSI, KONTRAKSI, DAN REKONSILIASI SUBJEKTIVITAS: HERMENEUTIKA DAN KRITIK NEGARA ULAMA PASCAREVOLUSI IRAN (PART 1)
Oleh: Fakhri Afif Dari Negara Ulama ke Subjek Warga Begitu Revolusi 1979 “berhasil”, persoalan di

JILBAB SEBAGAI SISTEM SIMBOL: MEMBACA CLIFFORD GEERTZ LEWAT DANIEL L. PALS
Oleh: Arip Budiman Membaca pemikiran Cilford Geertz melalui buku Seven Theories of Religion karya Daneil

AKU TERINDEKS, MAKA AKU ADA: KRITIK ATAS DEHUMANISASI PENDIDIKAN TINGGI
Oleh: Saeful Anwar Bayangkan sebuah ruangan tanpa jendela pada pukul tiga pagi, di mana waktu

AMBIVALENSI SUBJEKTIVITAS: HERMENEUTIKA DAN DISKURSUS ISLAM REVOLUSIONER IRAN PRA-1979 (Bagian II)
Oleh: Fakhri Afif Konsep kebebasan menempel erat dengan konsep keadilan yang bagi Motahhari merupakan salah

HEIDEGGER, “LUPA-AKAN-ADA”, DAN GOODHART’S LAW
Oleh: Bambang Q. Anees Satu pemikiran Heidegger yang saya suka adalah “Lupa-akan-Ada”. Konsep ini rumit, tapi bisa disederhanakan. Ambil contoh saja dari pertanyaan “apa itu manusia?”. Terhadap pertanyaan ini ada banyak jawaban, “manusia adalah makhluk berpikir,” “manusia adalah makhluk sosial”, “manusia adalah serigala bagi yang lainnya”, “manusia adalah makhluk pelupa,”

JEJAK DASEIN DALAM LINGKARAN EKSEGESIS ONTOLOGIS “HERMENEUTIKA YANG SAYA PAHAMI”
Oleh: Saeful Anwar Essay saudara Arip Budiman yang berjudul “Hermeneutika yang Saya Pahami” bukan sekadar memoar intelektual seorang mahasiswa filsafat—Ia adalah sebuah testimoni fenomenologis yang murni tentang pergerakan eksistensial Dasein dalam menemukan cara beradanya di dunia (In-der-Welt-sein). Penulis, yang menarasikan dirinya sebagai subjek yang berangkat dari pinggiran—desa terpencil dan ketidaksukaan

HEIDEGGER DI ISLAM-KU: TENTANG TRADISI, DWELLING, DAN MENGAPA TUHAN YANG MENGETUK PINTU ITU PERLU
Oleh: Rachmatullah Arken Rasanya ada yang salah dalam pengajaran yang selama ini berjalan. Itu yang terpikirkan ketika dalam satu sesi pertanyaan, saya mendapati ada mahasiswa semester tiga dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang tidak hafal Rukun Iman. Saya tidak mengerti. Bukankah hal-hal ini seharusnya sudah selesai di tingkat

POSTMODERNISME DALAM LANSKAP AGAMA: RENUNGAN FILSAFAT, TEOLOGI DAN KEHIDUPAN KAUM BERIMAN
Oleh: Radea Juli A. Hambali Prolog Ada masa ketika manusia percaya bahwa kebenaran seumpama “menara tunggal”. Ia menjulang tinggi, berdiri

HERMENEUTIKA YANG SAYA PAHAMI
Oleh: Arip Budiman Pada Mulanya, Bacalah Sebenarnya, perkenalan saya dengan “makhluk” yang bernama hermeneutika ini sudah berlangsung cukup lama, kurang

HIKAYAT 100 PERAK: PADA SUATU KETIKA
Oleh: Rachmatullah Arken Manusia, ibarat pohon ini, semakin ia naik ke ketinggian dan menuju cahaya, semakin mantap akarnya menembus bumi,

MEKARLAH! BERANILAH MEKAR!
Oleh: Bambang Q. Anees Pada senja hari pertengahan Maret tahun 610 M, kegelapan melingkupi Mekah saat kota itu tertidur dalam









