Artikel Ilmiah
Dari Ijtihād ke Sekularisasi: Apropriasi Kreatif dan Ekspansi Normatif Sumber-Sumber Taymiyyan dalam Pemikiran Nurcholish Madjid

Dari Ijtihād ke Sekularisasi: Apropriasi Kreatif dan Ekspansi Normatif Sumber-Sumber Taymiyyan dalam Pemikiran Nurcholish Madjid

Oleh: Fakhri Afif     Hubungan intelektual antara Nurcholish Madjid dan Ibn Taymiyyah tampak, pada pandangan pertama, sebagai kasus pengaruh yang cenderung mudah ditetapkan. Madjid menulis disertasi doktoral tentang problem akal dan wahyu dalam pemikiran Ibn Taymiyyah, lalu dalam karya-karya matangnya di kemudian hari berkali-kali menjadikan tokoh Ḥanbalī itu sebagai interlocutor

Pojok Reflektif

UMBERTO ECO’S ANTILIBRARY, TUHAN, TAKDIR, DAN HAL-HAL YANG TAK TENTU

Oleh: Rachmatullah Arken You will accumulate more knowledge and more books as you grow older, and the growing number of unread books on the shelves will look at you menacingly. Indeed, the more you know, the larger the rows of unread books. Let us call this collection of unread books

HEIDEGGER, “LUPA-AKAN-ADA”, DAN GOODHART’S LAW

Oleh: Bambang Q. Anees Satu pemikiran Heidegger yang saya suka adalah “Lupa-akan-Ada”. Konsep ini rumit, tapi bisa disederhanakan. Ambil contoh saja dari pertanyaan “apa itu manusia?”. Terhadap pertanyaan ini ada banyak jawaban, “manusia adalah makhluk berpikir,” “manusia adalah makhluk sosial”, “manusia adalah serigala bagi yang lainnya”, “manusia adalah makhluk pelupa,”

JEJAK DASEIN DALAM LINGKARAN EKSEGESIS ONTOLOGIS “HERMENEUTIKA YANG SAYA PAHAMI”

Oleh: Saeful Anwar Essay saudara Arip Budiman yang berjudul “Hermeneutika yang Saya Pahami” bukan sekadar memoar intelektual seorang mahasiswa filsafat—Ia adalah sebuah testimoni fenomenologis yang murni tentang pergerakan eksistensial Dasein dalam menemukan cara beradanya di dunia (In-der-Welt-sein). Penulis, yang menarasikan dirinya sebagai subjek yang berangkat dari pinggiran—desa terpencil dan ketidaksukaan

Esei Pendek

HERMENEUTIKA YANG SAYA PAHAMI

Oleh: Arip Budiman Pada Mulanya, Bacalah Sebenarnya, perkenalan saya dengan “makhluk” yang bernama hermeneutika ini sudah berlangsung cukup lama, kurang