
Pariwisata Epistemik: Ilmu yang Tidak Lagi Mengubah Siapa Kita
“Al-‘ilm shay’ lā yuʼtīka ba’ḍahu ḥattā tu’tīyahu kullaka (Ilmu adalah sesuatu yang tidak akan memberikan sebagiannya kepadamu, kecuali kamu memberikan seluruhmu kepadanya).” —Al-Naẓẓām Al-Qurʼan, dalam sebuah frasa pendek yang menyimpan valuasi epistemologis yang sangat tinggi, merekam kategori manusia yang jauh berbeda dari, dan tidak akan dapat disamakan dengan,

Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [25]
Oleh: Bambang Q. Anees TEKS #25 KETIKA KESALAHAN DIORGANISIR وَهُمْ لَمْ يَقْتَصِرُوْا

Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [24]
Oleh: Bambang Q. Anees TEKS #24 Topeng Jualan Kaum Bersilat Lidah Luar

Serial MUQADDIMAH QĀNŪN ASĀSĪ [23]
Oleh: Bambang Q. Anees TEKS #23 Ketika Orang Baik Memilih Diam Di Tengah

Seratus Tahun Bertengkar: Siapa yang Berhak Menentukan Kebenaran Ilmiah? (Part ~2)
Oleh: M. Rachmatullah Arken Tulisan ini adalah lanjutan dari ringkasan reflektif untuk perkuliahan Filsafat Ilmu

Seratus Tahun Bertengkar: Siapa yang Berhak Menentukan Kebenaran Ilmiah? (Part ~1)
Oleh: M. Rachmatullah Arken Tulisan ini cukup panjang dan penuh dengan berbagai istilah teknis dalam

Penjara tanpa Penjaga: Kecemasan, Pengawasan, dan Runtuhnya Subjek Akademik di Indonesia
Oleh: Fakhri Afif “We increasingly resemble the sort of active people who ‘roll

UIN ADALAH “RUMAH KITA”: REFLEKSI 20 TAHUN FST UIN BANDUNG
Oleh: Bambang Q. Anees Adakah kita masih berjalan dengan mimpi yang sama? Seseorang mungkin berkata

ANYTHING GOES!: JALAN PANJANG PERJUANGAN
Oleh: Bambang Q. Anees “Jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali” Ini pepatah yang akhir-akhir ini

MOROSOPHY 3: BODOH ITU BERBAHAYA!
Oleh: Bambang Q. Anees Peradaban tidak pernah runtuh karena kekurangan uang atau teknologi; ia hancur

UMBERTO ECO’S ANTILIBRARY, TUHAN, TAKDIR, DAN HAL-HAL YANG TAK TENTU
Oleh: Rachmatullah Arken You will accumulate more knowledge and more books as you grow older, and the growing number of unread books on the shelves will look at you menacingly. Indeed, the more you know, the larger the rows of unread books. Let us call this collection of unread books

HEIDEGGER, “LUPA-AKAN-ADA”, DAN GOODHART’S LAW
Oleh: Bambang Q. Anees Satu pemikiran Heidegger yang saya suka adalah “Lupa-akan-Ada”. Konsep ini rumit, tapi bisa disederhanakan. Ambil contoh saja dari pertanyaan “apa itu manusia?”. Terhadap pertanyaan ini ada banyak jawaban, “manusia adalah makhluk berpikir,” “manusia adalah makhluk sosial”, “manusia adalah serigala bagi yang lainnya”, “manusia adalah makhluk pelupa,”

JEJAK DASEIN DALAM LINGKARAN EKSEGESIS ONTOLOGIS “HERMENEUTIKA YANG SAYA PAHAMI”
Oleh: Saeful Anwar Essay saudara Arip Budiman yang berjudul “Hermeneutika yang Saya Pahami” bukan sekadar memoar intelektual seorang mahasiswa filsafat—Ia adalah sebuah testimoni fenomenologis yang murni tentang pergerakan eksistensial Dasein dalam menemukan cara beradanya di dunia (In-der-Welt-sein). Penulis, yang menarasikan dirinya sebagai subjek yang berangkat dari pinggiran—desa terpencil dan ketidaksukaan

HEIDEGGER DI ISLAM-KU: TENTANG TRADISI, DWELLING, DAN MENGAPA TUHAN YANG MENGETUK PINTU ITU PERLU
Oleh: Rachmatullah Arken Rasanya ada yang salah dalam pengajaran yang selama ini berjalan. Itu yang terpikirkan ketika dalam satu sesi pertanyaan, saya mendapati ada mahasiswa semester tiga dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang tidak hafal Rukun Iman. Saya tidak mengerti. Bukankah hal-hal ini seharusnya sudah selesai di tingkat

FILSAFAT: KEPEKAAN, KEHADIRAN DAN KEHENINGAN
Oleh: Radea Juli A. Hambali “Non scholae, sed vitae discimus.” — Seneca Mungkin saja, ada momen-momen tertentu dalam aktivitas hidup

PROLEGOMENA: TAUHID SEBAGAI METAFISIKA SEJATI, VICE VERSA
Oleh: Syihabul Furqon Qaf wa-l-Qurāni al-majîd. (Quran: 50: 1-2) /a/ KITAB PENYEMBUHAN (As-Syifa’/Sufficientia), Ibn Sina (Avicenna): Ilahiah (Metafisika), merupakan kitab

POSTMODERNISME DALAM LANSKAP AGAMA: RENUNGAN FILSAFAT, TEOLOGI DAN KEHIDUPAN KAUM BERIMAN
Oleh: Radea Juli A. Hambali Prolog Ada masa ketika manusia percaya bahwa kebenaran seumpama “menara tunggal”. Ia menjulang tinggi, berdiri

HERMENEUTIKA YANG SAYA PAHAMI
Oleh: Arip Budiman Pada Mulanya, Bacalah Sebenarnya, perkenalan saya dengan “makhluk” yang bernama hermeneutika ini sudah berlangsung cukup lama, kurang









