
Seratus Tahun Bertengkar: Siapa yang Berhak Menentukan Kebenaran Ilmiah? (Part ~1)
Oleh: M. Rachmatullah Arken Tulisan ini cukup panjang dan penuh dengan berbagai istilah teknis dalam perkuliahan Filsafat Ilmu. Maksud awalnya memang menjadikan ini sebagai tulisan reflektif dan ringkasan atas materi perkuliahan yang saya sampaikan pada mahasiswa. Jadi, jika entah kebetulan atau dengan sadar Anda kesasar kesini, siapkan kopi dan cemilan,

Penjara tanpa Penjaga: Kecemasan, Pengawasan, dan Runtuhnya Subjek Akademik di Indonesia
Oleh: Fakhri Afif “We increasingly resemble the sort of active people who ‘roll

UIN ADALAH “RUMAH KITA”: REFLEKSI 20 TAHUN FST UIN BANDUNG
Oleh: Bambang Q. Anees Adakah kita masih berjalan dengan mimpi yang sama? Seseorang mungkin berkata

ANYTHING GOES!: JALAN PANJANG PERJUANGAN
Oleh: Bambang Q. Anees “Jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali” Ini pepatah yang akhir-akhir ini

SAYR WA SULŪK: RAJAB, MI’RAJ DAN UPAYA MENULIS SEJARAH RUHANI KITA SENDIRI (SERI MI’RAJ PART 1)
Oleh: Bambang Q. Anees Januari 2026 ini bertepatan dengan bulan Rajab, bulan istimewa karena ada

RESOLUSI AWAL TAHUN: SISIFUS TAK PERNAH MENYESAL
Oleh: Bambang Q. Anees 31 Desember 2025. Hari-hari telah lepas, 365 telah menghilang. Apakah yang

DIALOG TANPA RELATIVISME, KOMITMEN TANPA KEBENCIAN: MERENUNGKAN PLURALISME AGAMA DAN RAHMAT ILAHI YANG TAK TERBATAS
Oleh: Fakhri Afif Setiap tahun, perdebatan soal “boleh-tidaknya mengucapkan selamat Natal” muncul terutama di tengah-tengah

SEMESTA TAK BERTEPI: KOSMOLOGI AL-RĀZĪ DAN IMAJINASI SAINS MODERN ~SERI AL-RĀZĪ PART 3
Oleh: Rachmatullah Arken Prolog: Keruntuhan Semesta Aristotelian Tulisan sebelumnya (Part 2 series al-Razi) telah membawa

ISLAM SEBAGAI PROSES HERMENEUTICAL ENGAGEMENT: SEBUAH REVIEW ATAS WHAT IS ISLAM? KARYA SHAHAB AHMED
Oleh: Fakhri Afif Perdebatan diskursif tentang Islam kerap kali gagal dikarenakan sebagian besar kategori yang

SPEKTRUM MAZHAB SYIRAZI DI ATAS PANGGUNG FILSAFAT: PROLEGOMENA ATAS MISTISISME FILOSOFIS GHIATS AL-DIN MANSUR DASYTAKI
Oleh: Syihabul Furqon /Mazhab Shirazi/Syirazi/ Di antara tradisi filsafat Islam yang hidup, barangkali salah satu

HEIDEGGER, “LUPA-AKAN-ADA”, DAN GOODHART’S LAW
Oleh: Bambang Q. Anees Satu pemikiran Heidegger yang saya suka adalah “Lupa-akan-Ada”. Konsep ini rumit, tapi bisa disederhanakan. Ambil contoh saja dari pertanyaan “apa itu manusia?”. Terhadap pertanyaan ini ada banyak jawaban, “manusia adalah makhluk berpikir,” “manusia adalah makhluk sosial”, “manusia adalah serigala bagi yang lainnya”, “manusia adalah makhluk pelupa,”

JEJAK DASEIN DALAM LINGKARAN EKSEGESIS ONTOLOGIS “HERMENEUTIKA YANG SAYA PAHAMI”
Oleh: Saeful Anwar Essay saudara Arip Budiman yang berjudul “Hermeneutika yang Saya Pahami” bukan sekadar memoar intelektual seorang mahasiswa filsafat—Ia adalah sebuah testimoni fenomenologis yang murni tentang pergerakan eksistensial Dasein dalam menemukan cara beradanya di dunia (In-der-Welt-sein). Penulis, yang menarasikan dirinya sebagai subjek yang berangkat dari pinggiran—desa terpencil dan ketidaksukaan

HEIDEGGER DI ISLAM-KU: TENTANG TRADISI, DWELLING, DAN MENGAPA TUHAN YANG MENGETUK PINTU ITU PERLU
Oleh: Rachmatullah Arken Rasanya ada yang salah dalam pengajaran yang selama ini berjalan. Itu yang terpikirkan ketika dalam satu sesi pertanyaan, saya mendapati ada mahasiswa semester tiga dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang tidak hafal Rukun Iman. Saya tidak mengerti. Bukankah hal-hal ini seharusnya sudah selesai di tingkat

POSTMODERNISME DALAM LANSKAP AGAMA: RENUNGAN FILSAFAT, TEOLOGI DAN KEHIDUPAN KAUM BERIMAN
Oleh: Radea Juli A. Hambali Prolog Ada masa ketika manusia percaya bahwa kebenaran seumpama “menara tunggal”. Ia menjulang tinggi, berdiri

HERMENEUTIKA YANG SAYA PAHAMI
Oleh: Arip Budiman Pada Mulanya, Bacalah Sebenarnya, perkenalan saya dengan “makhluk” yang bernama hermeneutika ini sudah berlangsung cukup lama, kurang

HIKAYAT 100 PERAK: PADA SUATU KETIKA
Oleh: Rachmatullah Arken Manusia, ibarat pohon ini, semakin ia naik ke ketinggian dan menuju cahaya, semakin mantap akarnya menembus bumi,

MEKARLAH! BERANILAH MEKAR!
Oleh: Bambang Q. Anees Pada senja hari pertengahan Maret tahun 610 M, kegelapan melingkupi Mekah saat kota itu tertidur dalam









