Artikel Ilmiah
LOGIKA ILAHIAH QUR'AN, PUASA, DAN PENEGUHAN STATUS MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK

Logika Ilahiah Qur’an, Puasa, dan Peneguhan Status Manusia Sebagai Makhluk

Oleh: Alif Jabal Kurdi   Logika Al-Qur’an tentang Tuhan dan Makan Jika membaca al-Qur’an dengan seksama maka akan dijumpai bahwa Allah SWT. mendeklarasikan dirinya sebagai Tuhan dengan menyodorkan fakta yang terkesan sederhana yaitu perihal “makan”. Pada Q.S. al-An‘am [6]: 14, Allah SWT. berfirman: قُلْ اَغَيْرَ اللّٰهِ اَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ

Pojok Reflektif
Sejarah Lupa, Lupa Sejarah

SEJARAH LUPA, LUPA SEJARAH

Oleh: Rachmatullah Arken Sejarah sebenarnya hanyalah upaya getir manusia merawat lupa. Seperti dituturkan Wansbrough, ada suatu umat yang kian lama kian lupa. Ia membayangkan begini: Generasi pertama pergi ke hutan, menyalakan api, berdoa, dan keajaiban pun terjadi. Entah dari Tuhan atau sejenisnya. Generasi kedua menerima kebiasaan itu, mereka pergi ke

Salah Kaprah Memahami Verstehen

SALAH KAPRAH MEMAHAMI “VERSTEHEN”

Oleh: Agung Sholihin Ada satu kesalahpahaman yang kerap beredar dengan wajah percaya diri: bahwa Verstehen (baca: memahami) adalah semacam izin akademik untuk meninggalkan kebenaran objektif. Seolah-olah begitu seseorang mengucap kata itu, fakta boleh dilelehkan, data boleh dikesampingkan, dan segala sesuatu sah selama terasa “dimengerti”. Dalam logika ini, sebuah klaim tak

Hafalan yang Hilang dan Ironi Pengetahuan: Membaca Kisah Para Muhaddis

HAFALAN YANG HILANG DAN IRONI PENGETAHUAN: MEMBACA KISAH PARA MUHADDIS

Oleh: M. Dede Rodliyana 19.45 WIB. Pada jarak yang terasa panjang dalam perjalanan pulang itu, entah kenapa obrolan seorang rekan terngiang. “Kita hidup di zaman yang aneh,” ucapnya. “Satu sapuan telunjuk, seluruh kabar dunia terpampang di pelupuk.” Tapi faktanya memang begitu. Google tahu lebih banyak daripada seorang Guru Besar. AI

Menunda Kenikmatan sebagai Bentuk Konkret Etika Tanggung Jawab

MENUNDA KENIKMATAN SEBAGAI BENTUK KONKRET ETIKA TANGGUNG JAWAB

Oleh: Arip Budiman   Pada suatu hari yang tidak sedang dalam keadaan cerah, namun hujan juga nampaknya masih terlihat malu-malu untuk turun, saya sedang membaca satu buku untuk dipersiapkan sebagai bahan presentasi di minggu berikutnya. Di tengah penjelajahan atas barisan kata-kata yang menenggelamkan kesadaran, tiba-tiba suara adzan menyadarkan saya untuk

Esei Pendek