Artikel Ilmiah
Pariwisata Epistemik: Ilmu yang Tidak Lagi Mengubah Siapa Kita

Pariwisata Epistemik: Ilmu yang Tidak Lagi Mengubah Siapa Kita

“Al-‘ilm shay’ lā yuʼtīka ba’ḍahu ḥattā tu’tīyahu kullaka (Ilmu adalah sesuatu yang tidak akan memberikan sebagiannya kepadamu, kecuali kamu memberikan seluruhmu kepadanya).” —Al-Naẓẓām     Al-Qurʼan, dalam sebuah frasa pendek yang menyimpan valuasi epistemologis yang sangat tinggi, merekam kategori manusia yang jauh berbeda dari, dan tidak akan dapat disamakan dengan,

Pojok Reflektif
CERMIN YANG TAK RETAK: TENTANG MENGAPA SAYA TIDAK BISA MENIKMATI REALISME DALAM SASTRA

CERMIN YANG TAK RETAK: TENTANG MENGAPA SAYA TIDAK BISA MENIKMATI REALISME DALAM SASTRA

Oleh: Rachmatullah Arken Dua puluh tahun yang lalu, seorang kawan, yang sampai hari ini masih menjadi pendengar setia atas cerita hidup saya, memberi kado ulang tahun yang tak perlu dirayakan itu. Sebuah buku karya Pramoedya Ananta Toer, dengan judul yang masih saya ingat dengan baik pula: Percikan Revolusi Subuh. Saya

MEMBACA FENOMENA NIKAH SIRI DAN FILOSOFI REMI

MEMBACA FENOMENA NIKAH SIRI DAN FILOSOFI REMI

Oleh: Arip Budiman Beberapa minggu yang lalu publik dikejutkan dengan salah satu rekaman CCTV yang memperlihatkan adegan dewasa, dari selebritis yang sering mengaku sebagai public figure. Bahkan, tak ayal video rekaman tersebut viral, hingga isu banjir bandang, bencana kemanusiaan, dan kerusakan lingkungan pun nyaris tidak tersorot oleh media-media nasional. Semua

Sejarah Lupa, Lupa Sejarah

SEJARAH LUPA, LUPA SEJARAH

Oleh: Rachmatullah Arken Sejarah sebenarnya hanyalah upaya getir manusia merawat lupa. Seperti dituturkan Wansbrough, ada suatu umat yang kian lama kian lupa. Ia membayangkan begini: Generasi pertama pergi ke hutan, menyalakan api, berdoa, dan keajaiban pun terjadi. Entah dari Tuhan atau sejenisnya. Generasi kedua menerima kebiasaan itu, mereka pergi ke

Salah Kaprah Memahami Verstehen

SALAH KAPRAH MEMAHAMI “VERSTEHEN”

Oleh: Agung Sholihin Ada satu kesalahpahaman yang kerap beredar dengan wajah percaya diri: bahwa Verstehen (baca: memahami) adalah semacam izin akademik untuk meninggalkan kebenaran objektif. Seolah-olah begitu seseorang mengucap kata itu, fakta boleh dilelehkan, data boleh dikesampingkan, dan segala sesuatu sah selama terasa “dimengerti”. Dalam logika ini, sebuah klaim tak

Esei Pendek
Membawa Cahaya Ke Tempat Yang Gelap

MEMBAWA CAHAYA KE TEMPAT YANG GELAP

Oleh: Fadhila Sidiq Permana Memilih teman dekat yang baik untuk peningkatan kualitas hidup dan membentuk karakter kita agar lebih terpuji