
Knowing as Existential Formation: Truth, Experimentation, and the Future Philosopher in Beyond Good and Evil
Oleh: Fakhri Afif Pertanyaan yang menggerakkan saya untuk menulis artikel ini lahir dari satu aforisme yang sering dikutip dan jarang dikaji secara ekstensif dalam implikasi epistemologisnya. Nietzsche menulis dalam §39 bahwa kekuatan roh dapat diukur dari “how much of the truth he could withstand,” lalu menambahkan bahwa ukuran

Melampaui Dekorasi dan Dogma: Merevitalisasi Agama melalui Paradigma Estetik
Oleh: Arip Budiman Hubungan antara seni dan agama merupakan persekutuan ontologis yang mengakar

Arkeologi Teror: Inversi Teologis, Mitologis, dan Filosofis dalam Lee Cronin’s The Mummy (2026)
Oleh: Fakhri Afif Dalam perkembangan horor kontemporer, kebangkitan monster klasik hanya akan

Idul Fitri dan Paradoks Pemaafan: Ingatan, Kerentanan, dan Kelahiran Kembali Agensi Moral
Oleh: Fakhri Afif Membaca Idul Fitri sebagai Ethical Event Idul Fitri sering hadir sebagai peristiwa

Mengapa Perasaan Membutuhkan Navigasi?: Belajar Mencintai secara Etis Bersama Susi Ferrarello
Oleh: Fakhri Afif Etika sebagai Jantung Cinta Relasional Hari ini, kita hidup di zaman yang

MI‘RĀJ EKOLOGIS: THE BIRDS WHO FLEW BEYOND TIME
Oleh: Bambang Q. Anees Kisah Mi‘rāj benar-benar inspiratif. Setelah mengilhami Fariduddin Attar menjadi kisah burung-burung

DEKOLONIALISASI EKONOMI: EKSTRAPOLASI UGAHARI SEBAGAI SOLUSI (PART 2)
Oleh: Aldi Hidayat Celah ini kemudian ditambal oleh teori utilitas modern. Utilitas modern bertolak dari

JAVID NAMA: MI‘RĀJ IQBAL, MI‘RĀJ MODERN (Bagian II)
Oleh: Bambang Q. Anees Zinda-Rud memejamkan mata di bawah curahan air dan dalam sekejap ia

JAVID NAMA: MI‘RĀJ IQBAL, MI‘RĀJ MODERN (Bagian I)
Oleh: Bambang Q. Anees Bagaimana Mi‘rāj digambarkan oleh Filsuf Muslim Modern? Bayangkan jika Anda berada

MI’RAJ ATTAR: MENYINGKAP LAPIS-LAPIS KESADARAN DIRI (SERI MI’RAJ PART 3)
Oleh: Bambang Q. Anees “Attar berkelana melalui tujuh kota cinta, sementara kita baru saja berbelok

MEMBACA FENOMENA NIKAH SIRI DAN FILOSOFI REMI
Oleh: Arip Budiman Beberapa minggu yang lalu publik dikejutkan dengan salah satu rekaman CCTV yang memperlihatkan adegan dewasa, dari selebritis yang sering mengaku sebagai public figure. Bahkan, tak ayal video rekaman tersebut viral, hingga isu banjir bandang, bencana kemanusiaan, dan kerusakan lingkungan pun nyaris tidak tersorot oleh media-media nasional. Semua

SEJARAH LUPA, LUPA SEJARAH
Oleh: Rachmatullah Arken Sejarah sebenarnya hanyalah upaya getir manusia merawat lupa. Seperti dituturkan Wansbrough, ada suatu umat yang kian lama kian lupa. Ia membayangkan begini: Generasi pertama pergi ke hutan, menyalakan api, berdoa, dan keajaiban pun terjadi. Entah dari Tuhan atau sejenisnya. Generasi kedua menerima kebiasaan itu, mereka pergi ke

SALAH KAPRAH MEMAHAMI “VERSTEHEN”
Oleh: Agung Sholihin Ada satu kesalahpahaman yang kerap beredar dengan wajah percaya diri: bahwa Verstehen (baca: memahami) adalah semacam izin akademik untuk meninggalkan kebenaran objektif. Seolah-olah begitu seseorang mengucap kata itu, fakta boleh dilelehkan, data boleh dikesampingkan, dan segala sesuatu sah selama terasa “dimengerti”. Dalam logika ini, sebuah klaim tak

HAFALAN YANG HILANG DAN IRONI PENGETAHUAN: MEMBACA KISAH PARA MUHADDIS
Oleh: M. Dede Rodliyana 19.45 WIB. Pada jarak yang terasa panjang dalam perjalanan pulang itu, entah kenapa obrolan seorang rekan terngiang. “Kita hidup di zaman yang aneh,” ucapnya. “Satu sapuan telunjuk, seluruh kabar dunia terpampang di pelupuk.” Tapi faktanya memang begitu. Google tahu lebih banyak daripada seorang Guru Besar. AI

PENGANTAR KE “KEBUTUHAN AKAN SAINS SAKRAL” SEYYED HOSSEIN NASR
Oleh: Syihabul Furqon SAINS SAKRAL—Scientia Sacra—tak syak lagi merupakan perwakilan paling vokal saat ini dalam mengedepankan dimensi sapiensial manusia yang

FILSAFAT ABADI: PROLEGOMENA ATAS KRISIS DUNIA MODERN
Oleh: Syihabul Furqon /1/ KRISIS DUNIA MODERN (The Crises of The Modern World), merupakan buku yang telah menjadi klasik dalam

KETIKA PENDIDIKAN TIDAK LAGI MENEMUKAN NILAI FILOSOFISNYA
Oleh: R. Ahla Firdausi “Lalu apa yang dimaksud dengan pendidikan? Dan bagaimana seharusnya kita mendidk?” pertanyaan ini hingga sekarang belum

BELAJAR UNTUK DINAMIS DAN BERADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN
Oleh: Fadhila Sidiq Permana Sikap apatis yang cenderung menolak perubahan biasanya berangkat dari upaya mempertahankan tradisi dan upaya membentengi diri







