
Logika Ilahiah Qur’an, Puasa, dan Peneguhan Status Manusia Sebagai Makhluk
Oleh: Alif Jabal Kurdi Logika Al-Qur’an tentang Tuhan dan Makan Jika membaca al-Qur’an dengan seksama maka akan dijumpai bahwa Allah SWT. mendeklarasikan dirinya sebagai Tuhan dengan menyodorkan fakta yang terkesan sederhana yaitu perihal “makan”. Pada Q.S. al-An‘am [6]: 14, Allah SWT. berfirman: قُلْ اَغَيْرَ اللّٰهِ اَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ

FILSAFAT ISLAM DI TENGAH ALIRAN-ALIRAN PEMIKIRAN ISLAM
Oleh: Arip Budiman Dinamika Filsafat dalam Aliran Pemikiran Islam Hari ini adalah pertemuan ketiga, setelah

SEJARAH KEMUNCULAN DAN PERKEMBANGAN FILSAFAT ISLAM
Oleh: Arip Budiman Mengapa Sejarah Penting? Pada pertemuan yang lalu, kita telah mengulas mengenai definisi,

DEFINISI, RUANG LINGKUP DAN TUJUAN MEMPELAJARI FILSAFAT ISLAM
Oleh: Arip Budiman Pertemuan Pertama: Selayang Pandang Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, teman-teman mahasiswa sekalian, selamat menjalankan

DEKOLONIALISASI EKONOMI: EKSTRAPOLASI UGAHARI SEBAGAI SOLUSI (PART 1)
Oleh: Aldi Hidayat Pembeli Adalah Raja: Slogan Kedaluwarsa Dapatkah Anda bayangkan pembeli tidak lagi memiliki

Asbāb Al-Nuzūl: Latar Historis yang Mendeterminasi Makna
Oleh: Alif Jabal Kurdi Referensi induk dalam studi ‘Ulūm al-Qur’ān umumnya memiliki argumentasi yang sama

MI’RĀJ BURUNG: YANG TERPERANGKAP, TERBANGLAH! (SERI MI’RAJ PART 2)
Oleh: Bambang Q. Anees Hidup terasa seperti ditelikung, tak bisa apa-apa, hanya berputar-putar di ruang

SAYR WA SULŪK: RAJAB, MI’RAJ DAN UPAYA MENULIS SEJARAH RUHANI KITA SENDIRI (SERI MI’RAJ PART 1)
Oleh: Bambang Q. Anees Januari 2026 ini bertepatan dengan bulan Rajab, bulan istimewa karena ada

RESOLUSI AWAL TAHUN: SISIFUS TAK PERNAH MENYESAL
Oleh: Bambang Q. Anees 31 Desember 2025. Hari-hari telah lepas, 365 telah menghilang. Apakah yang

DIALOG TANPA RELATIVISME, KOMITMEN TANPA KEBENCIAN: MERENUNGKAN PLURALISME AGAMA DAN RAHMAT ILAHI YANG TAK TERBATAS
Oleh: Fakhri Afif Setiap tahun, perdebatan soal “boleh-tidaknya mengucapkan selamat Natal” muncul terutama di tengah-tengah

SEJARAH LUPA, LUPA SEJARAH
Oleh: Rachmatullah Arken Sejarah sebenarnya hanyalah upaya getir manusia merawat lupa. Seperti dituturkan Wansbrough, ada suatu umat yang kian lama kian lupa. Ia membayangkan begini: Generasi pertama pergi ke hutan, menyalakan api, berdoa, dan keajaiban pun terjadi. Entah dari Tuhan atau sejenisnya. Generasi kedua menerima kebiasaan itu, mereka pergi ke

SALAH KAPRAH MEMAHAMI “VERSTEHEN”
Oleh: Agung Sholihin Ada satu kesalahpahaman yang kerap beredar dengan wajah percaya diri: bahwa Verstehen (baca: memahami) adalah semacam izin akademik untuk meninggalkan kebenaran objektif. Seolah-olah begitu seseorang mengucap kata itu, fakta boleh dilelehkan, data boleh dikesampingkan, dan segala sesuatu sah selama terasa “dimengerti”. Dalam logika ini, sebuah klaim tak

HAFALAN YANG HILANG DAN IRONI PENGETAHUAN: MEMBACA KISAH PARA MUHADDIS
Oleh: M. Dede Rodliyana 19.45 WIB. Pada jarak yang terasa panjang dalam perjalanan pulang itu, entah kenapa obrolan seorang rekan terngiang. “Kita hidup di zaman yang aneh,” ucapnya. “Satu sapuan telunjuk, seluruh kabar dunia terpampang di pelupuk.” Tapi faktanya memang begitu. Google tahu lebih banyak daripada seorang Guru Besar. AI

MENUNDA KENIKMATAN SEBAGAI BENTUK KONKRET ETIKA TANGGUNG JAWAB
Oleh: Arip Budiman Pada suatu hari yang tidak sedang dalam keadaan cerah, namun hujan juga nampaknya masih terlihat malu-malu untuk turun, saya sedang membaca satu buku untuk dipersiapkan sebagai bahan presentasi di minggu berikutnya. Di tengah penjelajahan atas barisan kata-kata yang menenggelamkan kesadaran, tiba-tiba suara adzan menyadarkan saya untuk

PENGANTAR KE “KEBUTUHAN AKAN SAINS SAKRAL” SEYYED HOSSEIN NASR
Oleh: Syihabul Furqon SAINS SAKRAL—Scientia Sacra—tak syak lagi merupakan perwakilan paling vokal saat ini dalam mengedepankan dimensi sapiensial manusia yang

FILSAFAT ABADI: PROLEGOMENA ATAS KRISIS DUNIA MODERN
Oleh: Syihabul Furqon /1/ KRISIS DUNIA MODERN (The Crises of The Modern World), merupakan buku yang telah menjadi klasik dalam

KETIKA PENDIDIKAN TIDAK LAGI MENEMUKAN NILAI FILOSOFISNYA
Oleh: R. Ahla Firdausi “Lalu apa yang dimaksud dengan pendidikan? Dan bagaimana seharusnya kita mendidk?” pertanyaan ini hingga sekarang belum

BELAJAR UNTUK DINAMIS DAN BERADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN
Oleh: Fadhila Sidiq Permana Sikap apatis yang cenderung menolak perubahan biasanya berangkat dari upaya mempertahankan tradisi dan upaya membentengi diri







