
Idul Fitri dan Paradoks Pemaafan: Ingatan, Kerentanan, dan Kelahiran Kembali Agensi Moral
Oleh: Fakhri Afif Membaca Idul Fitri sebagai Ethical Event Idul Fitri sering hadir sebagai peristiwa yang terasa akrab, padahal di dalamnya tersimpan persoalan etis yang tidak sederhana. Tamu berdatangan, sandal berserakan di teras, ruang tamu penuh, anak-anak berlarian, sementara orang-orang dewasa mengulurkan tangan sambil mengucapkan, “mohon maaf lahir dan batin.”

MENGENANG ALI LARIJANI: SEORANG FILSUF DEKOLONIAL (BAGIAN 1)
Oleh: Bambang Q-Anees Ali Larijani bukanlah Homo Sacer (Silakan klik di sini untuk memahami istilah

Harapan Setelah Idul Fitri: Menolak Menjadi Homo Sacer dan Manusia Kedaluwarsa
Oleh: Bambang Q-Anees Takbir Setelah Kemenangan Setelah bergembira menyambut kemenangan Idul Fitri, kita kembali berhadapan

Logika Ilahiah Qur’an, Puasa, dan Peneguhan Status Manusia Sebagai Makhluk
Oleh: Alif Jabal Kurdi Logika Al-Qur’an tentang Tuhan dan Makan Jika membaca al-Qur’an dengan

SAYR WA SULŪK: RAJAB, MI’RAJ DAN UPAYA MENULIS SEJARAH RUHANI KITA SENDIRI (SERI MI’RAJ PART 1)
Oleh: Bambang Q. Anees Januari 2026 ini bertepatan dengan bulan Rajab, bulan istimewa karena ada

RESOLUSI AWAL TAHUN: SISIFUS TAK PERNAH MENYESAL
Oleh: Bambang Q. Anees 31 Desember 2025. Hari-hari telah lepas, 365 telah menghilang. Apakah yang

DIALOG TANPA RELATIVISME, KOMITMEN TANPA KEBENCIAN: MERENUNGKAN PLURALISME AGAMA DAN RAHMAT ILAHI YANG TAK TERBATAS
Oleh: Fakhri Afif Setiap tahun, perdebatan soal “boleh-tidaknya mengucapkan selamat Natal” muncul terutama di tengah-tengah

SEMESTA TAK BERTEPI: KOSMOLOGI AL-RĀZĪ DAN IMAJINASI SAINS MODERN ~SERI AL-RĀZĪ PART 3
Oleh: Rachmatullah Arken Prolog: Keruntuhan Semesta Aristotelian Tulisan sebelumnya (Part 2 series al-Razi) telah membawa

ISLAM SEBAGAI PROSES HERMENEUTICAL ENGAGEMENT: SEBUAH REVIEW ATAS WHAT IS ISLAM? KARYA SHAHAB AHMED
Oleh: Fakhri Afif Perdebatan diskursif tentang Islam kerap kali gagal dikarenakan sebagian besar kategori yang

SPEKTRUM MAZHAB SYIRAZI DI ATAS PANGGUNG FILSAFAT: PROLEGOMENA ATAS MISTISISME FILOSOFIS GHIATS AL-DIN MANSUR DASYTAKI
Oleh: Syihabul Furqon /Mazhab Shirazi/Syirazi/ Di antara tradisi filsafat Islam yang hidup, barangkali salah satu

MENUNDA KENIKMATAN SEBAGAI BENTUK KONKRET ETIKA TANGGUNG JAWAB
Oleh: Arip Budiman Pada suatu hari yang tidak sedang dalam keadaan cerah, namun hujan juga nampaknya masih terlihat malu-malu untuk turun, saya sedang membaca satu buku untuk dipersiapkan sebagai bahan presentasi di minggu berikutnya. Di tengah penjelajahan atas barisan kata-kata yang menenggelamkan kesadaran, tiba-tiba suara adzan menyadarkan saya untuk

“DUBITO ERGO, COGITO ERGO SUM” (RENE DESCARTES: DARI KERAGUAN MENUJU KEPASTIAN)
Oleh: Radea Yuli A. Hambali Ketika dunia lama sedang runtuh dan dunia baru tengah mencari pijakan, lahirlah seorang pemikir yang kemudian disebut sebagai Bapak Filsafat Modern, Rene Descartes (1596- 1650). Jika kita menelaah lebih dalam, situasi Eropa pada awal abad ke-17 memang sedang berada dalam masa transisi besar: sebuah dunia

SKIZOFRENIA UNIVERSITAS MODERN GUGATAN FRITJOF CAPRA ATAS KRISIS EPISTEMOLOGI
Oleh: Saeful Anwar Di koridor-koridor agung universitas Eropa pada pertengahan abad ke-20, seorang fisikawan muda bernama Fritjof Capra berjalan dengan kegelisahan yang bisu. Di dalam laboratorium yang hening, melalui jalinan rumus fisika kuantum, ia telah menyaksikan tarian kosmis di mana materi meluruh menjadi pola-pola probabilitas dan energi murni. Di sana,

WINTER IS COMING: SENJAKALA KALĀM DAN ILUSI RASIONALITAS TEOLOGI
Oleh: Rachmatullah Arken A Raven from Citadel: Kabar Kalām di Ujung Hari Entah berapa tahun ajaran berlalu sudah dengan mata kuliah Ilmu Kalām atau pengajaran tauhid yang saya ampu. Seharusnya seperti hari-hari yang biasa, saya tak banyak mempersoalkan tentang apapun, kecuali gundah sesaat di akhir bulan karena kosongnya rekening yang

HIEROCYBIENS: REFLEKSI TENTANG KITA YANG MENYEBERANG?
Oleh: Agung Sholihin* Kadang sebuah istilah datang bukan dari ruang belajar yang rapi, tetapi dari percikan kecil di kepala; sambil

METAFISIKA DAN BATAS CAKRAWALA
Oleh: Syihabul Furqon “…knowledge of the Total demands on man’s part totality of knowing” ~Frithjof Schuon, Survey of Metaphysics and

SESAK DI PUNCAK: MANGLAYANG DAN KEHENINGAN YANG HILANG
Oleh: Rachmatullah Arken Pagi di manglayang, pada teras sebuah villa. Di depan tampak hamparan kota. Rimbun pertokoan, jalan dan bangunan.

NASIR AL-DIN THUSI DAN JEMBATAN SEMESTA WUJUD
Oleh: Syihabul Furqon Yang ada, memang sebagaimana mustinya, Yang musti tak ada, akan mustahil.[1] FILSAFAT Islam sebagai sebuah diskursus









