Artikel Ilmiah
Idul Fitri dan Paradoks Pemaafan: Ingatan, Kerentanan, dan Kelahiran Kembali Agensi Moral

Idul Fitri dan Paradoks Pemaafan: Ingatan, Kerentanan, dan Kelahiran Kembali Agensi Moral

Oleh: Fakhri Afif Membaca Idul Fitri sebagai Ethical Event Idul Fitri sering hadir sebagai peristiwa yang terasa akrab, padahal di dalamnya tersimpan persoalan etis yang tidak sederhana. Tamu berdatangan, sandal berserakan di teras, ruang tamu penuh, anak-anak berlarian, sementara orang-orang dewasa mengulurkan tangan sambil mengucapkan, “mohon maaf lahir dan batin.”

Pojok Reflektif
MEMBACA FENOMENA NIKAH SIRI DAN FILOSOFI REMI

MEMBACA FENOMENA NIKAH SIRI DAN FILOSOFI REMI

Oleh: Arip Budiman Beberapa minggu yang lalu publik dikejutkan dengan salah satu rekaman CCTV yang memperlihatkan adegan dewasa, dari selebritis yang sering mengaku sebagai public figure. Bahkan, tak ayal video rekaman tersebut viral, hingga isu banjir bandang, bencana kemanusiaan, dan kerusakan lingkungan pun nyaris tidak tersorot oleh media-media nasional. Semua

Sejarah Lupa, Lupa Sejarah

SEJARAH LUPA, LUPA SEJARAH

Oleh: Rachmatullah Arken Sejarah sebenarnya hanyalah upaya getir manusia merawat lupa. Seperti dituturkan Wansbrough, ada suatu umat yang kian lama kian lupa. Ia membayangkan begini: Generasi pertama pergi ke hutan, menyalakan api, berdoa, dan keajaiban pun terjadi. Entah dari Tuhan atau sejenisnya. Generasi kedua menerima kebiasaan itu, mereka pergi ke

Salah Kaprah Memahami Verstehen

SALAH KAPRAH MEMAHAMI “VERSTEHEN”

Oleh: Agung Sholihin Ada satu kesalahpahaman yang kerap beredar dengan wajah percaya diri: bahwa Verstehen (baca: memahami) adalah semacam izin akademik untuk meninggalkan kebenaran objektif. Seolah-olah begitu seseorang mengucap kata itu, fakta boleh dilelehkan, data boleh dikesampingkan, dan segala sesuatu sah selama terasa “dimengerti”. Dalam logika ini, sebuah klaim tak

Hafalan yang Hilang dan Ironi Pengetahuan: Membaca Kisah Para Muhaddis

HAFALAN YANG HILANG DAN IRONI PENGETAHUAN: MEMBACA KISAH PARA MUHADDIS

Oleh: M. Dede Rodliyana 19.45 WIB. Pada jarak yang terasa panjang dalam perjalanan pulang itu, entah kenapa obrolan seorang rekan terngiang. “Kita hidup di zaman yang aneh,” ucapnya. “Satu sapuan telunjuk, seluruh kabar dunia terpampang di pelupuk.” Tapi faktanya memang begitu. Google tahu lebih banyak daripada seorang Guru Besar. AI

Esei Pendek