
Idul Fitri dan Paradoks Pemaafan: Ingatan, Kerentanan, dan Kelahiran Kembali Agensi Moral
Oleh: Fakhri Afif Membaca Idul Fitri sebagai Ethical Event Idul Fitri sering hadir sebagai peristiwa yang terasa akrab, padahal di dalamnya tersimpan persoalan etis yang tidak sederhana. Tamu berdatangan, sandal berserakan di teras, ruang tamu penuh, anak-anak berlarian, sementara orang-orang dewasa mengulurkan tangan sambil mengucapkan, “mohon maaf lahir dan batin.”

MENGENANG ALI LARIJANI: SEORANG FILSUF DEKOLONIAL (BAGIAN 1)
Oleh: Bambang Q-Anees Ali Larijani bukanlah Homo Sacer (Silakan klik di sini untuk memahami istilah

Harapan Setelah Idul Fitri: Menolak Menjadi Homo Sacer dan Manusia Kedaluwarsa
Oleh: Bambang Q-Anees Takbir Setelah Kemenangan Setelah bergembira menyambut kemenangan Idul Fitri, kita kembali berhadapan

Logika Ilahiah Qur’an, Puasa, dan Peneguhan Status Manusia Sebagai Makhluk
Oleh: Alif Jabal Kurdi Logika Al-Qur’an tentang Tuhan dan Makan Jika membaca al-Qur’an dengan

JAVID NAMA: MI‘RĀJ IQBAL, MI‘RĀJ MODERN (Bagian II)
Oleh: Bambang Q. Anees Zinda-Rud memejamkan mata di bawah curahan air dan dalam sekejap ia

JAVID NAMA: MI‘RĀJ IQBAL, MI‘RĀJ MODERN (Bagian I)
Oleh: Bambang Q. Anees Bagaimana Mi‘rāj digambarkan oleh Filsuf Muslim Modern? Bayangkan jika Anda berada

MI’RAJ ATTAR: MENYINGKAP LAPIS-LAPIS KESADARAN DIRI (SERI MI’RAJ PART 3)
Oleh: Bambang Q. Anees “Attar berkelana melalui tujuh kota cinta, sementara kita baru saja berbelok

DEKOLONIALISASI EKONOMI: EKSTRAPOLASI UGAHARI SEBAGAI SOLUSI (PART 1)
Oleh: Aldi Hidayat Pembeli Adalah Raja: Slogan Kedaluwarsa Dapatkah Anda bayangkan pembeli tidak lagi memiliki

Asbāb Al-Nuzūl: Latar Historis yang Mendeterminasi Makna
Oleh: Alif Jabal Kurdi Referensi induk dalam studi ‘Ulūm al-Qur’ān umumnya memiliki argumentasi yang sama

MI’RĀJ BURUNG: YANG TERPERANGKAP, TERBANGLAH! (SERI MI’RAJ PART 2)
Oleh: Bambang Q. Anees Hidup terasa seperti ditelikung, tak bisa apa-apa, hanya berputar-putar di ruang

MEMBACA FENOMENA NIKAH SIRI DAN FILOSOFI REMI
Oleh: Arip Budiman Beberapa minggu yang lalu publik dikejutkan dengan salah satu rekaman CCTV yang memperlihatkan adegan dewasa, dari selebritis yang sering mengaku sebagai public figure. Bahkan, tak ayal video rekaman tersebut viral, hingga isu banjir bandang, bencana kemanusiaan, dan kerusakan lingkungan pun nyaris tidak tersorot oleh media-media nasional. Semua

SEJARAH LUPA, LUPA SEJARAH
Oleh: Rachmatullah Arken Sejarah sebenarnya hanyalah upaya getir manusia merawat lupa. Seperti dituturkan Wansbrough, ada suatu umat yang kian lama kian lupa. Ia membayangkan begini: Generasi pertama pergi ke hutan, menyalakan api, berdoa, dan keajaiban pun terjadi. Entah dari Tuhan atau sejenisnya. Generasi kedua menerima kebiasaan itu, mereka pergi ke

SALAH KAPRAH MEMAHAMI “VERSTEHEN”
Oleh: Agung Sholihin Ada satu kesalahpahaman yang kerap beredar dengan wajah percaya diri: bahwa Verstehen (baca: memahami) adalah semacam izin akademik untuk meninggalkan kebenaran objektif. Seolah-olah begitu seseorang mengucap kata itu, fakta boleh dilelehkan, data boleh dikesampingkan, dan segala sesuatu sah selama terasa “dimengerti”. Dalam logika ini, sebuah klaim tak

HAFALAN YANG HILANG DAN IRONI PENGETAHUAN: MEMBACA KISAH PARA MUHADDIS
Oleh: M. Dede Rodliyana 19.45 WIB. Pada jarak yang terasa panjang dalam perjalanan pulang itu, entah kenapa obrolan seorang rekan terngiang. “Kita hidup di zaman yang aneh,” ucapnya. “Satu sapuan telunjuk, seluruh kabar dunia terpampang di pelupuk.” Tapi faktanya memang begitu. Google tahu lebih banyak daripada seorang Guru Besar. AI

PENGANTAR KE “KEBUTUHAN AKAN SAINS SAKRAL” SEYYED HOSSEIN NASR
Oleh: Syihabul Furqon SAINS SAKRAL—Scientia Sacra—tak syak lagi merupakan perwakilan paling vokal saat ini dalam mengedepankan dimensi sapiensial manusia yang

FILSAFAT ABADI: PROLEGOMENA ATAS KRISIS DUNIA MODERN
Oleh: Syihabul Furqon /1/ KRISIS DUNIA MODERN (The Crises of The Modern World), merupakan buku yang telah menjadi klasik dalam

KETIKA PENDIDIKAN TIDAK LAGI MENEMUKAN NILAI FILOSOFISNYA
Oleh: R. Ahla Firdausi “Lalu apa yang dimaksud dengan pendidikan? Dan bagaimana seharusnya kita mendidk?” pertanyaan ini hingga sekarang belum

BELAJAR UNTUK DINAMIS DAN BERADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN
Oleh: Fadhila Sidiq Permana Sikap apatis yang cenderung menolak perubahan biasanya berangkat dari upaya mempertahankan tradisi dan upaya membentengi diri







