MEMBAWA CAHAYA KE TEMPAT YANG GELAP

Oleh: Fadhila Sidiq Permana

Membawa Cahaya Ke Tempat Yang Gelap

Memilih teman dekat yang baik untuk peningkatan kualitas hidup dan membentuk karakter kita agar lebih terpuji sangat baik dan merupakan hal primer yang harus dilakukan oleh setiap manusia. Hal ini seperti yang pernah dikatakan oleh Ibnu Athoillah seorang sufi besar:

لا تصحب من لا ينهضك حاله ولا يدلك إلى الله مقاله

 

“Janganlah engkau berteman dekat dengan orang yang sikapnya tidak membuatmu bangkit dan ucapan-ucapannya tidak memberimu petunjuk kepada Tuhan.”

 

Pernyataan Ibnu Athoillah tersebut memiliki alasan yang kuat, karena pengaruh teman dekat sangat berdampak. Sikap, cara pandang, dan kepribadian orang terdekat akan mempengaruhi cara pandang, sikap, dan kepribadian orang yang ada di dekatnya. Pengaruh teman dekat kadang juga lebih kuat dari pengaruh guru dan orang tua terhadap pembentukan karakter dan mindset seseorang.

Namun dalam konteks lain, ketika kita sudah memiliki pengetahuan dan kapasitas yang cukup mumpuni, kita juga dituntut untuk memberi dampak positif kepada orang lain. Karena dalam sebuah hadits juga diterangkan bahwa, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Maulana Rumi pernah menyampaikan ungkapan yang menarik dan relevan untuk menghadapi berbagai ketimpangan yang ada, ungkapan tersebut mengatakan:

إن الشريعة كالشمعة توفر لنا نورا لا يقدر بثمن، لكن يجب ألا ننسى أن الشمعة تساعدنا على الإنتقال من مكان إلى أخر فى الظلام. وإذا نسينا إلى أين نحن ذاهبون وركزنا على الشمعة، فما النفع من ذلك؟

 

“Syariat agama itu seperti lilin, ia memberikan cahaya untuk kita yang tak terhitung jumlahnya. Akan tetapi jangan sampai kita lupa bahwa lilin sejatinya mendorong kita untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain yang diliputi kegelapan. Lalu ketika kita lupa kemana arah tujuan hidup kita dan kita cuma terpaku pada lilin tersebut, maka apa manfaat dari hal tersebut?”

 

Berkaca dari ungkapan maulana Rumi tersebut, kita mendapatkan pemahaman bahwa hilirisasi, pemerataan, distribusi, dan implementasi ilmu agama itu sangatlah penting untuk menghadapi berbagai problematika dan ketimpangan sosial yang ada. Hal ini menjadi sangat penting, karena masih banyak kalangan yang kekurangan akses, minim informasi, dan membutuhkan metode-metode baru yang memberi kemudahan bagi mereka. []

WhatsApp
Facebook
Email
Print