# Values Institute > Concrete your vision with publication ## Posts - [Idul Fitri dan Paradoks Pemaafan: Ingatan, Kerentanan, dan Kelahiran Kembali Agensi Moral](https://valuesinstitute.id/idul-fitri-dan-paradoks-pemaafan-ingatan-kerentanan-dan-kelahiran-kembali-agensi-moral/): Oleh: Fakhri Afif Membaca Idul Fitri sebagai Ethical Event Idul Fitri sering hadir sebagai peristiwa yang terasa akrab, padahal di dalamnya tersimpan persoalan etis yang tidak sederhana. Tamu berdatangan, sandal berserakan di teras, ruang tamu penuh, anak-anak berlarian, sementara orang-orang dewasa mengulurkan tangan sambil mengucapkan, “mohon maaf lahir dan batin.” Di sana ada mata yang berkaca-kaca, senyum yang tulus, dan kadang senyum yang bekerja keras agar tampak tulus. Namun, setelah  saya renungkan, dalam fenomena yang tampak biasa itu sebetulnya tersimpan persoalan ingatan, luka, relasi, dan kemungkinan memperbaiki hidup bersama. Karena itu, Idul Fitri lebih dari sebatas seremoni sosial; ia adalah […] - [Qur’an, Kant, dan Hegel: Liturgi Dostoevsky di Siberia](https://valuesinstitute.id/quran-kant-dan-hegel-liturgi-dostoevsky-di-siberia/): Oleh: Rachmatullah Arken “Send me the Quran, and Kant’s “Critique of Pure Reason”, and if you happen to be sending secret mail, then be sure to send Hegel – but particularly Hegel’s “History of Philosophy.” Upon that depends my whole future.” —Surat Dostoevsky untuk saudaranya, Feb 22, 1854. Di titik nol garis bujur Omsk, di ruang ketika udara membeku sebelum sempat menjadi nafas, saya membayangkan Fyodor Mikhailovich Dostoevsky berdiri layaknya sebatang besi yang menolak lapuk. Tubuhnya serupa mayat tapi tak membusuk. Empat tahun ia habiskan dalam penjara. Orang hanya mengenalinya sebagai angka. Tapi Dostoevsky menolak mengkhianati kesadarannya. Ia tak ingin […] - [MENGENANG ALI LARIJANI: SEORANG FILSUF DEKOLONIAL (BAGIAN 1)](https://valuesinstitute.id/mengenang-ali-larijani-bagian-1/): Oleh: Bambang Q-Anees Ali Larijani bukanlah Homo Sacer (Silakan klik di sini untuk memahami istilah tersebut). Seperti semua rakyat sipil yang menjadi korban di dua pihak, Ali Larijani bukanlah Homo Sacer, ia dikecualikan. Ali Larijani memang tokoh penting dalam pemerintahan Iran. Ia ikut terlibat dalam perang ini, bahkan jauh sebelum perang, ia ikut terlibat dalam perundingan damai. Ia negosiator, namun saat Iran diserang, ia ikut serta. Setelah Ali Khemenei gugur, ia menjadi penentu strategi peperangan. Ali Larijani adalah seorang filsuf, Zizek pernah mengulasnya, walau dengan nada yang sumir. Ali Larijani menyusun disertasi tentang Immanuel Kant, lalu melengkapinya dengan sejumlah buku […] - [Harapan Setelah Idul Fitri: Menolak Menjadi Homo Sacer dan Manusia Kedaluwarsa](https://valuesinstitute.id/harapan-setelah-idul-fitri-menolak-menjadi-homo-sacer-dan-manusia-kedaluwarsa/): Oleh: Bambang Q-Anees Takbir Setelah Kemenangan Setelah bergembira menyambut kemenangan Idul Fitri, kita kembali berhadapan dengan dunia yang masih belum jelas. Perang Israel-Iran masih berlanjut; semoga tidak berkembang menjadi Perang Dunia III dan segera berhenti. Ditambah lagi, ada ancaman El Nino yang disebut-sebut akan membawa kemarau panjang dan kekeringan bagi negeri ini. Belum lagi situasi dalam negeri yang belum kunjung menunjukkan harmoni untuk bersama-sama menghadapi “badai”. Di tengah berbagai ancaman demikian, gema Allahu Akbar menemukan konteksnya. Allahu Akbar. Allah lebih besar daripada apa pun, lebih besar daripada kecemasan saya menghadapi masa depan yang berada di luar prediksi dan kuasa saya. […] - [Logika Ilahiah Qur'an, Puasa, dan Peneguhan Status Manusia Sebagai Makhluk](https://valuesinstitute.id/logika-ilahiah-quran-puasa-dan-peneguhan-status-manusia-sebagai-makhluk/): Oleh: Alif Jabal Kurdi   Logika Al-Qur’an tentang Tuhan dan Makan Jika membaca al-Qur’an dengan seksama maka akan dijumpai bahwa Allah SWT. mendeklarasikan dirinya sebagai Tuhan dengan menyodorkan fakta yang terkesan sederhana yaitu perihal “makan”. Pada Q.S. al-An‘am [6]: 14, Allah SWT. berfirman: قُلْ اَغَيْرَ اللّٰهِ اَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ ۗ قُلْ اِنِّيْٓ اُمِرْتُ اَنْ اَكُوْنَ اَوَّلَ مَنْ اَسْلَمَ وَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah selain Allah, Pencipta langit dan bumi serta Dia memberi makan dan tidak diberi makan, akan aku jadikan sebagai pelindung?” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi […] - [FILSAFAT ISLAM DI TENGAH ALIRAN-ALIRAN PEMIKIRAN ISLAM](https://valuesinstitute.id/filsafat-islam-di-tengah-aliran-aliran-pemikiran-islam/): Oleh: Arip Budiman Dinamika Filsafat dalam Aliran Pemikiran Islam Hari ini adalah pertemuan ketiga, setelah pertemuan sebelumnya kita membahas tentang sejarah kemunculan filsafat Islam, kita akan lanjut pada pembahasan bagaimana posisi filsafat di tengah-tengah aliran pemikiran dalam Islam. Saat ujian komprehensif berlangsung, biasanya ada tema yang diujikan tentang materi pemikiran Islam. Akan tetapi, sering kali mahasiswa dalam menjawab beberapa pertanyaan terkait tema itu, cukup kesulitan dalam membedakan batas ontologis pemikiran Islam dan dirosah Islamiah. Dengan demikian, pada tulisan ini saya bermaksud untuk menjelaskannya lebih lanjut, agar menjadi jelas batas di antara keduanya (antara dirosah Islamiah dan pemikiran Islam). Pertanyaan dasar […] - [SEJARAH KEMUNCULAN DAN PERKEMBANGAN FILSAFAT ISLAM](https://valuesinstitute.id/sejarah-kemunculan-dan-perkembangan-filsafat-islam/): Oleh: Arip Budiman Mengapa Sejarah Penting? Pada pertemuan yang lalu, kita telah mengulas mengenai definisi, ruang lingkup, serta tujuan mempelajari filsafat Islam. Pada pertemuan kedua ini, sebagai kelanjutan dari pembahasan sebelumnya, kita akan menelusuri bagaimana sejarah kemunculan dan perkembangan filsafat Islam. Sebagaimana biasanya, tulisan ini disusun untuk mengakomodasi hal-hal yang barangkali tidak sempat tersampaikan secara utuh dalam perkuliahan tatap muka. Harapannya, sekalipun dalam penyampaian lisan masih terdapat kekurangan atau distorsi dalam menjelaskan materi filsafat Islam, uraian tertulis ini dapat berfungsi sebagai pelengkap dan penegas atas pembahasan yang telah diberikan. Teman-teman sekalian, mengapa mempelajari sejarah sangat penting? Tentu jawabannya akan sangat […] - [DEFINISI, RUANG LINGKUP DAN TUJUAN MEMPELAJARI FILSAFAT ISLAM](https://valuesinstitute.id/definisi-ruang-lingkup-dan-tujuan-mempelajari-filsafat-islam/): Oleh: Arip Budiman Pertemuan Pertama: Selayang Pandang Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, teman-teman mahasiswa sekalian, selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Di hari kelima puasa ini (atau keenam bagi yang mulai berpuasa di tanggal 18 Februari 2026), semoga teman-teman sekalian tetap diberikan kekuatan untuk istiqomah dalam meluruskan niatnya untuk berpuasa. Ibadah ini, sudah barang tentu bukan hanya sekedar menahan hawa nafsu seperti amarah, rasa lapar, dan dahaga semata. Lebih dari itu, puasa menjadi semacam pendidikan jiwa kita, agar kelak kita tidak terbelenggu oleh aspek-aspek material yang selama ini memperbudak kita. Tidak jarang kita jumpai ada manusia yang seperti “srigala”, menerkam yang lainnya hanya […] - [Mengapa Perasaan Membutuhkan Navigasi?: Belajar Mencintai secara Etis Bersama Susi Ferrarello](https://valuesinstitute.id/mengapa-perasaan-membutuhkan-navigasi-belajar-mencintai-secara-etis-bersama-susi-ferrarello/): Oleh: Fakhri Afif Etika sebagai Jantung Cinta Relasional Hari ini, kita hidup di zaman yang fasih berbicara mengenai cinta, namun gagap merespons ketika cinta berubah menjadi keputusan yang melukai. Hampir semua orang pernah merasakan, atau setidaknya pernah menyaksikan, versi adegan demikian, atau diam-diam memainkannya. Ada pasangan yang bersumpah tulus, lalu tiap notifikasi menjadi interogasi. Ada yang menyebut cemburu sebagai sebagai bumbu, padahal ia bekerja seperti pajak harian yang makin lama makin mencekik. Ada pula tuntutan moral yang terdengar suci: “kamu harus mengerti”, “kamu harus menyesuaikan”, “kamu harus membuktikan”; seakan-akan, cinta selalu punya sudang etiknya sendiri, dengan satu hakim yang kebetulan […] - [MENGGUGAT "KEWAJARAN” DI TENGAH MANIFESTO KKN](https://valuesinstitute.id/menggugat-kewajaran-di-tengah-manifesto-kkn/): Oleh: Nurholis Sutadi* Dunia jurnalistik telah mengajarkan siapapun melihat manusia tanpa atribut. Di depan meja redaksi, pangkat dan status sosial hanyalah pelengkap data; yang utama adalah nilai informasi dan kebenaran yang dibawa. Namun, ketika prinsip ini dibawa ke realitas sosial dan sistem keuangan negara, kita akan menemukan sebuah benturan besar yang bernama: “Budaya Wajar.” Dalam sistem Pemerintahan Indonesia mulai di Tingkat Pusat hingga Daerah, pelaporan penggunaan keuangan yang paling bagus adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sedangkan di bawahnya ada Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Tidak Wajar (Adverse Opinion), dan Tidak Memberikan Pendapat (TMP). UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan […] - [MI‘RĀJ EKOLOGIS: THE BIRDS WHO FLEW BEYOND TIME](https://valuesinstitute.id/miraj-ekologis-the-birds-who-flew-beyond-time/): Oleh: Bambang Q. Anees Kisah Mi‘rāj benar-benar inspiratif. Setelah mengilhami Fariduddin Attar menjadi kisah burung-burung mencari dirinya, Manthiq ath-Thayr, menginspirasi publik Eropa. Dante konon terinspirasi tulisan Attar ini dan menuliskan Divine Commedy. Lalu Anne Baring mengadaptasinya menjadi buku anak-anak berjudul The Birds Who Flew Beyond Time (1993). Buku karya Anne Baring sangat istimewa karena mengadaptasi buku Manthiq ath-Thayr karya Attar menjadi Mi‘rāj Ekologis sekaligus penemuan diri sejati. The Birds Who Flew Beyond Time adalah buku cerita anak -anak yang dimulai dari persoalan ekologis dan menjadikan Mi‘rāj burung-burung sebagai cara mengatasi persoalan ekologis. Adaptasi ini dapat dikatakan sebagai “Mi‘rāj Ekologis”, karena […] - [DEKOLONIALISASI EKONOMI: EKSTRAPOLASI UGAHARI SEBAGAI SOLUSI (PART 2)](https://valuesinstitute.id/dekolonialisasi-ekonomi-ekstrapolasi-ugahari-sebagai-solusi-part-2/): Oleh: Aldi Hidayat Celah ini kemudian ditambal oleh teori utilitas modern. Utilitas modern bertolak dari paradoks Santo Petersburg (St. Petersburg Paradox). Paradoks ini mempertanyakan fenomena perjudian; mengapa penjudi tidak membuat taruhan yang kemungkinan menangnya lebih besar dibanding kalahnya bukan sebatas kemungkinan imbang antara menang dan kalah? Daniel Bernoulli, matematikawan dan fisikawan Swiss menjawab bahwa utilitas marginal uang atau nilai tambahan dari uang akan berkurang ketika pendapatan meningkat (Stigler, 1950, pp. 373–374). Bagi orang berpenghasilan 5 juta sebulan, 1 jt jelas sangat bernilai. Tetapi bagi orang dengan penghasilan 1 miliar sebulan, 1 juta jelas tidak ada artinya. Kurangnya nilai uang ini […] - [JAVID NAMA: MI‘RĀJ IQBAL, MI‘RĀJ MODERN (Bagian II)](https://valuesinstitute.id/javid-nama-miraj-iqbal-miraj-modern-bagian-ii/): Oleh: Bambang Q. Anees Zinda-Rud memejamkan mata di bawah curahan air dan dalam sekejap ia telah dibawa ke langit lain: Mars. Langit Keempat, Mars Langit keempat menawarkan visi tentang masyarakat utopia di kota Marghadin, tempat berkembangnya teknologi luar biasa dengan tetap memiliki spiritualitas. Di Marghadin, tidak ada uang, tuan tanah, maupun pengangguran karena prinsip pengabdian lebih diutamakan daripada keuntungan pribadi. Kota Marghadin adalah tempat yang megah dengan gedung-gedung tinggi. Orang-orangnya cantik, tidak mementingkan diri sendiri dan sederhana; mereka berbicara dalam bahasa yang terdengar merdu di telinga. Penduduknya tidak mengejar barang-barang materi; semua menjadi penjaga pengetahuan dan memperoleh kekayaan dari penilaian […] - [JAVID NAMA: MI‘RĀJ IQBAL, MI‘RĀJ MODERN (Bagian I)](https://valuesinstitute.id/javid-nama-miraj-iqbal-miraj-modern-bagian-i/): Oleh: Bambang Q. Anees Bagaimana Mi‘rāj digambarkan oleh Filsuf Muslim Modern? Bayangkan jika Anda berada pada abad ke-18-19. Anda mengalami penaklukan Napoleon ke Mesir pada  1798 yang membuat keperkasaan Mamluk hancur. Lalu pada tahun 1857 kerajaan Islam Moghul hancur oleh British East India Company (BEIC). Setelah itu, Muslim di benua kecil India yang semula berdampingan dengan Hindu-Budha terus berkonflik sampai saat ini. Sebenarnya saat itu masih ada kesultanan Utsmaniyah Turki, namun memasuki awal abad ke-19 kekuasaannya semakin menurun. Bahkan, kekhalifahan dibubarkan pada 3 Maret 1924. Umat Islam benar-benar tanpa pusat kekuasaan, negara-negara yang berpenduduk Muslim menjadi negeri jajahan Eropa. Situasi […] - [MI’RAJ ATTAR: MENYINGKAP LAPIS-LAPIS KESADARAN DIRI (SERI MI’RAJ PART 3)](https://valuesinstitute.id/miraj-attar-menyingkap-lapis-lapis-kesadaran-diri-seri-miraj-part-3/): Oleh: Bambang Q. Anees “Attar berkelana melalui tujuh kota cinta, sementara kita baru saja berbelok di jalan pertama” (Jalaluddin Rumi) “Jika Mi‘rāj-nya benar, buahnya transformasi sosial; jika Mi‘rāj-nya hanya cerita fantastis, kayaknya ketemu yang bukan-bukan”, demikian seorang teman mengomentari artikel Mi‘rāj 1 dan 2. Mungkin benar begitu, Rasulullah Muhammad-lah modelnya. Sejarah mencatat, setelah Mi‘rāj itu Rasulullah Muhammad jadi penuh semangat untuk mencari jalan keluar dari persoalan di Makkah. Ia bertemu dengan banyak utusan dari Yastrib, negosiasi segala kemungkinan, kemudian bergerak senyap melakukan hijrah ke Yastrib dan setelah itu sejarah mencatat, peradaban baru terbentuk. Di sini terlihat hijrah atau transformasi sosial […] - [DEKOLONIALISASI EKONOMI: EKSTRAPOLASI UGAHARI SEBAGAI SOLUSI (PART 1)](https://valuesinstitute.id/dekolonialisasi-ekonomi-ekstrapolasi-ugahari-sebagai-solusi-part-1/): Oleh: Aldi Hidayat Pembeli Adalah Raja: Slogan Kedaluwarsa Dapatkah Anda bayangkan pembeli tidak lagi memiliki otonomi alias mau tidak mau harus-cum-candu untuk mengkonsumsi komoditas baru? Dahulu ini barangkali tak terbayangkan kecuali dalam proses transaksi yang melibatkan diskriminasi, ancaman, paksaan, promosi berlebihan dan lain seumpamanya. Tak heran, muncul ungkapan, “pembeli adalah raja”. Artinya, sirkulasi ekonomi pada masa lampau masih mempertahankan kedaulatan penjual dan pembeli. Keduanya bergerak atas dasar kehendak bebas dan kreatifitas dalam bertransaksi. Ekonomi tempo silam berkiblat pada hukum penawaran (supply) dan permintaan (demand). Bahwa produksi, distribusi dan konsumsi akan selalu dalam relasi dua proses ini yang masih berasaskan otonomi. […] - [Asbāb Al-Nuzūl: Latar Historis yang Mendeterminasi Makna](https://valuesinstitute.id/asbab-al-nuzul-latar-historis-yang-mendeterminasi-makna/): Oleh: Alif Jabal Kurdi Referensi induk dalam studi ‘Ulūm al-Qur’ān umumnya memiliki argumentasi yang sama ketika berupaya menyajikan ta’rīf (definisi) sabab/ asbāb al-nuzūl. Salah satu disiplin keilmuan yang menjadi bagian pokok dalam himpunan ilmu-ilmu yang membincang al-Qur’an ini didefinisikan sebagai sesuatu yang ketika suatu ayat ataupun gugusan ayat-ayat turun membicarakan tentang sesuatu itu, atau menerangkan tentang hukumnya tatkala sesuatu itu berlangsung. Mā nazalat al-‘ayah aw al-‘āyāt mutaḥaddits ‘anh, mubayyinah li ḥukmih ayyām wuqū‘ih (al-Zarqani, 1995: 89; al-Sabt, 1995: 53; al-Itr, 1996: 48). Redaksi ayyām wuqū‘ih mendapatkan perhatian khusus oleh Nuruddin ‘Itr. Ia mengulas bahwa redaksi tersebut menjadi pembeda antara ayat […] - [AL-TARĪQ AL-WA‘R NAHW AL-NŪR (JALAN TERJAL MENUJU CAHAYA)](https://valuesinstitute.id/al-tariq-al-war-nahw-al-nur-jalan-terjal-menuju-cahaya/): Oleh: Erus Effendi Aku menatap tumpukan buku di hadapanku, bukan dengan semangat, tapi dengan napas yang terasa berat. Malam ini, entah untuk keberapa kalinya, rasa lelah dan putus asa datang menyergap. Satu soal latihan yang tak kunjung kutemukan jawabannya, satu konsep yang terasa begitu rumit, membuatku merasa begitu kecil dan bodoh. Air mata mulai menggenang di pelupuk. “Apakah jalan ini terlalu sulit untukku?” bisikku dalam hati. Kesedihan dan Keraguan Awalnya, semangatku membara. Aku memilih jalan ini, jalan menuntut ilmu dengan keyakinan penuh bahwa ini adalah panggilan jiwaku. Aku ingin memahami ayat-ayat-Nya, mengerti hikmah di balik ciptaan-Nya, dan menjadi manusia yang […] - [MI’RĀJ BURUNG: YANG TERPERANGKAP, TERBANGLAH! (SERI MI'RAJ PART 2)](https://valuesinstitute.id/miraj-burung-yang-terperangkap-terbanglah-seri-miraj-part-2/): Oleh: Bambang Q. Anees Hidup terasa seperti ditelikung, tak bisa apa-apa, hanya berputar-putar di ruang sempit.  Semua mimpi masa lalu menguap, idealisme tinggal catatan di kertas usang, yang tersisa hanya bagaimana bertahan hidup. Seseorang bertanya tentang tahun 2025, jawabannya cukup miris, “Bisa bertahan saja sudah menunjukkan prestasi”. Tahun 2026, kita harus menemukan jalan keluar. Mungkinkah? Mungkin saja bila dapat menemukan model dari sejarah yang mengisahkan kemampuan manusia keluar dari masalah terberatnya. Kisah Isrā’ Mi’rāj pernah menjadi model bagi cara untuk keluar dari masalah. Alurnya begitu sempurna; berada dalam derita terberat, Isrā’ Mi’rāj, hijrah, lalu mendapatkan kemenangan.   Titik Terendah Kehidupan […] - [SAYR WA SULŪK: RAJAB, MI'RAJ DAN UPAYA MENULIS SEJARAH RUHANI KITA SENDIRI (SERI MI'RAJ PART 1)](https://valuesinstitute.id/sayr-wa-suluk-rajab-miraj-dan-upaya-menulis-sejarah-ruhani-kita-sendiri/): Oleh: Bambang Q. Anees Januari 2026 ini bertepatan dengan bulan Rajab, bulan istimewa karena ada perjalanan suci Rasulullah Muhammad ke langit dalam peristiwa Isra Mi’raj. Peristiwanya seperti kisah dongeng, manusia yang berdarah-daging dapat melakukan perjalanan dalam satu malam menempuh jarak yang jauh dari Masjid Haram di Makkah menuju Masjid Aqsha di Palestina. Tak hanya itu, perjalanan dilanjutkan menembus lapis-lapis langit sampai langit ketujuh dan ‘bertemu’ dengan Tuhan. Bagi orang modern, kisah ini hampir seperti dongeng. Tetapi, Al-Quran merekam perjalanan ini pada QS. al-Isrā’: 1 dan QS. al-Najm: 4-18, lalu biografer awal seperti Ibn Isḥāq (wafat 768 M.), perawi Hadits seperti […] - [BOM WAKTU AMARAH: KETIKA AKAL SEHAT TERHIMPIT "KEGILAAN" ELIT](https://valuesinstitute.id/bom-waktu-amarah-ketika-akal-sehat-terhimpit-kegilaan-elit/): Oleh: Nurkholis Sutadi Mayoritas kita yang masih mencoba waras saat ini mungkin sepakat: bangsa ini sedang tidak baik-baik saja. Dari carut-marut penegakan hukum hingga gaya hidup mewah (hedonisme) para elit yang dipamerkan tanpa rasa malu di tengah bencana yang melanda pelosok negeri. Rasanya, harapan sedang berada di titik nadir. Kita seperti sedang mengantre, hanya tinggal menunggu giliran untuk menjadi korban dari sebuah sistem yang rusak.   Krisis Panutan: Demi Kuasa, Sejuam jadi Abangan Di media sosial, ketidakpercayaan publik sudah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan. Kalimat-kalimat satir seperti, “Besok ada kebijakan gila apalagi?” menjadi makanan sehari-hari. Tak ada lagi sosok yang […] - [RESOLUSI AWAL TAHUN: SISIFUS TAK PERNAH MENYESAL](https://valuesinstitute.id/resolusi-awal-tahun-sisifus-tak-pernah-menyesal/): Oleh: Bambang Q. Anees 31 Desember 2025. Hari-hari telah lepas, 365 telah menghilang. Apakah yang tersisa darinya? Selain keluhan, kecemasan, rasa kesal terhadap segala hal, kecuirgaan, rasa iri yang akut, dan putus asa yang sangat dalam sehingga sudah tak disadari lagi. Selain itu, apakah yang tersisa? Hari-hari sudah raib, beberapa prestasi mungkin ada namun tak lebih seperti gemerlap kembang api: berpendar penuh pukau sebentar, lalu kegelapan lagi yang meraja. Adakah 1 tahun ini prestasi kita? Rutinitas mungkin ada, seperti Sisifus yang terus mendorong batu ke atas bukit lalu menggelindingkannya ke bawah. Segera ia berlari ke bawah bukit, mendorong lagi ke […] - [DIALOG TANPA RELATIVISME, KOMITMEN TANPA KEBENCIAN: MERENUNGKAN PLURALISME AGAMA DAN RAHMAT ILAHI YANG TAK TERBATAS](https://valuesinstitute.id/dialog-tanpa-relativisme-komitmen-tanpa-kebencian-merenungkan-pluralisme-agama-dan-rahmat-ilahi-yang-tak-terbatas/): Oleh: Fakhri Afif Setiap tahun, perdebatan soal “boleh-tidaknya mengucapkan selamat Natal” muncul terutama di tengah-tengah komunitas Muslim layaknya musim hujan. Ia dapat diprediksi, deras, dan sering meninggalkan genangan emosi. Bagi saya, apa yang sebetulnya menarik dari fenomena demikian, sekaligus juga sangat mengkhawatirkan, tidak terbatas pada bagaimana perbedaan itu mengemuka di kesimpulan hukumnya. Lebih dari itu, ia juga menampilkan sebuah gejala yang lebih subtil, bahwa sebagian orang berbicara seolah-olah Tuhan sedang berdiri tepat di belakang bahunya, mengamini amarahnya, menepuk punggung kebenciannya, dan mengangguk pada vonis-vonisnya. Pada titik itu, masalahnya jauh lebih kompleks dari sekadar etika seremonial. Kita diperhadapkan dengan persoalan terkait […] - [CERMIN YANG TAK RETAK: TENTANG MENGAPA SAYA TIDAK BISA MENIKMATI REALISME DALAM SASTRA](https://valuesinstitute.id/cermin-yang-tak-retak-tentang-mengapa-saya-tidak-bisa-menikmati-realisme-dalam-sastra/): Oleh: Rachmatullah Arken Dua puluh tahun yang lalu, seorang kawan, yang sampai hari ini masih menjadi pendengar setia atas cerita hidup saya, memberi kado ulang tahun yang tak perlu dirayakan itu. Sebuah buku karya Pramoedya Ananta Toer, dengan judul yang masih saya ingat dengan baik pula: Percikan Revolusi Subuh. Saya ingat membuka kado itu dengan hati-hati dan perasaan yang sulit dijelaskan. Barangkali, karena semangat komunal kawan-kawan saat itu sedang menggandrungi sastra realis, saya juga akhirnya larut dalam arus yang sama. Dalam anggapan diri, ini adalah karya penting, yang harus saya baca, saya ambil pesannya, saya tampilkan dalam gagah bicara, dan […] - [MEMBACA FENOMENA NIKAH SIRI DAN FILOSOFI REMI](https://valuesinstitute.id/membaca-fenomena-nikah-siri-dan-filosofi-remi/): Oleh: Arip Budiman Beberapa minggu yang lalu publik dikejutkan dengan salah satu rekaman CCTV yang memperlihatkan adegan dewasa, dari selebritis yang sering mengaku sebagai public figure. Bahkan, tak ayal video rekaman tersebut viral, hingga isu banjir bandang, bencana kemanusiaan, dan kerusakan lingkungan pun nyaris tidak tersorot oleh media-media nasional. Semua mata tertuju pada sosok yang dianggap religious, karena gaya berpakaiannya memang sering merepresentasikan figure yang seperti itu. Semua orang sempat tidak menyangka. Akan tetapi, fakta sudah kadung menjadi tontonan publik, akhirnya merekapun memberikan klarifikasi bahwa dirinya telah melakukan nikah sirri, sebelum video cctv itu tersebar luas. Meski berita tentang adanya […] - [SEMESTA TAK BERTEPI: KOSMOLOGI AL-RĀZĪ DAN IMAJINASI SAINS MODERN ~SERI AL-RĀZĪ PART 3](https://valuesinstitute.id/semesta-tak-bertepi-kosmologi-al-razi-dan-imajinasi-sains-modern-seri-al-razi-part-3/): Oleh: Rachmatullah Arken Prolog: Keruntuhan Semesta Aristotelian Tulisan sebelumnya (Part 2 series al-Razi) telah membawa kita pada deskripsi metafisis dari al-Rāzī yang menunjukkan bahwa Tuhan bukanlah sekadar “Sebab Pertama” yang bekerja secara mekanistik-deterministik di alam semesta ini. Tuhan, sebaliknya, adalah Pelaku yang memilih dengan sadar dan segenap kemutlakan-Nya untuk mencipta dan menjadikan saya, anda, batu, gunung, dan lubang hitam itu nyata. Prinsip dasar kosmologi al-Rāzī, yang menegakkan konsep Tuhan sebagai Conscious Agent (Pelaku yang Sadar/Berkehendak) di atas Tuhan Emanasi ala Ibn Sinā ini jelas memiliki konsekuensi yang besar. Jika Tuhan mencipta dengan Kehendak Bebas, maka alam semesta ini bukanlah sebuah […] - [ISLAM SEBAGAI PROSES HERMENEUTICAL ENGAGEMENT: SEBUAH REVIEW ATAS WHAT IS ISLAM? KARYA SHAHAB AHMED](https://valuesinstitute.id/islam-sebagai-proses-hermeneutical-engagement-sebuah-review-atas-what-is-islam-karya-shahab-ahmed/): Oleh: Fakhri Afif Perdebatan diskursif tentang Islam kerap kali gagal dikarenakan sebagian besar kategori yang selama ini digunakan itu problematik. Kita dapat melihat kegagalan tersebut dengan jelas tatkala berhadapan dengan satu adegan konseptual yang sangat sukar untuk diselesaikan oleh definisi mana pun yang begitu mengasumsikan kerapian: Ibn Sīnā—seorang pemikir raksasa Muslim yang berbicara secara sophisticated tentang Tuhan, jiwa, dan kebenaran—justru menyimpulkan tesis-tesis metafisik yang beseberangan secara diametral dengan teologi literal Al-Qur’an, mulai dari kekekalan alam hingga penolakan terhadap kebangkitan jasmani. Berbagai tesis tersebut lantas dikutuk al-Ghazālī sebagai bentuk kekufuran; namun pada saat yang sama, hampir sebagian besar dari gagasan Ibn […] - [MEMOAR PERCAKAPAN PAGI](https://valuesinstitute.id/memoar-percakapan-pagi/): Oleh: Rachmatullah Arken Percakapan dengan Sabda Ali Mifka, seorang kawan seperjuangan dari Ciromed raya 20 tahun yang lalu. A:        Pagi ialah rinai embun di tanah hati, dibasahinya kemarau hari, didinginkannya neraka diri, untukmu dan seribu kawan menyambut hidup agar tak sunyi. Dan barangkali pagi itu indah jika kau mengerti nikmatnya kopi tanpa sesaknya penumpang Damri. Selamat pagi kawan. M:        Bagi kaum intelek-borjuis, pagi memang harus beraroma kopi dan filosofi hidup; tapi bagi kami kaum buruh, aroma keringat adalah takbiratul ihram dalam menyambut pagi, prosesi awal demi bertahan hidup. A:        Benarkah demikian kawan? Kurasa filosofi pagi dengan secangkir […] - [MUKADIMAH ATAS IHWAL AL-JABAR DAN PERSAMAAN UMAR KHAYYAM](https://valuesinstitute.id/mukadimah-atas-ihwal-al-jabar-dan-persamaan-umar-khayyam/): Oleh: Syihabul Furqon SAINS, dalam peradaban Islam, bukan tema asing. Jika sains diasosiasikan sebagai ‘ilmu’, maka ia memiliki akar yang kuat dalam Islam. Sebab, anasir dalam Quran mendorong dengan tegas semangat observasi saintifik. Bahkan semangat ini identik dengan fitrah manusia dan bila hal ini ditingkatkan sedemikian rupa, orang yang melakukan itu akan sampai pada kebenaran. Ilmu, dalam hal ini sains, erat kaitannya dengan kebenaran. Satu persamaan sederhana selalu dituntut untuk benar, tidak saja konklusinya, melainkan juga sejak dari premis-premis awal. Persamaan matematis manapun bila premis awalnya keliru maka konklusinya keliru. Demikian pula, satu persamaan atau modifikasi premis, akan selalu menggiring […] - [SPEKTRUM MAZHAB SYIRAZI DI ATAS PANGGUNG FILSAFAT: PROLEGOMENA ATAS MISTISISME FILOSOFIS GHIATS AL-DIN MANSUR DASYTAKI](https://valuesinstitute.id/spektrum-mazhab-syirazi-di-atas-panggung-filsafat-prolegomena-atas-mistisisme-filosofis-ghiats-al-din-mansur-dasytaki/): Oleh: Syihabul Furqon /Mazhab Shirazi/Syirazi/ Di antara tradisi filsafat Islam yang hidup, barangkali salah satu mazhab yang acapkali luput dari catatan di atas panggung intelektual Islam adalah Mazhab Shirazi/Syirazi.[1] Mazhab ini berlangsung sepanjang abad kedelapan (H)/keempat belas (M) dimulai sejak kemunculan mazhab Azarbaijan hingga  permulaan mazhab Isfahan.[2] Dengan serangan Mongolia ke dunia Islam dan meninggalkan kehancuran di pusat-pusat pembelajaran di Asia Tengah, Khurasan serta Irak, membawa serta situasi yang sangat tidak stabil dan kacau dalam beberapa abad.[3] Sekalipun demikian berkat upaya diplomasi tertentu penguasa Atabakan di Fars, Shiraz dapat terelakan dari amukan invasi Mongol. Selanjutnya, setelah abad ketujuh/ketiga belas dinasti […] - [MELAMPAUI KALĀM: REVOLUSI METAFISIKA AL-RĀZĪ TENTANG TUHAN DAN SIFATNYA ~SERI AL-RĀZĪ PART 2](https://valuesinstitute.id/melampaui-kalam-revolusi-metafisika-al-razi-tentang-tuhan-dan-sifatnya-seri-al-razi-part-2/): Oleh: Rachmatullah Arken Pada tulisan sebelumnya (Part 1), kita sudah mengetahui bagaimana sosok Fakhr al-Dīn al-Rāzī (w. 606 H/1209 M), seringkali disalahpahami sebagai sosok skeptis yang jenius mendatangkan keraguan, namun alang-alang mengajak pada keyakinan. Dalam tudingan yang lain, al-Rāzī bahkan dianggap membahayakan iman, dan karenanya jika orang mau membaca karya-karyanya, orang perlu berdoa meminta perlindungan. Namun demikian, metode tashkīk alias keraguan di tangan al-Rāzī ini tentu saja sejatinya tidak dimaksudkan untuk meruntuhkan iman atau membuat orang menjauh dari Tuhan. Al-Rāzī justru mengajak orang untuk menjadi mandiri, meyakini karena memang mengerti. Sebab iman yang benar, bukanlah hasil taqlīd (ikut-ikutan), melainkan hasil […] - [ETIKA SADAR KAWASAN SEBAGAI WUJUD KONKRET TANGGUNG JAWAB DALAM MERAWAT ALAM: SERI PATANJALA II](https://valuesinstitute.id/etika-sadar-kawasan-sebagai-wujud-konkret-tanggung-jawab-dalam-merawat-alam-seri-patanjala-ii/): Oleh: Arip Budiman Beberapa hari yang lalu tepatnya pada tanggal 25 November 2025, pulau Sumatera dilanda bencana alam yang sangat memilukan. Banjir bandang menerjang di beberapa wilayah Aceh, Sumatera Barat, hingga sebagian wilayah Sumatera Utara. Tentu, kita sangat berduka atas kondisi tersebut. Semoga lekas pulih dan tetap semangat untuk saudara-saudara-ku yang sedang mengalami bencana kemanusiaan. Di minggu lalu, saya menuliskan tentang “Falsafah Sunda dalam Merawat Alam, Seri Patanjala 1”. Pada kesempatan kali ini, izinkan saya untuk terlebih dahulu memperbaiki beberapa kesalahan penulisan yang membuat pembaca rancu dalam membaca konsep dasar “ etika sadar Kawasan” perspektif Patanjala. Saya ucapkan terimakasih atas […] - [EKSPANSI, KONTRAKSI, DAN REKONSILIASI SUBJEKTIVITAS: HERMENEUTIKA DAN KRITIK NEGARA ULAMA PASCAREVOLUSI IRAN (PART 2)](https://valuesinstitute.id/ekspansi-kontraksi-dan-rekonsiliasi-subjektivitas-hermeneutika-dan-kritik-negara-ulama-pascarevolusi-iran-part-2/): Oleh: Fakhri Afif Mohsen Kadivar: Rasionalisme Fiqh dan Dekonstruksi Velāyat-e Faqīh Apabila Soroush mengintervensi di level epistemologi, sementara Shabestari mengkritik di level hermeneutik, maka Mohsen Kadivar bergerak di arena yang lebih “keras,” yakni fiqh dan teologi politik (Kadivar, 2004). Sekaitan dengan ini, Ia adalah sosok mujtahid yang mengkritik Republik Islam Iran dengan menggunakan bahasa hukum syariat untuk membongkar klaim sakral rezim dari dalam (Matsunaga, 2011). Perjalanan hidup intelektual Kadivar menjadikannya figur yang penting: murid Hawza Qom, pernah belajar langsung dengan Ayatollah H. A. Montazeri, mengalami intimidasi politik (dipenjara oleh aparat), hingga berakhir menjadi intelektual diaspora (Matsunaga, 2007). Itu artinya, kritik […] - [30 TAHUN LAGI: BAGAIMANA AI BISA MENGUBAH NASIB EKONOMI?](https://valuesinstitute.id/30-tahun-lagi-bagaimana-ai-bisa-mengubah-nasib-ekonomi/): Oleh: Dzarin Gifarian K Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diperkirakan akan membawa perubahan besar bagi kehidupan ekonomi masyarakat lokal. AI tidak lagi hanya dimanfaatkan oleh perusahaan besar di kota-kota, tetapi mulai merambah ke sektor ekonomi skala kecil seperti usaha mikro, pertanian desa, perdagangan lokal, hingga layanan jasa berbasis komunitas. Pemanfaatan AI memungkinkan proses produksi menjadi lebih efisien, pengelolaan usaha menjadi lebih terukur, serta pemasaran produk lokal menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform digital. Klaus Schwab dalam bukunya The Fourth Industrial Revolution menjelaskan bahwa teknologi digital akan mengubah cara manusia bekerja dan berusaha hingga ke tingkat komunitas kecil dan […] - [SEJARAH LUPA, LUPA SEJARAH](https://valuesinstitute.id/sejarah-lupa-lupa-sejarah/): Oleh: Rachmatullah Arken Sejarah sebenarnya hanyalah upaya getir manusia merawat lupa. Seperti dituturkan Wansbrough, ada suatu umat yang kian lama kian lupa. Ia membayangkan begini: Generasi pertama pergi ke hutan, menyalakan api, berdoa, dan keajaiban pun terjadi. Entah dari Tuhan atau sejenisnya. Generasi kedua menerima kebiasaan itu, mereka pergi ke hutan seraya mengingat doa, namun tak lagi bisa menyalakan api. Kemudian generasi ketiga sudah tak lagi tahu ada ritual menyalakan api, lupa juga tentang doa yang harus dirapalkan, tapi masih tahu tempatnya. Karena itu mereka tetap pergi ke hutan. Dan generasi keempat? Mereka tak punya api, tak hafal doa, tak […] - [RES IPSA LOQUITUR: JOHN WANSBROUGH MENYOAL PARADOKS HISTORIOGRAFI ANTARA FAKTA DAN FIKSI](https://valuesinstitute.id/res-ipsa-loquitur-john-wansbrough-menyoal-paradoks-historiografi-antara-fakta-dan-fiksi/): Oleh: Alif Jabal Kurdi   Paradigma sejarah klasik tidak bisa dilepaskan dari konstruksi sejarah dan fungsi sejarawan yang telah dibangun oleh Aristoteles. Dalam kerangka kerja ini, sejarawan memiliki peran untuk memberikan keterangan tentang “apa yang sebenarnya terjadi” (what really happened) melalui upaya untuk menggambarkan setiap detail kejadian yang terjadi di masa lalu (to depict in the most minute detail the events of the past). Walhasil, sejarah juga bisa disebut sebagai kerja untuk menemukan kembali suatu keadaan fakta yang sudah ada sebelumnya (discovering the pre-existing true state of affairs). Konstruksi kesarjanaan yang telah populer diterima ini, bahkan hanya sedikit sekali yang […] - [EKSPANSI, KONTRAKSI, DAN REKONSILIASI SUBJEKTIVITAS: HERMENEUTIKA DAN KRITIK NEGARA ULAMA PASCAREVOLUSI IRAN (PART 1)](https://valuesinstitute.id/ekspansi-kontraksi-dan-rekonsiliasi-subjektivitas-hermeneutika-dan-kritik-negara-ulama-pascarevolusi-iran-part-1/): Oleh: Fakhri Afif Dari Negara Ulama ke Subjek Warga Begitu Revolusi 1979 “berhasil”, persoalan di Iran kemudian mengalami pergeseran yang signifikan, dari yang sebelumnya berkutat pada bagaimana menjatuhkan negara monarki otoriter menjadi bagaimana hidup di dalam negara baru yang mengatasnamakan Tuhan (Arjomand, 2009, 2016). Pada level permukaan, republik Islam memang tampak seperti jawaban final atas theology of discontent yang menjadi spirit utama bagi gerakan pra-revolusi: ulama kembali ke pusat, syariat dijadikan dasar konstitusi, dan rakyat diberi narasi bahwa mereka kini hidup di bawah kedaulatan Ilahi, bukan kedaulatan Shah (Bayat, 2013). Akan tetapi, dengan sangat cepat muncul pertanyaan yang jauh lebih […] - [JILBAB SEBAGAI SISTEM SIMBOL: MEMBACA CLIFFORD GEERTZ LEWAT DANIEL L. PALS](https://valuesinstitute.id/jilbab-sebagai-sistem-simbol-membaca-clifford-geertz-lewat-daniel-l-pals/): Oleh: Arip Budiman Membaca pemikiran Cilford Geertz melalui buku Seven Theories of Religion karya Daneil L. Pals, seperti nostalgia pada saat saya kuliah di prodi Religious Studies di tahun 2016. Buku tersebut sampai saat ini masih dijadikan sebagai rujukan utama dalam mempelajari metodologi sttudi agama. Pals menuliskan bukunya dengan sangat dinamis dan sekarang judulnya berubah, bukan lagi tujuh teori agama, melainkan sepuluh teori agama (Ten Theories of Religion). Karena dalam buku tersebut banyak sekali tokoh-tokoh yang mendefinisikan agama dengan latar yang berbeda, seperti Psikologi (Sigmund Freud), Sosiologi (Karl Marx), Antropologi (Geertz), dan lain sebagainya. Di sini, saya hanya akan memfokuskan […] - [SALAH KAPRAH MEMAHAMI "VERSTEHEN"](https://valuesinstitute.id/salah-kaprah-memahami-verstehen/): Oleh: Agung Sholihin Ada satu kesalahpahaman yang kerap beredar dengan wajah percaya diri: bahwa Verstehen (baca: memahami) adalah semacam izin akademik untuk meninggalkan kebenaran objektif. Seolah-olah begitu seseorang mengucap kata itu, fakta boleh dilelehkan, data boleh dikesampingkan, dan segala sesuatu sah selama terasa “dimengerti”. Dalam logika ini, sebuah klaim tak lagi diuji, cukup saja dirasakan. Sebuah persoalan yang bersangkutan dengan klaim kebernaran berubah dari sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan menjadi sesuatu yang sekadar cukup dialami, haram disentuh, apalagi untuk diperiksa. Di titik inilah Verstehen sering diseret ke ruang gelap yang bukan rumah sesungguhnya. Padahal, Verstehen tidak lahir sebagai pemberontakan liar semacam […] - [HAFALAN YANG HILANG DAN IRONI PENGETAHUAN: MEMBACA KISAH PARA MUHADDIS](https://valuesinstitute.id/hafalan-yang-hilang-dan-ironi-pengetahuan-membaca-kisah-para-muhaddis/): Oleh: M. Dede Rodliyana 19.45 WIB. Pada jarak yang terasa panjang dalam perjalanan pulang itu, entah kenapa obrolan seorang rekan terngiang. “Kita hidup di zaman yang aneh,” ucapnya. “Satu sapuan telunjuk, seluruh kabar dunia terpampang di pelupuk.” Tapi faktanya memang begitu. Google tahu lebih banyak daripada seorang Guru Besar. AI bisa memberikan argumen yang lebih runut daripada mahasiswa doktoral, dan semua bentuk rumus, kode, hingga ayat suci berserakan di dunia digital. Ya, semuanya bisa sedia setiap saat dibaca, tinggal bagaimana kita. Pengetahuan dan informasi sudah tersimpan rapi di arsip-arsip maya. Namun, barangkali itulah masalahnya. Semakin mudah kita mengakses informasi dan […] - [AKU TERINDEKS, MAKA AKU ADA: KRITIK ATAS DEHUMANISASI PENDIDIKAN TINGGI](https://valuesinstitute.id/aku-terindeks-maka-aku-ada-kritik-atas-dehumanisasi-pendidikan-tinggi/): Oleh: Saeful Anwar Bayangkan sebuah ruangan tanpa jendela pada pukul tiga pagi, di mana waktu seolah dibekukan oleh dengungan konstan hembusan udara dingin dan keputusasaan. Di tengah ruangan itu duduk seorang mahasiswa doktoral, wajahnya pucat sewarna kertas tua yang terlalu lama disimpan di lemari arsip yang lembap. Entah sudah berapa lama ia mematung di depan laptop, entah sudah berapa gelas kopi yang berpindah dari gelas ke isi perut, entah kapan terakhir makan. Matanya yang cekung telah kehilangan cahaya keingintahuan (curiosity), kini digantikan oleh pantulan layar laptop yang berkedip dengan ritme stroboskopik yang menyakitkan. Di hadapannya bukan lagi buku-buku tebal berdebu […] - [AMBIVALENSI SUBJEKTIVITAS: HERMENEUTIKA DAN DISKURSUS ISLAM REVOLUSIONER IRAN PRA-1979 (Bagian II)](https://valuesinstitute.id/ambivalensi-subjektivitas-hermeneutika-dan-diskursus-islam-revolusioner-iran-pra-1979-bagian-ii/): Oleh: Fakhri Afif Konsep kebebasan menempel erat dengan konsep keadilan yang bagi Motahhari merupakan salah satu “pilar” Islam (Motahhari, 2015). Motahhari menolak baik reduksi keadilan menjadi sekadar distribusi material—seperti dalam sebagian tafsir Marxis—maupun reduksi keadilan menjadi “keadilan prosedural” yang netral nilai sebagaimana dalam sebagian tradisi liberal. Keadilan, dalam kerangka Islam, adalah keserasian tatanan: menempatkan setiap sesuatu pada tempat yang semestinya, sejauh mungkin mendekati keseimbangan yang dikehendaki Allah dalam semesta ciptaan (Motahhari, 1990). Maka dari itu, keadilan sosial yang Motahhari promosikan meliputi dimensi ekonomi (penghapusan eksploitasi, penolakan terhadap kapitalisme renten), dimensi politik (penentangan pada tirani dan korupsi), sekaligus dimensi moral-spiritual (perang […] - [MEMBAWA CAHAYA KE TEMPAT YANG GELAP](https://valuesinstitute.id/membawa-cahaya-ke-tempat-yang-gelap/): Oleh: Fadhila Sidiq Permana Memilih teman dekat yang baik untuk peningkatan kualitas hidup dan membentuk karakter kita agar lebih terpuji sangat baik dan merupakan hal primer yang harus dilakukan oleh setiap manusia. Hal ini seperti yang pernah dikatakan oleh Ibnu Athoillah seorang sufi besar: لا تصحب من لا ينهضك حاله ولا يدلك إلى الله مقاله   “Janganlah engkau berteman dekat dengan orang yang sikapnya tidak membuatmu bangkit dan ucapan-ucapannya tidak memberimu petunjuk kepada Tuhan.”   Pernyataan Ibnu Athoillah tersebut memiliki alasan yang kuat, karena pengaruh teman dekat sangat berdampak. Sikap, cara pandang, dan kepribadian orang terdekat akan mempengaruhi cara pandang, […] - [SANG PERAGU DARI HERAT: JEJAK SUNYI TEOLOGI RASIONAL FAKHR AL-DIN AL-RĀZĪ ~SERI AL-RĀZĪ PART 1](https://valuesinstitute.id/sang-peragu-dari-herat-jejak-sunyi-teologi-rasional-fakhr-al-din-al-razi-seri-al-razi-part-1/): Oleh: Rachmatullah Arken   Tulisan ini merupakan rangkaian (series) pembahasan tokoh mutakallim yang tidak banyak dibicarakan dalam pengajaran kalām. Padahal pemikirannya pernah mendominasi teologi Islam Asy’ariyah dan memberikan corak rasional-filosofis yang belum pernah ada sebelumnya. Bagian pertama (Part 1) seri al-Rāzī ini lebih berfokus pada biografi ringkas sang Imam, jejak intelektual, metodologi, hingga kepulangannya. Bagian berikutnya (Part 2) akan berfokus pada bangunan utuh teologi rasional al-Rāzī dan struktur argumen kalām-nya, untuk kemudian ditutup pada bagian ketiga (Part 3) yang berfokus pada kosmologi al-Rāzī dan relevansinya dengan wacana-wacana kosmologi kontemporer.   Prolog: Paradoks Sang Imam Fakhr al-Dīn al-Rāzī (544-606 H/1150-1210 M) […] - [AMBIVALENSI SUBJEKTIVITAS: HERMENEUTIKA DAN DISKURSUS ISLAM REVOLUSIONER IRAN PRA-1979 (Bagian I)](https://valuesinstitute.id/ambivalensi-subjektivitas-hermeneutika-dan-diskursus-islam-revolusioner-iran-pra-1979-bagian-i/): Oleh: Fakhri Afif Subjek Muslim Iran di Ambang Revolusi Apabila kita mendengar “Revolusi Iran 1979”, yang biasanya muncul dalam benak kita adalah gambar massa di jalan, jatuhnya Shah, atau siluet Khomeini di pesawat. Padahal, di balik peristiwa-peristiwa dramatis itu, ada sesuatu yang lebih subtil tetapi sama radikalnya, yaitu pergeseran cara “menjadi manusia” dan “menjadi mukmin” dibayangkan. Iran 1960-1970-an adalah laboratorium diskursif di mana subjek Muslim dipaksa bernegosiasi dengan modernisasi otoriter, kapitalisme minyak, dan warisan panjang tradisi teologis-filosofis Islam Syi’ah (Abrahamian, 1982). Di satu sisi, negara Pahlavi mendorong proyek modernisasi yang memuja rasionalitas, pembangunan, dan gaya hidup Barat. Sementara di sisi […] - [FALSAFAH SUNDA DALAM MERAWAT ALAM: SERI PATANJALA 1](https://valuesinstitute.id/falsafah-sunda-dalam-merawat-alam-seri-patanjala-1/): Oleh: Arip Budiman Prolog Mungkin di antara para pembaca sekalian, masih kurang terdengar familiar tentang apa itu “Patanjala”. Hal itu cukup wajar, karena saat kita mencari tahu di mesin pencarian seperti google seringkali kita disajikan informasi Patanjala dari ajaran Hindu. Patanjala yang menjadi seri dalam tulisan ini, bukanlah ajaran dari agama Hindu, melainkan sebuah metode atau cara dalam penataan ruang berdasarkan kearifan lokal, falsafah Sunda dalam merawat alam. Cara Masyarakat Sunda dalam menata wilayah, melalui falsafah patanjala, didasarkan pada Daerah Aliran Sungai (DAS). Sungai menjadi acuan bagi penataan ruang yang membentuk etika Kawasan paradigma Masyarakat Sunda, seperti; tata wilayah, tata […] - [MAKA MENJADILAH! KRITIK DAN MASA DEPAN FILSAFAT PROSES WHITEHEAD ~SERI FILSAFAT PROSES PART 3](https://valuesinstitute.id/maka-menjadilah-kritik-dan-masa-depan-filsafat-proses-whitehead-seri-filsafat-proses-part-3/): Oleh: Rachmatullah Arken   Pada dua tulisan sebelumnya Whitehead telah mengajak kita untuk “bermi’raj” menembus langit metafisika untuk melihat bagaimana semesta ini berdenyut dalam tarian concrescence, lalu turun ke bumi untuk menerjemahkan konsep tersebut ke dalam carut-marut ekologi dan kegamangan spiritual kita. Pada bagian ini kita akhirnya tiba pada pertanyaan pamungkas: lalu apa? Apakah Filsafat Proses Whitehead ini adalah “obat segala obat” yang harus kita telan bulat-bulat? Saya kira tidak begitu. Whitehead sendiri barangkali akan menjadi orang pertama yang akan menghujat jika kita menjadikan pemikirannya sebagai berhala baru yang statis. Judul tulisan ini, “Maka Menjadilah!” sengaja saya pilih sebagai panggilan […] - [DARI ACTUAL OCCASION KE ACTUAL WORD: WHITEHEAD DALAM DISKURSUS SPIRITUALITAS, KRISIS EKOLOGI, DAN POST-HUMAN ~ SERI FILSAFAT PROSES PART 2](https://valuesinstitute.id/dari-actual-occasion-ke-actual-word-whitehead-dalam-diskursus-spiritualitas-krisis-ekologi-dan-post-human-seri-filsafat-proses-part-2/): Oleh: Rachmatullah Arken   Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya: “Kosmologi Menjadi: Membaca Ulang Alfred North Whitehead di Abad 21,” yang menjadi Part 2 dari series Filsafat Proses A. N. Whitehead. Pada bagian pertama, Whitehead mengajak akal budi untuk melakukan “tualang spekulatif” menembus awan tebal metafisika dan kosmologi, membongkar mesin realitas dari actual entity, prehension, hingga tarian concrescence. Kini, di bagian kedua ini, saatnya kita membumikan tualang spekulasi di langit metafisika ke dalam realitas kehidupan sehari-hari yang bisa jadi sedang tak baik-baik saja. Kita akan menguji seberapa mampu ontologi Whitehead bisa berbicara di hadapan isu-isu riil di depan mata. […] - [AKU ADALAH KAMI: DARI HERMENEUTIKA DIRI KE SUBJEKTIVITAS EKOLOGIS DI ERA ANTROPOSEN ~SERI EVOLUSI DIRI 5](https://valuesinstitute.id/aku-adalah-kami-dari-hermeneutika-diri-ke-subjektivitas-ekologis-di-era-antroposen-seri-evolusi-diri-5/): Oleh: Fakhri Afif   Dalam empat seri sebelumnya, kita sudah mengitari lanskap panjang tentang “diri”. Seri pertama membawa kita dari manusia Aristotelian yang teranyam dalam kosmos ber-logos, ke cogito Cartesian yang menjadikan “aku berpikir” sebagai fondasi kepastian; dari struktur transendental Kant yang menopang pengalaman dan moralitas, ke Dasein Heidegger yang selalu sudah ada-di-dalam-dunia; lalu ke diri ala Gadamer, Marx, dan Foucault yang dibentuk oleh bahasa, kerja, dan kuasa. Seri kedua dan ketiga lalu memperdalam ketegangan itu: bersama Nietzsche, kita melihat subjek dibongkar sebagai efek tafsir, medan benturan kehendak berkuasa, dan produk sejarah moral yang terluka; bersama Ricoeur, kita mencoba merajut […] - [KOSMOLOGI MENJADI: MEMBACA ULANG ALFRED NORTH WHITEHEAD DI ABAD 21 ~SERI FILSAFAT PROSES PART 1](https://valuesinstitute.id/kosmologi-menjadi-membaca-ulang-alfred-north-whitehead-di-abad-21-seri-filsafat-proses-part-1/): Oleh: Rachmatullah Arken   Tulisan ini merupakan bagian pertama (part 1) dari rangkaian (series) pembahasan Filsafat Proses Alfred North Whitehead, yang keseluruhan berjumlah 3 bagian. Pada part 1 ini, saya mengajak untuk membaca ulang kosmologi spekulatif Whitehead, dengan berfokus pada penjabaran ontologi proses (susbtansialisme) yang menjadi fondasi untuk memahami filsafat proses Whitehead secara utuh. Sementara pada part 2, pemikiran Whitehead tersebut akan didialogkan dengan realitas kontemporer, khususnya yang berkaitan dengan persoalan-persoalan sosial-keagamaan (spiritualitas kontemporer), politik, ekologi relasional, serta fenomena digitalitas dan post-human, untuk kemudian ditutup pada part 3 dengan membahas berbagai kritik, batasan, dan prospek dari pengembangan filsafat proses di […] - [HERMENEUTIKA DAN PENGEMBANGAN ULUMUL QUR’AN: MENJEMBATANI TIMUR DAN BARAT, MENEMUKAN MA’NA CUM MAGHZA](https://valuesinstitute.id/hermeneutika-dan-pengembangan-ulumul-quran-menjembatani-timur-dan-barat-menemukan-mana-cum-maghza/): Oleh: Alif Jabal Kurdi   Hermeneutika dan Pengembangan Ulumul Qur’an (Edisi Revisi dan Perluasan) (2017) menjadi salah satu referensi yang sangat memadai dan menunjang bagi para penikmat kajian hermeneutika dan studi Islam, bahkan “wajib” ada di rak-rak buku mahasiswa studi al-Qur’an dan tafsir di Indonesia. Buku ini tidak hanya disajikan dengan bahasa yang relatif lebih mudah dicerna, tapi juga menyajikan bahasan hermeneutika yang secara langsung berkaitan dengan ranah kajian studi Qur’an dan Tafsir—di tengah pandangan umum bahwa rujukan populer hermeneutika terkesan rumit dan melelahkan dibaca serta tidak memuat ulasan spesifik tentang relasi hermeneutika dengan tafsir seperti halnya karya Budi Hardiman […] - [PENGANTAR KE “KEBUTUHAN AKAN SAINS SAKRAL” SEYYED HOSSEIN NASR](https://valuesinstitute.id/pengantar-ke-kebutuhan-akan-sains-sakral-seyyed-hossein-nasr/): Oleh: Syihabul Furqon SAINS SAKRAL—Scientia Sacra—tak syak lagi merupakan perwakilan  paling vokal saat ini dalam mengedepankan dimensi sapiensial manusia yang kompleks dan tak tepermanai. Dimensinya yang spontan, baik ekstremitas dan kelembutannya, terlalu naif bila direduksi ke dalam kategori oposisi biner dan kebenaran mata-kuda saintisme modern yang tunduk pada empirisme naif, positivisme naif dan absurditas demokrasi total dengan bentuk yang cenderung fasistik pada kebebasan yang dipilihnya sendiri. Sebagai salah satu filsuf polymath lagi prolifik, Seyyed Hossein Nasr sampai abad 21 ini kukuh menyerukan tradisionalisme serta mengkritik habis apa yang disebutnya percepatan modern Barat yang gila-membangun (over develop) seraya tak mengindahkan krisis […] - [FILSAFAT ABADI: PROLEGOMENA ATAS KRISIS DUNIA MODERN](https://valuesinstitute.id/filsafat-abadi-prolegomena-atas-krisis-dunia-modern/): Oleh: Syihabul Furqon /1/ KRISIS DUNIA MODERN (The Crises of The Modern World), merupakan buku yang telah menjadi klasik dalam kapasitasnya mengkritik dunia modern. Klasik di sini tidak lantas membut isi dari eksposisi filosofis pengarangnya menjadi tidak relevan. Sebaliknya, sekarang adalah abad ke-21 di mana sejumlah proyeksi krisis telah terjadi. Terlemparnya manusia modern (bahkan, posmodern) hari ini ke dalam ruang dan waktu yang semakin bergegas dan tergesa membuatnya nyaris terputus secara total dari tatanan tradisi dan dari kebenaran Universal. Yang material telah menjadi isme dan agama telah dipandang sebagai bagian yang setali tiga uang dengan sumber masalah itu sendiri. Sains/ilmu—dalam […] - [DARI I THINK KE I CAN: REKONSTRUKSI SUBJEKTIVITAS DALAM HERMENEUTIKA PAUL RICOEUR ~SERI EVOLUSI DIRI 4](https://valuesinstitute.id/dari-i-think-ke-i-can-rekonstruksi-subjektivitas-dalam-hermeneutika-paul-ricoeur/): Oleh: Fakhri Afif   Pada seri tulisan sebelumnya tentang Evolusi Diri (1, 2, 3), kita sudah menelusuri bagaimana “diri” dipahami: dari manusia Aristotelian sebagai bagian kosmos ber-logos, ke cogito Cartesian dan struktur transendental Kantian, lalu ke Dasein Heidegger dan diri ala Gadamer–Marx–Foucault yang dibentuk oleh bahasa, kerja, dan kuasa. Di seri Nietzsche, saya kemudian memperkeras nada kecurigaan: subjek tidak lagi tampak sebagai inti batin yang bening, melainkan sebagai efek tafsir, medan benturan kehendak berkuasa, dan produk sejarah moral yang terluka; “aku” hanyalah nama sementara bagi konfigurasi dorongan yang menang. Kecurigaan ini menolong kita membongkar ilusi “jati diri” yang murni dan […] - [KETIKA PENDIDIKAN TIDAK LAGI MENEMUKAN NILAI FILOSOFISNYA](https://valuesinstitute.id/ketika-pendidikan-tidak-lagi-menemukan-nilai-filosofisnya/): Oleh: R. Ahla Firdausi “Lalu apa yang dimaksud dengan pendidikan? Dan bagaimana seharusnya kita mendidk?” pertanyaan ini hingga sekarang belum menemukan jawaban yang disepakati bersama. Sebab manusia masih berbeda pendapat mengenai apa yang sebaiknya diajarkan kepada generasi muda. Sebagian orang beranggapan bahwa tujuan pendidikan ialah membentuk keterampilan yang sempurna, sementara sebagian lainnya melihat sebagai jalan menuju kehidupan yang baik. Ada yang menekankan pentingnya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi ada pula yang mengutamakan pembentukan kecerdasan emosinya. Bahkan, masih ada perdebatan tentang cara bagaimana mencapainya. Apakah melalui latihan yang menumbuhkan kebajikan? Ataukah keterampilan yang berguna untuk kehidupan sehari-hari? Atau justru dengan ilmu pengetahuan […] - [BELAJAR UNTUK DINAMIS DAN BERADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN](https://valuesinstitute.id/belajar-untuk-dinamis-dan-beradaptasi-terhadap-perubahan/): Oleh: Fadhila Sidiq Permana Sikap apatis yang cenderung menolak perubahan biasanya berangkat dari upaya mempertahankan tradisi dan upaya membentengi diri dari pengaruh luar yang negatif. Memang dalam komunitas besar masyarakat harus ada yang tetap merawat tradisi yang baik, namun sebagian harus bergerak dan menyambut perubahan-perubahan yang ada, selama perubahan tersebut menawarkan solusi dan tatanan yang lebih baik. Syamsuddin al-Tabrizi pernah mengatakan: لا تحاول أن تقاوم التغييرات التى تعترض سبيلك، بل دع الحياة تعيش فيك ولا تقلق إذا قلبت حياتك رأسا على عقب. فكيف يمكنك أن تعرف إن الجانب الذى إعتددت عليه أفضل من الجانب الذى سيأتى؟. “Janganlah kamu menangkis dan […] - [MENUNDA KENIKMATAN SEBAGAI BENTUK KONKRET ETIKA TANGGUNG JAWAB](https://valuesinstitute.id/menunda-kenikmatan-sebagai-bentuk-konkret-etika-tanggung-jawab/): Oleh: Arip Budiman   Pada suatu hari yang tidak sedang dalam keadaan cerah, namun hujan juga nampaknya masih terlihat malu-malu untuk turun, saya sedang membaca satu buku untuk dipersiapkan sebagai bahan presentasi di minggu berikutnya. Di tengah penjelajahan atas barisan kata-kata yang menenggelamkan kesadaran, tiba-tiba suara adzan menyadarkan saya untuk kembali mengingat “Ada”, yakni sebuah panggilan untuk menghadap “Wajah Yang Lain”, dengan melaksanakan shalat Jumat. Nampaknya, aktivitas memainkan mata di atas kertas ini, tidak jarang menjerumuskan saya akan sebuah peristiwa tentang “Lupa-akan-Ada” (Seinsvergessenheit). Sebuah peristiwa dimana manusia melupakan makna dan esensinya dari “Ada”, karena terlalu sibuk dan terlalu menikmati apa […] - [HIEROCYBIENS: REFLEKSI TENTANG KITA YANG MENYEBERANG?](https://valuesinstitute.id/hierocybiens-refleksi-tentang-kita-yang-menyeberang/): Oleh: Agung Sholihin* Kadang sebuah istilah datang bukan dari ruang belajar yang rapi, tetapi dari percikan kecil di kepala; sambil menatap langit gelap, tiba-tiba saja merasa bahwa manusia kelak tak lagi cukup disebut manusia. Ya, suatu malam, saya menemukan diri saya mengucapkan sebuah nama yang terasa ganjil namun akrab: HieroCybiens. Nama itu datang seperti bisikan yang mirip gema dari penciptaan. Sesuatu yang dalam dirinya menyiratkan masa depan, namun juga masa lalu yang belum selesai. Istilah itu mungkin terdengar seperti gabungan yang terlarang (baca: haram) antara sesuatu yang sakral dan sesuatu yang bersifat mesin. Tapi justru–setidaknya bagi saya–mungkin di situlah daya […] - [“DUBITO ERGO, COGITO ERGO SUM” (RENE DESCARTES: DARI KERAGUAN MENUJU KEPASTIAN)](https://valuesinstitute.id/dubito-ergo-cogito-ergo-sum-rene-descartes-dari-keraguan-menuju-kepastian/): Oleh: Radea Yuli A. Hambali Ketika dunia lama sedang runtuh dan dunia baru tengah mencari pijakan, lahirlah seorang pemikir yang kemudian disebut sebagai Bapak Filsafat Modern, Rene Descartes (1596- 1650). Jika kita menelaah lebih dalam, situasi Eropa pada awal abad ke-17 memang sedang berada dalam masa transisi besar: sebuah dunia lama yang berakar pada otoritas Gereja dan filsafat skolastik Aristotelian mulai retak, sementara dunia baru yang ditandai oleh lahirnya sains modern mulai mencari bentuknya. Secara sosial, Eropa masih sangat religius. Gereja Katolik, meski kekuasaannya mulai diguncang oleh Reformasi Protestan (abad ke-16), tetap menjadi institusi yang kuat dan dominan. Otoritas keagamaan […] - [SKIZOFRENIA UNIVERSITAS MODERN GUGATAN FRITJOF CAPRA ATAS KRISIS EPISTEMOLOGI](https://valuesinstitute.id/skizofrenia-universitas-modern-gugatan-fritjof-capra-atas-krisis-epistemologi/): Oleh: Saeful Anwar Di koridor-koridor agung universitas Eropa pada pertengahan abad ke-20, seorang fisikawan muda bernama Fritjof Capra berjalan dengan kegelisahan yang bisu. Di dalam laboratorium yang hening, melalui jalinan rumus fisika kuantum, ia telah menyaksikan tarian kosmis di mana materi meluruh menjadi pola-pola probabilitas dan energi murni. Di sana, di level fundamental realitas, ia menemukan bahwa alam semesta adalah jaringan hubungan yang tak terputus (web of relationships). Namun, begitu ia melangkah keluar dari laboratorium dan memandang struktur universitas tempat ia bernaung, ia melihat sebuah dunia yang justru di sekat secara kaku. Gedung Fisika berdiri angkuh terpisah dari Gedung Biologi; […] - [PHILOSOPHICAL QUR’ANOLOGY DAN TRADISI FILSAFAT ISLAM: MEMBACA ULANG RELASI WAHYU DAN RASIONALITAS](https://valuesinstitute.id/philosophical-quranology-dan-tradisi-filsafat-islam-membaca-ulang-relasi-wahyu-dan-rasionalitas/): Oleh: Rika Leli Dewi Khusaila Rosalnia   Apabila kita membayangkan Al-Qur’an dan filsafat sebagai dua horizon yang terpisah secara tegas, maka konsekuensi pada level mikro adalah terjadinya fragmentasi pengetahuan, di mana potensi perjumpaan dan dialog antara keduanya seolah-olah tidak pernah eksis. Sementara pada level makro, pemisahan tersebut akan melahirkan polarisasi epistemik yang tajam, karena keduanya diposisikan sebagai dua otoritas kebenaran yang saling menegasikan, menihilkan, serta meniadakan. Ketegangan diskursif inilah yang kerap kali mewarnai diskursus keilmuan Islam, baik di era klasik maupun di zaman kontemporer. Sebagaimana dicatat Rasoul Namazi, sejak awal perjumpaan wahyu dengan filsafat Yunani, pertanyaan tentang kompatibilitas antara teks […] - [WINTER IS COMING: SENJAKALA KALĀM DAN ILUSI RASIONALITAS TEOLOGI](https://valuesinstitute.id/winter-is-coming-senjakala-kalam-dan-ilusi-rasionalitas-teologi/): Oleh: Rachmatullah Arken A Raven from Citadel: Kabar Kalām di Ujung Hari Entah berapa tahun ajaran berlalu sudah dengan mata kuliah Ilmu Kalām atau pengajaran tauhid yang saya ampu. Seharusnya seperti hari-hari yang biasa, saya tak banyak mempersoalkan tentang apapun, kecuali gundah sesaat di akhir bulan karena kosongnya rekening yang memang tak pernah penuh itu. Saya ingat lelucon yang pernah saya baca pada story entah siapa: apa yang tersisa di akhir bulan hanyalah imanku, jika kau pinjam itu, atheis-lah sudah diriku. Tapi iman di akhir bulan, yang setipis tisu di hadapan beban kehidupan, kali ini mengingatkan saya pada persoalan yang […] - [SUBJEKTIVITAS, PERSPEKTIF, DAN HERMENEUTIKA: SEBUAH PENDEKATAN NIETZSCHEAN ~SERI EVOLUSI DIRI 3](https://valuesinstitute.id/subjektivitas-perspektif-dan-hermeneutika-sebuah-pendekatan-nietzschean-seri-evolusi-diri-3/): Oleh: Fakhri Afif Dari “Kebenaran Diri” ke Kecurigaan Nietzsche Di sekitar kita, bahasa tentang “diri” dan keaslian sudah hampir menjadi mantra resmi yang sakti zaman ini. Kita dinasihati untuk menemukan jati diri yang autentik, “jujur pada diri sendiri”, “menjadi diri sendiri”, seolah-olah persoalan utama kehidupan modern hanya terbatas pada apakah kita sudah cukup setia kepada “siapa kita sebenarnya”. Berbagai buku self-help, khotbah yang dikemas kekinian, konten motivasi di TikTok dan YouTube, hingga obrolan di kafe sering bertemu pada satu gagasan yang sama, bahwa di dalam diri setiap orang tersembunyi sebuah inti batin—“aku yang sejati”—yang tugas kita adalah menggali, membersihkan, lalu […] - [METAFISIKA DAN BATAS CAKRAWALA](https://valuesinstitute.id/metafisika-dan-batas-cakrawala/): Oleh: Syihabul Furqon “…knowledge of the Total demands on man’s part totality of knowing” ~Frithjof Schuon, Survey of Metaphysics and Esoterism. Saat kita menatap cakrawala, pernahkah terpikir siapa mencipta waktu dan menaruh objek-objek yang sudah tak lagi ada yang sampai ke mata kita nun jauh di sana? Betapa ambang antara gelap dan terang, siang dan malam, wujud dan nonwujud sangat pipih—atau nirkordinat. Seperti saat sebuah pensil dicelupkan ke dalam gelas berisi air bening dan kita dengan penuh keyakinan mengatakan: pensil itu telah patah dan pada saat yang sama tidak patah. Dunia-dunia paradoks. Ruang berdimensi tiga yang mengerkah objek. Waktu yang […] - [SESAK DI PUNCAK: MANGLAYANG DAN KEHENINGAN YANG HILANG](https://valuesinstitute.id/sesak-di-puncak-manglayang-dan-keheningan-yang-hilang/): Oleh: Rachmatullah Arken Pagi di manglayang, pada teras sebuah villa. Di depan tampak hamparan kota. Rimbun pertokoan, jalan dan bangunan. Kota yang padat, dengan kemanusiaan yang tersumbat. Dari puncak ini, tak ada tempat di hamparan itu untuk kekosongan. Tak ada halaman bahkan bagi semata pikiran. Segalanya seolah berebut pijak dan kepemilikan. Udara  sesak dengan polusi yang tak berhenti. Elang pun hilang ruang di awan tinggi. Jangan ditanya tentang suara; takkan ada pekik dan raung yang jelas nadanya. Di kota ini, keheningan adalah barang langka. Gilding rasanya benar; manusia itu brilian dan pintar. Ia dianugerahi kreativitas tak berpagar. Apa lagi yang […] - [SEBUAH PERJALANAN HERMENEUTIK MENUJU SUBJEKTIVITAS ~SERI EVOLUSI DIRI 2](https://valuesinstitute.id/sebuah-perjalanan-hermeneutik-menuju-subjektivitas-seri-evolusi-diri-2/): Oleh: Fakhri Afif Bahasa, Cerita, dan Tradisi yang Menamai kita Dalam kelanjutan analisis eksistensial ini, Heidegger kemudian meradikalkan lagi peran bahasa dengan pernyataannya yang terkenal: “bahasa adalah rumah Ada”. Dengan ungkapan ini, ia hendak mengatakan bahwa dunia tidak sekadar “ada di luar sana” lalu kemudian dipotret oleh kesadaran, melainkan menjadi dapat dihuni secara maknawi melalui bahasa. Tanpa bahasa, realitas hanya akan berupa arus kesan yang berserak dan tak terkristalkan; baru dalam bahasa rangkaian kesan itu terstruktur sebagai “dunia” yang dapat kita pahami, bicarakan, dan pertanggungjawabkan. Salah satu murid cemerlang Heidegger, Hans-Georg Gadamer, lantas melanjutkan garis ini dengan menunjukkan bahwa setiap […] - [LIGHT OUT DALAM PANDANGAN ETIKA TANGGUNG JAWAB](https://valuesinstitute.id/light-out-dalam-pandangan-etika-tanggung-jawab/): Oleh: Arip Budiman Masalah anak, akhir-akhir ini telah menjadi perhatian yang cukup serius dilakukan oleh pemerintah, salah satunya di Kabupaten Kuningan. Bentuk keseriusan pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap persoalan tersebut, setidaknya bisa dilihat pada lahirnya Perda nomor 15 tahun 2013, tentang penyelenggaraan perlindungan anak. Lahirnya Perda di atas, adalah sebuah tolok ukur bentuk keseriusan pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mewujudkan kota ramah anak. Dengan demikian, pemerintah Kabupaten Kuningan harus mampu memberikan suatu jaminan terhadap hak-hak anak, seperti; kesehatan, perlindungan, perawatan, tidak menjadi korban diskriminasi, memiliki kebebasan bermain, dan bebas dari polusi, seperti yang tertera pada Perda tersebut. Dengan lahirnya Perda tersebut, sudah […] - [PEMIKIRAN ‘ULÛM AL-HADÎS DI INDONESIA (PART 1)](https://valuesinstitute.id/pemikiran-ulum-al-hadis-di-indonesia-part-1/): Oleh: M. Dede Rodliyana   Melacak perkembangan pemikiran ‘Ulûm al-Hadîs di Indonesia, tidak akan terlepas dari perkembangan hubungan antara Muslim di kepulauan Nusantara itu dengan pusat pendidikan Islam yang ada di Timur Tengah, yang menurut Azyumardi, khususnya pada abad ke-17 dan ke-18 merupakan masa yang paling dinamis dalam sejarah sosio-intelektual kaum Muslim.[1] Hal tersebut didukung kemudian dengan semakin kuatnya semangat baru dalam keagamaan (religious revivalism) di sebagian besar kepulauan Nusantara, seperti Jawa dan Sumatra. Hal tersebut disebabkan antara lain dengan berkembangnya hubungan laut antara Eropa dan Asia (dan tentunya dengan Jawa), terutama dengan dibukanya Terusan Suez pada tahun 1869, melancarkan […] - [SEBUAH PERJALANAN HERMENEUTIK MENUJU SUBJEKTIVITAS ~SERI EVOLUSI DIRI 1](https://valuesinstitute.id/sebuah-perjalanan-hermeneutik-menuju-subjektivitas-seri-evolusi-diri-1/): Oleh: Fakhri Afif Hari ini, kita hidup di dalam sebuah kultur kontemporer yang penuh sesak dengan wacana pengembangan diri (self-development). Rak-rak toko buku dipadati oleh literatur self-help, iklan registrasi kelas daring dan pelatihan motivasi beredar di mana-mana, sementara linimasa media sosial kita dipenuhi kutipan-kutipan inspirasional tentang “menjadi versi terbaik dari diri sendiri”. Seluruh lanskap ini tidak muncul dari ruang hampa, melainkan merupakan ekspresi populer dari sesuatu yang lebih dalam: modernitas sebagai “revolusi subjektivitas”. Sejak manusia modern dipahami terutama sebagai subjek—sebagai “aku” yang berpikir, memilih, dan mengelola hidup—kita makin terbiasa menganggap bahwa di dalam diri setiap orang ada entitas yang relatif […] - [MATINYA SANG PENDIDIK DI TANGAN SANG MANAJER: GUGATAN TERHADAP HEGEMONI POAC DALAM DISERTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM](https://valuesinstitute.id/matinya-sang-pendidik-di-tangan-sang-manajer-gugatan-terhadap-hegemoni-poac-dalam-disertasi-pendidikan-agama-islam/): Oleh: Saeful Anwar Pendidikan tidak mengubah dunia. Pendidikan mengubah orang-orang. Orang-oranglah yang akan mengubah dunia.—Paulo Freire   Pada suatu pagi yang dingin di tahun 1899, di halaman pabrik Bethlehem Steel Company, Pennsylvania, seorang pria bernama Frederick Winslow Taylor berdiri tegak dengan sebuah stopwatch di genggamannya. Ia tidak sedang mengamati keindahan matahari terbit, melainkan menatap tajam ke arah seorang pekerja bernama Henry Noll—yang dalam catatan Taylor disebut sebagai Schmidt. Taylor sedang melakukan eksperimen yang kelak akan mengubah wajah peradaban manusia, ia menghitung detik demi detik waktu yang dibutuhkan Noll untuk mengangkat batang besi seberat 92 pon (sekitar 41 kg) ke atas […] - [NASIR AL-DIN THUSI DAN JEMBATAN SEMESTA WUJUD](https://valuesinstitute.id/nasir-al-din-thusi-dan-jembatan-semesta-wujud/): Oleh: Syihabul Furqon Yang ada, memang sebagaimana mustinya, Yang musti tak ada, akan mustahil.[1]   FILSAFAT Islam sebagai sebuah diskursus yang berpendar dari jantung nubuat berutang banyak eksposisi krusial yang menjelaskan pemikiran Ibn Sina yang penuh teka-teki dari sosok jenius Nasir Al-Din Thusi. Lahir di Thus (1201–1274)—Iran hari ini—mengarungi medan pertempuran membara saat invasi mongol ke dalam pusat-pusat peradaban Islam. Menyaksikan jebolnya benteng, pusat riset dan perpustakaan besar Alamut, yang dikelola oleh kalangan Syi’ah Isma’ili. Dia ditakdirkan menyaksikan runtuhnya Abbasiyah akhir dan Baghdad oleh Jengis Khan, dan sekaligus mampu meyakinkan Hulagu Khan untuk melanjutkan riset-risetnya dalam bidang filsafat alam sehingga […] - [MENGGAGAS ISLAM PROSES ~PART 1](https://valuesinstitute.id/menggagas-islam-proses-part-1/): Oleh: Bambang Q. Anees Fides Quarens intellectum, iman membutuhkan rasionalitas, demikian ungkapan St Anselmus yang merumuskan pentingnya rasionalitas bagi penguatan iman. Hubungan iman dan rasionalitas ini menjadi bagian penting dari negosiasi antara iman dan rasionalitas dari masa ke masa. Dalam hubungan tersebut, iman dan rasionalitas tidak lagi tampil sebagai dua hal yang saling berjauhan namun saling berhubunga dalam pertemanan kritis. Saat rasionalitas dalam paham manusia berubah, iman yang diasumsikan berada dalam hati mengenakan rasionalitas yang juga berubah. Apa yang dilakukan ahli Kalam dan Filsuf yang mengenakan logika Aristotelian dalam  perumusan sifat-sifat Tuhan, merupakan contoh yang menguatkan adagium tersebut di atas. […] - [MENGURAI DIRI DALAM ADA BERSAMA YANG-LAIN (MITSEIN)](https://valuesinstitute.id/mengurai-diri-dalam-ada-bersama-yang-lain-mitsein/): Oleh: Saeful Anwar Narasi eksistensi diri kerap kali dimulai dengan seruan kuno yang bersifat imperatif—Kenalilah dirimu sendiri (gnothi seauton). Namun, hasrat untuk menelanjangi kedirian ini segera berhadapan dengan sebuah realitas filosofis yang brutal, hakikat subjek kesadaran—yang oleh Martin Heidegger disebut Dasein (Keberadaan-di-sana)—bukanlah entitas yang terisolasi yang di andaikan Descartes (res cogitans), melainkan secara fundamental adalah keberadaan yang temporal dan relasional. Intuisi awal yang mendesak Dasein untuk membakar buku-buku petuah dan mengubur teori tentang rumusan diri, demi mencari otentisitas, pada akhirnya hannyalah permulaan untuk menyadari bahwa kegagalan mengenal diri sejati bersumber dari sebuah lupa-diri yang jauh lebih dalam. Ini adalah keterjatuhan […] - [KETIKA NAFAS MENGAJARKAN KITA HADIR](https://valuesinstitute.id/ketika-nafas-mengajarkan-kita-hadir/): Oleh: Neng Hannah Pagi ini, semua anggota keluarga sudah berangkat ke sekolah dan kampus. Tinggal saya duduk di dapur yang sunyi, menunggu air mendidih untuk kopi. Menunggu membuat saya diam, dan dalam diam itu saya mulai mendengar ritme nafas sendiri. Suara bisu dari dalam tubuh itu terasa seperti ketukan lembut dari sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. Di dapur ini, saya mulai menyadari denting halus dari napas, sesuatu dalam diri perlahan terbuka. Kesadaran yang muncul bukan sekadar kesadaran akan tubuh, melainkan kesadaran akan “yang mengamati” di balik tubuh. Ritme napas itu berubah menjadi jembatan halus antara diri sebagai manusia […] - [PERJALANAN NAIK GUNUNG DALAM PANDANGAN TÖNNIES DAN DURKHEIM](https://valuesinstitute.id/perjalanan-naik-gunung-dalam-pandangan-tonnies-dan-durkheim/): Oleh: Arip Budiman Seperti biasa, saya akan memulai tulisan ini dengan perkenalan. Saya adalah orang desa yang sangat betah tinggal di pedesaan. Meski pekerjaan mengharuskan saya untuk hijrah ke kota, tapi urusan tempat tinggal, saya tetap memilih di desa. Selain karena udaranya sejuk dan asri, rumah di desa harganya masih terbilang cukup murah. Saking cintanya saya pada suasana desa, seringkali saat seorang teman yang belajar di luar negeri, saya mintai foto-foto tentang suasana desa di sana. Namun, yang dikirim oleh teman saya malah foto-foto gedung pencakar langit yang ada di New York, tulisan “Hollywood” yang ada di California. Karena tidak […] - [BOOK REVIEW: IBN SINA DAN RESITAL VERTIKAL KE ARAH YANG KEKAL](https://valuesinstitute.id/ibn-sina-dan-resital-vertikal-ke-arah-yang-kekal/): Oleh: Syihabul Furqon Prolog Para empu filsafat tradisional—atau yang bergelut dengan filsafat Islam yang hidup—telah mentransmisikan, memperluas, memperdalam, melacak jejak dan menyiangi aspek-aspek penting dari sosok agung yang filsafatnya hidup lebih dari seribu tahun hingga hari ini: Ibn Sina (Avicenna). Sehingga merupakan sejenis buang-buang tenaga di sini jika sekadar memberikan informasi biografis.[1] Sekalipun demikian sekelumit harus dikatakan mengenai bagaimana akhir petualangan intelektual dan kehidupan personalnya yang berubah dan pada gilirannya mengubah arah filsafatnya di satu sisi dan arah filsafat Islam secara keseluruhan di sisi lain. Filsafatnya dikenal sebagai masya’i (peripatetik) dan bukti dari kekukuhan filsafatnya ini bertebaran dari As-Syifa, An-Najat, […] - [FILSAFAT: KEPEKAAN, KEHADIRAN DAN KEHENINGAN](https://valuesinstitute.id/filsafat-kepekaan-kehadiran-dan-keheningan/): Oleh: Radea Juli A. Hambali “Non scholae, sed vitae discimus.” — Seneca Mungkin saja, ada momen-momen tertentu dalam aktivitas hidup kita untuk berhenti sejenak memerhatikan rutinitas. Berhenti dari kekaguman terhadap petugas damkar yang berhasil menyelamatkan seorang laki-laki yang “anunya” terjepit resleting celana. Berhenti dari berita Roy Suryo yang akhirnya digiring menjadi tersangka. Atau, berhenti dari informasi tentang Nikita Mirzani yang melakukan live Tiktok di ruang tahanan. Abai terhadap itu semua, kita kemudian dipapah memasuki ruang sepi, tempat pertanyaan-pertanyaan mendasar muncul lebih dalam daripada jawaban yang dapat kita susun. Pada momen bermakna ini, kita seolah-olah menyambut kembali rahmat berharga. Suatu kesempatan […] - [PROLEGOMENA: TAUHID SEBAGAI METAFISIKA SEJATI, VICE VERSA](https://valuesinstitute.id/prolegomena-tauhid-sebagai-metafisika-sejati-vice-versa/): Oleh: Syihabul Furqon Qaf wa-l-Qurāni al-majîd. (Quran: 50: 1-2) /a/ KITAB PENYEMBUHAN (As-Syifa’/Sufficientia), Ibn Sina (Avicenna): Ilahiah (Metafisika), merupakan kitab magnum opus dalam domain filsafat Islam Peripatetik. Ditulis oleh Seikh Rais dengan corak integrasi pelbagai doktrin hikmah/falsafah (philosophia) dalam arti tradisionalnya. Sebagaimana dalam tradisi filsafat tradisional yang berakar pada nubuat, kitab ini memberikan isbat yang mengikat dengan nuansa proposisi ketat distingsi antara kutub-kutub domain Wujud Wajib dan Wujud Mungkin. Bagaimana Yang Wajib niscaya Esa (Singular), dan bagaimana darinya melimpah Maujudat (eksisten-eksisten) dalam drama kosmik penurunan bertahap dengan seluruh had, daya, akal, serta jiwa sampai pada titik tolak kembali dalam kenaikan […] - [UMBERTO ECO’S ANTILIBRARY, TUHAN, TAKDIR, DAN HAL-HAL YANG TAK TENTU](https://valuesinstitute.id/umberto-ecos-antilibrary-tuhan-takdir-dan-hal-hal-yang-tak-tentu/): Oleh: Rachmatullah Arken You will accumulate more knowledge and more books as you grow older, and the growing number of unread books on the shelves will look at you menacingly. Indeed, the more you know, the larger the rows of unread books. Let us call this collection of unread books an antilibrary. —Nassim N. Taleb Umberto Eco’s antilibrary, demikian Nassim menulisnya. Frasa ini kubaca dari buku Nassim yang kubawa ke klinik saat dua orang pengunjung ruang Medika ini sedang riuh membicarakan masalahnya. Di bangku yang tak seberapa panjang, kami hadir seraya dalam hati menggerutu tentang AC yang tak kunjung menyala. […] - [BOOK REVIEW: ISLAM, THE ESSENTIALS (TARIQ RAMADAN)](https://valuesinstitute.id/islam-the-essentials-by-tariq-ramadan/): Saya bukan seorang Muslim – saya tidak terlalu religius sama sekali – tetapi saya selalu tertarik pada Islam. Ketertarikan ini mungkin merupakan campuran dari beberapa hal: sisa-sisa cerita Orientalis dari masa muda saya, dan fakta bahwa keyakinan itu tampak begitu misterius bagi saya. Saya pernah tinggal di daerah dengan banyak tetangga Muslim, tetapi saya tidak tahu banyak tentang apa yang mereka yakini. Tentu saja, ada banyak investasi di Barat dalam menyajikan agama ini sebagai asal mula Segalanya yang Salah dengan Dunia, jadi itu adalah hal yang sudah lama ingin saya pahami dengan lebih baik. Karena tentu saja tabloid bukanlah sumber […] - [POSTMODERNISME DALAM LANSKAP AGAMA: RENUNGAN FILSAFAT, TEOLOGI DAN KEHIDUPAN KAUM BERIMAN](https://valuesinstitute.id/postmodernisme-dalam-lanskap-agama-renungan-filsafat-teologi-dan-kehidupan-kaum-beriman/): Oleh: Radea Juli A. Hambali Prolog Ada masa ketika manusia percaya bahwa kebenaran seumpama “menara tunggal”. Ia menjulang tinggi, berdiri kokoh, tak tergoyahkan, semacam menara pemandu arah bagi kapal di tepi pantai. Modernisme, dengan keyakinan pada akal budi, sains, dan narasi kemajuan, membangun jalan lurus menuju puncak menara itu. Semua langkah diarahkan pada satu tujuan, satu kebenaran, satu cahaya. Tetapi sejarah kehidupan menunjukkan, cahaya itu tidak selalu tunggal; kadang ia pecah menjadi pelangi, dan setiap warna menyimpan misteri dan rahasianya sendiri. Di sinilah postmodernisme muncul. Ia bukan sekadar sebagai penyangkalan terhadap modernisme, tetapi sebagai undangan untuk menyadari keterbatasan kita. Ia […] - [MENGAPA KITA SALING MENCINTAI? FILSAFAT CINTA ANTARA RASIONALITAS, SPONTANITAS, DAN KEBERANIAN EKSISTENSIAL](https://valuesinstitute.id/mengapa-kita-saling-mencintai-filsafat-cinta-antara-rasionalitas-spontanitas-dan-keberanian-eksistensial/): Oleh: Fakhri Afif   “What is noble?—That one gives style to one’s character.” (Nietzsche, Beyond Good and Evil) “For believe me: the secret for harvesting from existence the greatest fruitfulness and the greatest enjoyment is—to live dangerously!” (Nietzsche, The Gay Science)   Pertanyaan yang tampak sederhana—“Mengapa engkau mencintaiku?”—sesungguhnya membuka medan perdebatan yang paling kompleks dalam filsafat cinta. Ia menggugah dua hal sekaligus: apakah cinta itu berkaitan dengan alasan yang dapat menjustifikasi dan menjelaskannya, ataukah cinta justru merupakan domain yang melampaui kalkulasi atau proyeksi rasional? Lebih dari itu, adakah cara untuk mencintai tanpa terjerat dalam sentimentalitas dan tidak kehilangan bobot etisnya? […] - [HEIDEGGER, “LUPA-AKAN-ADA”, DAN GOODHART’S LAW](https://valuesinstitute.id/heidegger-lupa-akan-ada-dan-goodharts-law/): Oleh: Bambang Q. Anees Satu pemikiran Heidegger yang saya suka adalah “Lupa-akan-Ada”. Konsep ini rumit, tapi bisa disederhanakan. Ambil contoh saja dari pertanyaan “apa itu manusia?”. Terhadap pertanyaan ini ada banyak jawaban, “manusia adalah makhluk berpikir,” “manusia adalah makhluk sosial”, “manusia adalah serigala bagi yang lainnya”, “manusia adalah makhluk pelupa,” dan sejumlah rumusan konsep lain. Lalu kita pun sibuk membicarakan konsep-konsep tentang manusia, sampai akhirnya kita lupa pada “manusia”-nya. Kasusnya terlihat pada pernyataan Descartes yang terkenal, “Aku berpikir maka ‘Aku’ ada”. Berpikir menjadi ciri dari “ada”-nya manusia. Setelah itu, filsafat modern sibuk membicarakan keberpikiran: apa itu berpikir, kenapa harus berpikir, […] - [DARI GAZE KE NAẒAR: REKONFIGURASI VISUALITAS DALAM TRADISI ISLAM](https://valuesinstitute.id/dari-gaze-ke-na%e1%ba%93ar-rekonfigurasi-visualitas-dalam-tradisi-islam/): Oleh: Fakhri Afif Kajian tentang visualitas dalam tradisi Islam semakin mendapatkan perhatian dalam lanskap akademik kontemporer. Salah satu penyebab utama yang melatari hal tersebut adalah kemunculan kegelisahan teoretis maupun praksis yang akut di kalangan para sarjana terkait dominasi paradigma visual Barat dalam teori budaya dan humaniora yang kerap kali gagal mengapresiasi kompleksitas makna dari realitas. Selama bertahun-tahun, mekanisme visual modern seperti the gaze Foucauldian yang bersifat surveilans, the gaze Lacanian yang berakar pada desire dan kekurangan ontologis, serta male gaze Mulvey yang mengoperasikan objektifikasi tubuh perempuan, telah didaulat sebagai lensa universal yang aplikatif untuk memahami fenomena-fenomena visual lintas budaya. Akan […] - [JEJAK DASEIN DALAM LINGKARAN EKSEGESIS ONTOLOGIS “HERMENEUTIKA YANG SAYA PAHAMI”](https://valuesinstitute.id/jejak-dasein-dalam-lingkaran-eksegesis-ontologis-hermeneutika-yang-saya-pahami/): Oleh: Saeful Anwar Essay saudara Arip Budiman yang berjudul “Hermeneutika yang Saya Pahami” bukan sekadar memoar intelektual seorang mahasiswa filsafat—Ia adalah sebuah testimoni fenomenologis yang murni tentang pergerakan eksistensial Dasein dalam menemukan cara beradanya di dunia (In-der-Welt-sein). Penulis, yang menarasikan dirinya sebagai subjek yang berangkat dari pinggiran—desa terpencil dan ketidaksukaan pada literasi—sebenarnya sedang melukiskan struktur fundamental dari apa yang disebut Heidegger sebagai Faktizität (faktisitas). Melalui analisis Heideggerian, kita akan menelusuri bagaimana narasi ini membongkar kesalahpahaman epistemologis tentang hermeneutika sebagai sekadar metode, menuju kesadaran ontologis bahwa pemahaman adalah modus fundamental dari keberadaan itu sendiri. Teks tersebut merupakan rekaman perjalanan dari keterlemparan […] - [HERMENEUTIKA YANG SAYA PAHAMI](https://valuesinstitute.id/hermeneutika-yang-saya-pahami/): Oleh: Arip Budiman Pada Mulanya, Bacalah Sebenarnya, perkenalan saya dengan “makhluk” yang bernama hermeneutika ini sudah berlangsung cukup lama, kurang lebih saat pertama kali menjajaki bangku perkuliahan. Sebagai seseorang yang datang dari desa terpencil dan tidak terlalu menyukai baca, tentu ia (hermeneutika) ibarat semacam “makhluk asing” yang mau tidak mau harus berkenalan dengannya. Saya memasuki jurusan yang dikutuk oleh banyak orang karena ketidakjelasan masa depan setelah lulus, yakni filsafat. Pada akhirnya hermeneutika pulalah yang menyelamatkan saya untuk menjawab ketidak jelasan suatu Nasib dari kutukan memasuki jurusan filsafat. Sejak pertamakali berkenalan dengan hermeneutika (yang sering saya lafalkan dengan tuturan Bahasa Sunda), […] - [HEIDEGGER DI ISLAM-KU: TENTANG TRADISI, DWELLING, DAN MENGAPA TUHAN YANG MENGETUK PINTU ITU PERLU](https://valuesinstitute.id/heidegger-di-islam-ku-tentang-tradisi-dwelling-dan-mengapa-tuhan-yang-mengetuk-pintu-itu-perlu/): Oleh: Rachmatullah Arken Rasanya ada yang salah dalam pengajaran yang selama ini berjalan. Itu yang terpikirkan ketika dalam satu sesi pertanyaan, saya mendapati ada mahasiswa semester tiga dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang tidak hafal Rukun Iman. Saya tidak mengerti. Bukankah hal-hal ini seharusnya sudah selesai di tingkat SD? Bukankah mahasiswa yang saya tanya ini adalah mahasiswa sebuah perguruan tinggi dengan label Islam yang tertera pasti? Bahkan jikapun mahasiswa bersangkutan, bukanlah mahasiswa yang mengambil program studi keagamaan, tetap saja ada tuntutan untuk mengemban label Islam tersebut. Seharusnya ia bisa menjawabnya. Saya sempat berpikir, bisa jadi ini kealpaan sementara […] - [ISLAM SEBAGAI TRADISI DISKURSIF: TALAL ASAD DAN UPAYA MELEPAS BAYANG-BAYANG KOLONIALISME DALAM STUDI ANTROPOLOGI ISLAM](https://valuesinstitute.id/islam-sebagai-tradisi-diskursif-talal-asad-dan-upaya-melepas-bayang-bayang-kolonialisme-dalam-studi-antropologi-islam/): Oleh: Alif Jabal Kurdi What the anthropology of Islam investigates is, surely, Islam. But to conceptualize Islam as the object of an anthropological study is not as simple a matter as some writers would have one suppose. [Talal Asad] Pertanyaan utama yang diajukan Talal Asad dalam “The Idea of Anthropology of Islam” ialah “apa sebenarnya yang dimaksud dengan antropologi Islam?” dan “apa yang menjadi objek investigasinya?”. Pertanyaan sederhana ini terkesan ambigu di tengah telah menjamurnya karya-karya antropologi yang menjadikan Islam ataupun Muslim sebagai objek risetnya. Namun, pada kenyataannya, ia begitu fundamental dan signifikan untuk diapungkan kembali sebagai bentuk evaluasi dan […] - [HIKAYAT 100 PERAK: PADA SUATU KETIKA](https://valuesinstitute.id/100-perak/): Oleh: Rachmatullah Arken Manusia, ibarat pohon ini, semakin ia naik ke ketinggian dan menuju cahaya, semakin mantap akarnya menembus bumi, ke bawah, ke kegelapan dan kedalaman menuju kejahatan. ~F. W. Nietzsche Cerita ini bermula dari pecahan 100 perak, yang secara faktual merupakan incumbent nilai uang terendah di negeri ini. Tentu saja ia tidak cukup berharga untuk digunakan dalam akad pasar harian, apalagi untuk dibicarakan dalam transaksi bisnis trans-regional. Keberadaannya ibarat satu abjad yang bisa saja terbuang dan dilupakan dalam rangkaian kalimat panjang mahalnya hidup. Apalah arti seratus perak ketika harga sepotong pisang goreng saja sudah lima kali lipat dari nilainya? […] - [MEKARLAH! BERANILAH MEKAR!](https://valuesinstitute.id/mekarlah-beranilah-mekar/): Oleh: Bambang Q. Anees Pada senja hari pertengahan Maret tahun 610 M, kegelapan melingkupi Mekah saat kota itu tertidur dalam keheningan. Duduk bersila di tepi gua di puncak gunung yang menghadap pemandangan di bawahnya, lelaki yang berusia empat puluh tahun duduk dengan tenang. Menghirup udara segar sebelum matahari terbit dengan mata tertutup, ia merasakan hembusan angin sejuk yang lembut menyentuh pipinya. Embun pagi memperkuat aroma bunga liar musim semi. Jauh di sana, kicauan jangkrik bergema di antara suara burung hantu dan serigala yang sesekali meraung. Pagi buta memberikan momen ketenangan bagi Lelaki itu. Pengusaha sukses yang membangun kerajaannya sendiri itu […] - [ALEPH](https://valuesinstitute.id/aleph/): Oleh: Bambang Q. Aness Alif itulah hal pertama yang diajarkan ibuku saat membaca al-Quran. Bentuknya lurus, menjulang ke atas, seperti tombak yang menembus langit. Jika garisnya ditarik lurus ke bawah, mungkin bisa menembus bumi; jika ditarik ke atas, mungkin dapat menjulur ke angkasa tak terbatas .Mungkinkah alif yang menjulur ke atas dapat menjadi sulur tumbuhan yang dapat jadi jembatan menuju Dunia atas sana? Ah itu sih dongeng “Jack and the Beanstalk” (dongeng yang dipopulerkan Benjamin Tabart pada 1807). Aliflah asal muasal segala huruf, begitu ibuku mengajariku. Saya semula tak mengerti, mungkin maksudnya semua huruf berasal dari garis: ada yang dilengkungkan, […] ## Pages - [Q&A Keagamaan](https://valuesinstitute.id/qa-keagamaan/): Q&A Keagamaan - [Pesantren Ramadhan](https://valuesinstitute.id/pesantren-ramadhan/) - [Infografis](https://valuesinstitute.id/infografis/): Infografis - [Artikel](https://valuesinstitute.id/artikel/): Artikel - [Layanan](https://valuesinstitute.id/layanan/): Publikasi buku Pelatihan karya tulis ilmiah Pendampingan Jurnal Nasional, Internasional & Riset - [Publikasi Buku](https://valuesinstitute.id/publikasi-buku/): 1Konsep dan Penulisan Naskah Ide dan Riset: Tentukan topik, tujuan, dan audiens target. Lakukan riset mendalam jika diperlukan. Outline dan Draf Pertama: Buat kerangka buku, kemudian tulis draf pertama berdasarkan kerangka tersebut. Revisi dan Penyuntingan Sendiri: Tinjau ulang dan edit naskah untuk memperbaiki alur, gaya bahasa, dan kesalahan teknis. 2Penyerahan Naskah Proposal Buku: Buat proposal buku yang mencakup ringkasan, tujuan, pasar target, dan bio penulis. Pengajuan ke Penerbit: Kirim proposal dan draf naskah ke penerbit yang sesuai dengan genre dan audiens buku. 3Proses Evaluasi oleh Penerbit Review Naskah: Penerbit meninjau naskah untuk menilai kualitas dan kesesuaiannya dengan visi penerbit. Keputusan […] - [Kebijakan Pengguna](https://valuesinstitute.id/kebijakan-pengguna/): Kebijakan Pengguna | Privasi | Hak Cipta | Aksesibilitas Kebijakan Pengguna Selamat datang di website Value Institute. Dengan mengakses dan menggunakan situs web ini, Anda setuju untuk mematuhi ketentuan dan kondisi berikut. Harap baca kebijakan ini dengan saksama sebelum menggunakan situs web kami. 1. Penggunaan Situs Web 1.1. Anda setuju untuk menggunakan situs ini hanya untuk tujuan yang sah dan tidak melanggar hukum yang berlaku atau ketentuan penggunaan ini. 1.2. Anda tidak diperkenankan menggunakan situs ini dengan cara yang dapat merusak, menonaktifkan, membebani, atau mengganggu situs atau server kami, atau mengganggu penggunaan dan kenikmatan pihak lain atas situs ini. 2. […] - [home new](https://valuesinstitute.id/): Search Artikel Ilmiah Pojok Reflektif Esei Pendek Book Store Book Reviews - [Wishlist](https://valuesinstitute.id/wishlist/) - [My Orders](https://valuesinstitute.id/my-orders/) - [Store List](https://valuesinstitute.id/store-listing/) - [Dashboard](https://valuesinstitute.id/dashboard/) - [My account](https://valuesinstitute.id/my-account/) - [Checkout](https://valuesinstitute.id/checkout/) - [Cart](https://valuesinstitute.id/cart/) - [Shop](https://valuesinstitute.id/shop/) - [Sample Page](https://valuesinstitute.id/sample-page/): This is an example page. It’s different from a blog post because it will stay in one place and will show up in your site navigation (in most themes). Most people start with an About page that introduces them to potential site visitors. It might say something like this: Hi there! I’m a bike messenger by day, aspiring actor by night, and this is my website. I live in Los Angeles, have a great dog named Jack, and I like piña coladas. (And gettin’ caught in the rain.) …or something like this: The XYZ Doohickey Company was founded in 1971, […] - [Product Author](https://valuesinstitute.id/product-author/): Alec Hansen 0 Published Book Alyce Kris 1 Published Book Glenna Berge 1 Published Book Norene Mayert 0 Published Book Sabela Hupter 2 Published Book Seamus Rosenbaum 0 Published Book - [Compare](https://valuesinstitute.id/compare/) - [Store List](https://valuesinstitute.id/store-list/) - [Contact](https://valuesinstitute.id/contact/): Alamat: Komplek Vijayakusuma Blok C2 No. 13 Cipadung, Cibiru, Bandung, Jawa Barat 40614 Kontak Person: +62 811-2122-884 Email: valuesinstitutepublisher@gmail.com - [Order Tracking](https://valuesinstitute.id/order-tracking/) - [Faq](https://valuesinstitute.id/faq/): Frequently Asked Questions. 01. The order When do I receive my order? When placing the order, a day of shipment is indicated. After the order has been placed, the same delivery time will also be stated on the order confirmation. It is therefore never possible that during the order, the shipping day on the website, is different than on the order confirmation. I now see the longer delivery time of (a part of) my order. How can I cancel it?If the order has a longer delivery time than you had previously seen, it is of course possible to cancel (a […] - [Home 1](https://valuesinstitute.id/home-clean/): NewRealease Shop now Pre OrderNow Shop now TopRated Shop now BUKU TERLARIS -14% Add to wishlist Baca selengkapnyaQuick View Ilmu Pengetahuan Alam: Energi dan Perubahannya Rp35.000 Harga aslinya adalah: Rp35.000.Rp30.000Harga saat ini adalah: Rp30.000. -10% Add to wishlist Baca selengkapnyaQuick View Maqala Fi Al-Jabr Wa Al-Muqabalah: Ilmu Aljabar dan Persamaan Rp50.000 Harga aslinya adalah: Rp50.000.Rp45.000Harga saat ini adalah: Rp45.000. Our Services > Bimbingan Penulisan dan Publikasi Karya Ilmiah Hubungi Kami > Bimbingan Riset Ilmiah  Hubungi Kami > Bimbingan Akreditasi Lembaga Pendidikan Hubungi Kami BUKU TERBARU -19% Add to wishlist Baca selengkapnyaQuick View Peluang dan Tantangan Manajemen Pendidikan di Era Revolusi […] - [My Orders](https://valuesinstitute.id/my-orders-2/) - [Dashboard](https://valuesinstitute.id/dashboard-2/) - [About Us](https://valuesinstitute.id/about-us/): Values Institute adalah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, pengajaran, dan berbagai kegiatan sosial-akademik serta kerja-kerja kebudayaan dalam kerangka yang luas. Values Institute didirikan sebagai respon atas kebutuhan untuk pengembangan kompetensi akademik, terutama keterampilan penulisan dan publikasi berbagai jenis karya tulis ilmiah, keterampilan kajian literatur, keterampilan riset ilmiah, dan keterampilan-keterampilan lain dalam bidang akademik secara keseluruhan. Hubungi Kami Tim Kami Bunyamin Faisal M. Dede Rodliyana R. Arken Budiman Eko Wibowo Fakhri Afif Alif Jabal Kurdi Syihabul Furqon Mu’min Saeful Anwar Arip Budiman Dzarin - [My Account](https://valuesinstitute.id/my-account-2/) - [Checkout](https://valuesinstitute.id/checkout-2/) - [Cart](https://valuesinstitute.id/cart-2/) - [Shop](https://valuesinstitute.id/shop-2/) - [Wishlist](https://valuesinstitute.id/wishlist-2/) ## Products - [Cahaya dari Pendopo: Transformasi Zakat Pegawai untuk Banten Berdaya (2021-2025)](https://valuesinstitute.id/product/cahaya-dari-pendopo-transformasi-zakat-pegawai-untuk-banten-berdaya-2021-2025/): Penulis                     : TB. A. Faisal Abbas & Massaputro Delly TP Editor                       : Wanda Anggara Layout                      : Ghif Cover                        : Ghif lviii+ 108 hlm.: 14.8 x 21 cm   ©Copyright 2026 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2026 - [KAMUS ISLAM: ARAB – INGGRIS – INDONESIA](https://valuesinstitute.id/product/kamus-islam-arab-inggris-indonesia/): 21 x 29 cm 176 hlm Penulis : Ahmad Izzan Penyelia :M. Rachmatullah Arken Buku “Kamus Islam: Arab – Inggris – Indonesia” merupakan sebuah karya leksikografi komprehensif yang dirancang untuk menjembatani kebutuhan akademik akan presisi terminologis dalam khazanah intelektual Islam. Disusun secara sistematis mulai dari huruf Alif hingga Ya, kamus ini menghimpun berbagai istilah krusial yang mencakup spektrum luas, mulai dari studi Al-Qur’an dan Hadis, teologi (Asmaul Husna), hukum Islam (Fikih), hingga terminologi kontemporer dalam Ekonomi Syariah. Dengan menyediakan padanan kata yang akurat dalam tiga bahasa, karya ini menjadi instrumen navigasi intelektual yang otoritatif bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk […] - [Menjadi SMK Berkeunggulan: Akselerasi, Inovasi dan Implementasi Praktis](https://valuesinstitute.id/product/menjadi-smk-berkeunggulan-akselerasi-inovasi-dan-implementasi-praktis/): xvi + 316 hlm, 18, 2 x 25, 7 cm Buku yang ada ditangan Anda, dirancang untuk bisa mendampingi para arsitek dan praktisi pendidikan SMK untuk memastikan lulusan SMK Zero Pengangguran, melalui perubahan mindset kepemimpinan kepala sekolah, perubahan kultur guru dan perbaikan budaya belajar siswa. Buku ini menjawab kebutuhan Anda untuk “Menjadi Sekolah Merdeka: SMK Berkeunggulan menuju Mandiri Berbagi”. [...] - [Maafkan Kami, Nak! Memutus Rantai Trauma Antargenerasi](https://valuesinstitute.id/product/maafkan-kami-nak-memutus-rantai-trauma-antargenerasi/): Adi Kurnia Editor : M. Rachmatullah Arken x + 258 hlm: 14,8 cm x 21 cm. Buku ini lahir dari sebuah kegelisahan, sekaligus sebuah pengakuan dosa. Terkadang, atas nama "cinta" dan "kedisiplinan", tanpa sadar kita mewariskan rantai kekerasan yang sama yang pernah kita terima, dulu. Kita sering lupa bahwa di balik tangis atau perilaku sulit seorang anak, ada pesan yang gagal kita tangkap karena kita terlalu sibuk dengan ego dan nalar orang dewasa. "Maafkan Kami, Nak!" bukanlah buku yang ditulis dari menara gading teori-teori parenting yang sempurna. Buku ini adalah sebuah undangan untuk berhenti sejenak. - [Ingatan-Ingatan Yang Terserak: Peran Mahasiswa di Bandung Dalam Mendorong Pembentukan Provinsi Banten](https://valuesinstitute.id/product/ingatan-ingatan-yang-terserak-peran-mahasiswa-di-bandung-dalam-mendorong-pembentukan-provinsi-banten/): Penulis                     : Fikri Afriansyina Editor                       : Evi Syaefudin Layout                      : Ghif Cover                        : Ghif   xviii + 192 hlm: 14,8 cm x 21 cm   ©Copyright 2025 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2025 - [Manusia, Martabat, dan Haknya: Pandangan Islam atas Universalitas HAM](https://valuesinstitute.id/product/manusia-martabat-dan-haknya-pandangan-islam-atas-universalitas-ham/): Penulis                     : Badri Khaeruman Editor                       : M. Rachmatullah Arken Layout                      : Rindi Syamsu Cover                        : Yulia Rahayu   viii + 152 hlm: 18,2 cm x 25,7 cm   ©Copyright 2025 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2025 - [Manajemen Sumber Daya Manusia](https://valuesinstitute.id/product/manajemen-sumber-daya-manusia/): Penulis                     : Yusniar Lubis, Syaifuddin, Fajar Rezeki Ananda Lubis Editor                       : Lilis Sulastri Layout                      : Values Institute Creative Team     ix + 248 hlm: 18,2 cm x 25,7 cm   ©Copyright 2025 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2025 - [Pendidikan Karakter Moral Islami](https://valuesinstitute.id/product/pendidikan-karakter-moral-islami/): Penulis                     : Dr. Mursidin, M.Pd. Editor                       : M. Rachmatullah Arken Layout                      : Values Institute Creative Team     xi + 260 hlm: 18,2 cm x 25,7 cm   ©Copyright 2025 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2025 - [Buying Opportunity of a Lifetime: Covid & Inflation](https://valuesinstitute.id/product/buying-opportunity-of-a-lifetime-covid-inflation/): Penulis                     : Joeliardi Sunendar Editor                       : Toto Kopiholic & Tim Sahamku Layout                      : M. Abdurrahman Harits     viii + 239 hlm, 18,2 x 25,7 cm   ©Copyright 2025 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2025 - [Kategorisasi Ilmu Tafsir](https://valuesinstitute.id/product/kategorisasi-ilmu-tafsir/): Penulis                     : Prof. Dr. KH. Badruzzaman M. Yunus, MA Editor                       : M. Rachmatullah Arken Layout                      : Rindi Syamsu     xxvi + 132 hlm: 18,2 cm x 25,7 cm   ©Copyright 2025 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2025 - [Sabab Nuzul](https://valuesinstitute.id/product/sabab-nuzul/): Penulis                     : Ahmad Izzan, Ai Syaripah Editor                       : M. Rachmatullah Arken Layout                      : Rindi Syamsu     viii + 202 hlm: 18,2 cm x 25,7 cm   ©Copyright 2025 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2025 - [Qawa'id Tafsir: Ikhtisar Kaidah-Kaidah Tafsir](https://valuesinstitute.id/product/qawaid-tafsir-ikhtisar-kaidah-kaidah-tafsir/): Penulis                     : Ahmad Izzan Editor                       : M. Rachmatullah Arken Layout                      : Rindi Syamsu     viii + 115 hlm: 18,2 cm x 25,7 cm   ©Copyright 2025 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2025 - [Epistemologi Tafsir: Memahami Tafsir Melalui Skema](https://valuesinstitute.id/product/epistemologi-tafsir/): Penulis                     : Ahmad Izzan Editor                       : M. Rachmatullah Arken Layout                      : Rindi Syamsu     viii + 102 hlm: 18,2 cm x 25,7 cm   ©Copyright 2025 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2025 - [Manajemen Supervisi Jurus Jitu Kepala Sekolah Dalam Mengubah Guru Biasa Jadi Luar Biasa](https://valuesinstitute.id/product/manajemen-supervisi-jurus-jitu-kepala-sekolah-dalam-mengubah-guru-biasa-jadi-luar-biasa/): Penulis                     : Dr. Evi Faozia, M.M.Pd. Editor                       : Syaeful Anwar Layout                      : Syihabul Furqon Desain Cover          : Mu'min   xx + 265 hlm: 14,8 cm x 21 cm   ©Copyright 2025 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2025 - [Ilmu Tabligh](https://valuesinstitute.id/product/ilmu-tabligh/): Penulis                     : Dr. H. Aang Ridwan, M.Ag., CICS Editor                       : M. Rachmatullah Arken Layout                      : Rindi Syamsu Desain Cover          : Yulia Rahayu   xii + 258 hlm: 18,2 cm x 25,7 cm   ©Copyright 2025 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2025 - [Manajemen Perbankan Syariah](https://valuesinstitute.id/product/manajemen-perbankan-syariah/): Penulis                     : Prof Dr. Hj. Lilis Sulastri, MM. Editor                       : M. Rachmatullah Arken Layout                      : Rindi Syamsu Desain Cover          : Yulia Rahayu   ix + 331 hlm: 18,2 cm x 25,7 cm   ©Copyright 2025 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2025 - [Manajemen Talenta Di Era Digital](https://valuesinstitute.id/product/manajemen-talenta-di-era-digital/): Penulis                     : Fajar Rezeki Ananda Lubis Editor                      : M. Rachmatullah Arken Layout                     : Rindi Syamsu Desain Cover         : Yulia Rahayu x + 186 hlm: 18,2 cm x 25,7 cm   ©Copyright 2025 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2025 - [Pengantar Manajemen Bisnis: Konsep, Fungsi, dan Penerapan Manajemen Untuk Bisnis](https://valuesinstitute.id/product/pengantar-manajemen-bisnis-konsep-fungsi-dan-penerapan-manajemen-untuk-bisnis/): Penulis                     : Dr. Heny Hendrayati, S.IP., MM Layout                      : Rindi Syamsu Design Cover          : Eka Susilawati, S.Pd., Gr xvi + 316 hlm, 18,2 x 25,7 cm ©Copyright 2024 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2024 - [Dijemput Takdir Sukses: Akselerasi DNA Kekayaan Tak Terbatas](https://valuesinstitute.id/product/dijemput-takdir-sukses-akselerasi-dna-kekayaan-tak-terbatas/): Penulis                     : Dr. Mursidin, M.Pd. Editor                       : M. Rachmatullah Arken x + 89 hlm, 14,8 x 21 cm ©Copyright 2024 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2024 - [Kaleidoskop Kepemimpinan Sekolah: Transformasi dan Inovasi Kepemimpinan SMPN 1 Talango](https://valuesinstitute.id/product/kaleidoskop-kepemimpinan-sekolah/): Penulis                     : Fathorrahman Editor                       : Dr. Salamet, M.Ag. viii + 120 hlm, 14,8 x 21 cm ©Copyright 2024 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2024 - [Mengajar Tanpa Batas: Eksperimen Sains di Sekolah](https://valuesinstitute.id/product/mengajar-tanpa-batas-eksperimen-sains-di-sekolah/): Penulis                     : Sri Sumrati Editor                       : Dr. Salamet, M.Ag. viii + 82 hlm, 14,8 x 21 cm ©Copyright 2024 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2024 - [S.id: Inovasi Digital Dalam Dunia Pendidikan](https://valuesinstitute.id/product/s-id-inovasi-digital-dalam-dunia-pendidikan/): Penulis                     : Nur Agustin Editor                       : M. Rachmatullah Arken xii + 88 hlm, 14,8 x 21 cm ©Copyright 2024 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2024 - [Menjadi Indah Dengan Sampah](https://valuesinstitute.id/product/menjadi-indah-dengan-sampah/): Penulis                     : Enny Lailatul Mahmudah Editor                       : Dr. Salamet, M.Ag. viii + 70 hlm, 14,8 x 21 cm ©Copyright 2024 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2024 - [Rumah Kedua: Sekolah Nyaman Tanpa Perundungan](https://valuesinstitute.id/product/rumah-kedua-sekolah-nyaman-tanpa-perundungan/): Penulis                     : Indah Wulandari Editor                       : Dr. Salamet, M.Ag x + 70 hlm, 14,8 x 21 cm ©Copyright 2024 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2024 - [Beyond Paper, Dari Kertas Ke Layar: Penerapan LiveWorksheets Dalam Pembelajaran Di Era Digital](https://valuesinstitute.id/product/beyond-paper-dari-kertas-ke-layar/): Penulis                     : Ummi Kalsum Editor                       : Dr. Salamet, M.Ag. viii + 82 hlm, 14,8 x 21 cm ©Copyright 2024 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2024 - [Harmoni Alam Sekolahku: Menuju Sekolah Ramah Lingkungan](https://valuesinstitute.id/product/harmoni-alam-sekolahku/): Penulis                     : Sri Dewi Ratnawati Editor                       : Dr. Salamet, M.Ag. x + 78 hlm, 14,8 x 21 cm ©Copyright 2024 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2024 - [Beraksi Dalam P5](https://valuesinstitute.id/product/beraksi-dalam-p5/): Penulis                     : Yustika Susyandiana Editor                       : Salamet Wahedi, M.A. x + 130 hlm, 14,8 x 21 cm ©Copyright 2024 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2024 - [Matematika Seru: Jelajahi Konsep Lewat Soal-Soal AKM](https://valuesinstitute.id/product/matematika-seru/): Penulis                     : Anik Mahfud Editor                       : Salamet Wahedi, M.A. viii + 70 hlm, 14,8 x 21 cm ©Copyright 2024 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2024 - [Inovasi Pembelajaran Berdiferensiasi: Kunci Sukses Meraih Prestasi](https://valuesinstitute.id/product/inovasi-pembelajaran-berdiferensiasi/): Penulis                     : Mohammad Amirul Mu'minin Editor                       : Salamet Wahedi, M.A. x + 76 hlm, 14,8 x 21 cm ©Copyright 2024 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2024 - [Dunia Bermain, Dunia Belajar: 30 Ide Games Pembelajaran Menggunakan Media Sederhana](https://valuesinstitute.id/product/dunia-bermain-dunia-belajar/): Penulis                     : Yuli Puji Astutik Editor                       : Salamet Wahedi, M.A. x + 106 hlm, 14,8 x 21 cm ©Copyright 2024 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2024 - [Mendidik Dengan Kata: Strategi Guru Menumbuhkan Pembaca Sejati](https://valuesinstitute.id/product/mendidik-dengan-kata/): Penulis                     : Andriyani Rahayu Editor                       : M. Rachmatullah Arken x + 108 hlm, 14,8 x 21 cm ©Copyright 2024 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2024 - [Bounding Attachment: Rahasia Membangun Generasi Kreatif dan Empatik](https://valuesinstitute.id/product/bounding-attachment-rahasia-membangun-generasi-kreatif-dan-empatik/): Penulis                     : Azizatul Karimah Editor                       : Dr. M. Ridwan, M.Pd viii + 76 hlm, 14,8 x 21 cm ©Copyright 2024 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2024 - [Melejitkan Bakat Siswa Dalam Menulis Cerpen](https://valuesinstitute.id/product/melejitkan-bakat-siswa-dalam-menulis-cerpen/): Penulis                     : Rabiatul Adawiyah Editor                       : Dr. M. Ridwan, M.Pd xii + 74 hlm, 14,8 x 21 cm ©Copyright 2024 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2024 - [The Soul Of Coach](https://valuesinstitute.id/product/the-soul-of-coach/): Penulis                     : Amilia Rahma Sania Editor                       : Dr. M. Ridwan, M.Pd. viii + 164 hlm, 14,8 x 21 cm ©Copyright 2024 Yayasan Values Institute Cetakan pertama, 2024   - [At Seni Rupa-Keramik & Wayang Museum: A Collection of Stories, Travel Writing, and Essays](https://valuesinstitute.id/product/at-seni-rupa-keramik-wayang-museum-a-collection-of-stories-travel-writing-and-essays/): Penulis: Ahmad Fauzi Aidelwaiss Ulfatul Kamilah Amanda Sintyaningrum Annisa Fitri Arsyi Azwar Ibadurrahman, d.k.k Editor: Wanda Anggara Layout: Ghif Cover: Ghif   Cetakan pertama, 2024 - [At Seni Rupa-Keramik & Wayang Museum: An Anthology of Poems](https://valuesinstitute.id/product/at-seni-rupa-keramik-wayang-museum-an-anthology-of-poems/): Penulis: Abdullah Ginanjar Adinda Ayu Rinandasari Adira Maesya Sabila Afifah Widia Anggraini Akhdanil Ghifari, d.k.k Editor: Wanda Anggara Cover & Layout: Ghif   Cetakan pertama, 2024 - [Epistemologi Perennialis: Pandangan Seyyed Hossein Nasr](https://valuesinstitute.id/product/epistemologi-perennialis-pandangan-seyyed-hossein-nasr/): Penulis                     : Dr. Munir, M.A. Editor                       : M. Rachmatullah Arken   Cetakan pertama, 2024 - [Why There Is Evil In The World? Mulla Sadra’s Theodicy](https://valuesinstitute.id/product/why-there-is-evil-in-the-world-mulla-sadras-theodicy/): Penulis                     : Dr. Munir, M.A. Editor                       : M. Rachmatullah Arken   Cetakan pertama, 2024 - [Filsafat Pendidikan Islam: Membangun Konstruks Epistemologis Pendidikan Islam](https://valuesinstitute.id/product/filsafat-pendidikan-islam-membangun-konstruks-epistemologis-pendidikan-islam/): Penulis                     : Masmuni Mahatma Editor                       : M. Rachmatullah Arken   Cetakan pertama, 2024 - [Evaluasi dan Pengukuran Kinerja Lembaga Pendidikan Agama Islam](https://valuesinstitute.id/product/evaluasi-dan-pengukuran-kinerja-lembaga-pendidikan-agama-islam/): Penulis Dr.  Ahmad Sukandar, M.M.Pd Prof. Dr. Iim Wasliman, M.Si., M.Pd Jaeni Marjuki. M.Ag Muhamad Darmawan, M.Pd Fahril Husaeni, M.Ag Editor Saeful Anwar Desain Sampul Mu’min Tata Letak Syihabul Furqon   Cetakan pertama, 2024 - [Kepemimpinan dalam Pendidikan Agama Islam](https://valuesinstitute.id/product/kepemimpinan-dalam-pendidikan-agama-islam/): Penulis Dr. Ahmad Sukandar, M.M.Pd Prof. Dr. Iim Wasliman, M.Si., M.Pd Arif Husni Mubarok, S.HI., M.Pd Hari Alih Hansyah, S.Pd., M.Pd Drs. Suhud, M.Pd Editor Saeful Anwar Desain Sampul Mu’min Tata Letak Syihabul Furqon   Cetakan pertama, 2024 - [Pendidikan Karakter: Tantangan Dalam Pendidikan Islam](https://valuesinstitute.id/product/pendidikan-karakter-tantangan-dalam-pendidikan-islam/): Penulis Prof. Dr. Endang Komara, M.Si., M.Pd Dr. Hoerul Umam, M.M., M.Si Nanang Kosim Rohmana, S.I.Kom., M.M., M.Pd Arif Husni Mubarok, S.HI., M.Pd Hari Alih Hansyah, S.Pd., M.Pd Lina Zakiah, M.Pd Nurhayatin, M.Pd Drs. Suhud, M.Pd Muhamad Darmawan Abdul. A, M.Pd Gawi Yulianti, S.Pd.I, M.M Editor Saeful Anwar Desain Sampul Mu’min Tata Letak Syihabul Furqon   Cetakan pertama, 2024 - [Metodologi Tafsir Modern dan Kontemporer](https://valuesinstitute.id/product/metodologi-tafsir-modern-dan-kontemporer/): Penulis                     : Solehudin Editor                       : M. Rahmatullah Arken   Cetakan pertama, 2024 - [Pendidikan Karakter: Membangun Generasi Berkarakter](https://valuesinstitute.id/product/pendidikan-karakter-membangun-generasi-berkarakter/): Penulis                     : Mursidin Editor                       : M. Rahmatullah Arken   Cetakan pertama, 2024 - [Monograf: Jalur Periwayatan Emas (Silsilah Dzahab) dalam Kajian Hadis](https://valuesinstitute.id/product/monograf-jalur-periwayatan-emas-silsilah-dzahab-dalam-kajian-hadis/): Penulis                     : M. Dede Rodliyana Editor                       : M. Rahmatullah Arken   Cetakan pertama, 2024 - [Monograf: Sanad A'li dan Nazil Dalam Kajian Hadis](https://valuesinstitute.id/product/monograf-sanad-ali-dan-nazil-dalam-kajian-hadis/): Penulis                     : M. Dede Rodliyana Editor                       : M. Rahmatullah Arken   Cetakan pertama, 2024 - [Keser Bojong: Kreativitas Musikal, Identitas dan Wacana Budaya](https://valuesinstitute.id/product/keser-bojong-kreativitas-musikal-identitas-dan-wacana-budaya/): Penulis                     : Ismet Ruchimat Editor                       : M. Rachmatullah Arken   Cetakan pertama, 2024 - [Perencanaan Sumber Daya Manusia Strategik](https://valuesinstitute.id/product/perencanaan-sumber-daya-manusia-strategik/): Penulis                     : Ade Solahudin Editor                       : M. Rachmatullah Arken   Cetakan pertama, 2024 - [Mabda' Ushul Fiqh: Reformulasi Hak Allah dan Hak Hamba Dalam Hukum Islam](https://valuesinstitute.id/product/mabda-ushul-fiqh-reformulasi-hak-allah-dan-hak-hamba-dalam-hukum-islam/): Penulis                     : Dadang Syarifudin Editor                       : M. Rachmatullah Arken   Cetakan pertama, 2024 - [Reformulasi Maqashid Syari'ah: Untuk Pengembangan Hukum Islam](https://valuesinstitute.id/product/reformulasi-maqashid-syariah-untuk-pengembangan-hukum-islam/): Penulis                     : Dadang Syarifudin Editor                       : M. Rachmatullah Arken   Cetakan pertama, 2024 - [Diskursus Tafsir Feminis Dalam Islam](https://valuesinstitute.id/product/diskursus-tafsir-feminis-dalam-islam/): Penulis                     : Eni Zulaiha Editor                       : M. Rachmatullah Arken   Cetakan pertama, 2024 - [Subjek Heurmeunetis Dalam Pemikiran Hans-Georg Gadamer](https://valuesinstitute.id/product/subjek-heurmeunetis-dalam-pemikiran-hans-georg-gadamer/): Penulis                     : R. Yuli Ahmad Hambali Editor                       : M. Rahmatullah Arken   Cetakan pertama, 2024 - [Jawa Pegon dan Tradisi Keilmuan Kitab Kuning](https://valuesinstitute.id/product/jawa-pegon-dan-tradisi-keilmuan-kitab-kuning/): Penulis                     : Abdul Hanan Editor                       : M. Rahmatullah Arken   Cetakan pertama, 2023 - [Ilmu Hadis Praktis](https://valuesinstitute.id/product/ilmu-hadis-praktis/): Penulis                     : M. Dede Rodliyana Editor                       : M. Rahmatullah Arken   Cetakan pertama, 2023 - [Ilmu Al-Jarh Wa Al-Ta’dīl](https://valuesinstitute.id/product/ilmu-al-jarh-wa-al-tadil-2/): Penulis                     : M. Dede Rodliyana Editor                       : M. Rahmatullah Arken   Cetakan pertama, 2023 - [Sakaeng: Dokumentasi Tradisi Lisan di Kabupaten Kepulauan Sangihe](https://valuesinstitute.id/product/sakaeng-dokumentasi-tradisi-lisan-di-kabupaten-kepulauan-sangihe/): Penyusun : Sunandar Macpal, S,Pd.I, M.A, Mardiansyah Nugraha, S.Pd., M.A Penyunting : Isep Bayu Arisnadi, S.S Ilustrator : Dimas Bagus Bramantio, S.S, Kiki Rizki Amelia Sampul : Dimas Bagus Bramantio, S.S ISBN :   Cetakan I, Oktober 2023 - [Metodologi Penyusunan Hadis Al-Nasâî: Menguji Kesahihan Hadis dalam Sunan Al-Nasâî](https://valuesinstitute.id/product/metodologi-penyusunan-hadis-al-nasai-menguji-kesahihan-hadis-dalam-sunan-al-nasai/): Penulis                     : M. Dede Rodliyana Editor                       : M. Rahmatullah Arken Seting & layout       : Mu’min   Cetakan pertama, 2023 - [Neurosains Dalam Pendidikan: Penerapan Neurosains dalam Pembelajaran Anak](https://valuesinstitute.id/product/neurosains-dalam-pendidikan-penerapan-neurosains-dalam-pembelajaran-anak/): Penulis : Dr. Aeni Latifah, M. Pd. | Dr. Dadang Sahroni, M. Pd. Penerbit : Values Institute ISBN : Cetakan pertama, 2023 - [Catatan Oentoek Ibnu Al Sophia](https://valuesinstitute.id/product/catatan-oentoek-ibnu-al-sophia/): Penulis : Didi Supriadi, S.Pd.I. Editor : Dr. Radea A. Hambali, M.Hum. Tata Letak/Desain: Susi Astria, Siti Yuli Aulia Pratiwi Penerbit : Yayasan Values Institute ISBN : Cetakan Pertama, 2023 - [Manajemen Pembelajaran](https://valuesinstitute.id/product/manajemen-pembelajaran/): Penulis : Dr. Abdul Kodir, M.Ag. Penerbit : Values Institute ISBN : Cetakan pertama, 2023 - [Metodologi Tafsir](https://valuesinstitute.id/product/metodologi-tafsir/): Penulis : Prof. Dr. H. Badruzzaman M Yunus, M.A. dan Dr. Eni Zulaiha, M.Ag. Editor : Syaiful Anwar Desain Sampul : Muhamad Ghifari Muharam Desain Isi : Muhamad Ghifari Muharam Penerbit : Yayasan Values Institute ISBN : Cetakan Pertama, 2023 - [Metodologi Penelitian Tafsir](https://valuesinstitute.id/product/metodologi-penelitian-tafsir/): Penulis : Dr. Eni Zulaiha, M.Ag. Editor : Syaiful Anwar Desain Sampul : Muhamad Ghifari Muharam Desain Isi : Muhamad Ghifari Muharam Penerbit : Yayasan Values Institute ISBN : Cetakan Pertama, 2023 vii + 169 hlm: 18,2 x 25,7 cm - [Ilmu Al-Jarh wa Al-Ta'dil](https://valuesinstitute.id/product/ilmu-al-jarh-wa-al-tadil/) - [Ilmu Hadits Praktis](https://valuesinstitute.id/product/ilmu-hadits-praktis/) - [Peluang dan Tantangan Manajemen Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0](https://valuesinstitute.id/product/peluang-dan-tantangan-manajemen-pendidikan-di-era-revolusi-industri-4-0-dan-society-5-0/): Penyunting: Muhammad Habaib Editor: Ika Kartika Abbas Fauzi | Agus Mulyanto | Muhammad Habaib | Romdah Romansyah | Iwan Asmadi Penulis: Muhammad Habaib | Romdah Romansyah | Iwan Asmadi | Arman Tirtajaya | Aa Aman Abdur Rahman M Ilyas | Mahmud Farid | Revita Yanuarsari| Ella Dewi Latifah | Lisnawati | Arum Maslachah | Sobari | Sari Rahayu | Cucu Suwandana | Ike Kurniati | Deden | Yuliana Penerbit: Values Institute ISBN : Cetakan Pertama, 2023 x+207 hlm, 15x24 cm - [Teologi Islam Modern](https://valuesinstitute.id/product/teologi-islam-modern/): Isi deskripsi singkat buku, misalnya Penulis: XXXXXXXXXXXXX Jumlah Hlm: XXXXXXXXXXX Penerbit: XXXXXXXXXX ISBN: XXXXXXXXXXXX   - [IC-CALL](https://valuesinstitute.id/product/ic-call/): Penulis: Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry No ISBN: XXXXXXX-XXX-XXXX Jumlah Hlm: XXX - [Darmakelana di Tatar Pasundan](https://valuesinstitute.id/product/darmakelana-di-tatar-pasundan/): Penulis: Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry No ISBN: XXXXXXX-XXX-XXXX Jumlah Hlm: XXX - [Ilmu Pengetahuan Alam: Energi dan Perubahannya](https://valuesinstitute.id/product/ilmu-pengetahuan-alam-energi-dan-perubahannya/): Penulis: Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry No ISBN: XXXXXXX-XXX-XXXX Jumlah Hlm: XXX - [Constellation](https://valuesinstitute.id/product/constellation/): Penulis: Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry No ISBN: XXXXXXX-XXX-XXXX Jumlah Hlm: XXX - [Imaji & Kata Hati](https://valuesinstitute.id/product/imaji-kata-hati/): Penulis: Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry No ISBN: XXXXXXX-XXX-XXXX Jumlah Hlm: XXX - [Maqala Fi Al-Jabr Wa Al-Muqabalah: Ilmu Aljabar dan Persamaan](https://valuesinstitute.id/product/maqala-fi-al-jabr-wa-al-muqabalah-ilmu-aljabar-dan-persamaan/): Penulis: Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry No ISBN: XXXXXXX-XXX-XXXX Jumlah Hlm: XXX - [Pistanthro Phobia](https://valuesinstitute.id/product/pistanthro-phobia/): Penulis: Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry No ISBN: XXXXXXX-XXX-XXXX Jumlah Hlm: XXX - [Kita dan Kota, Antologi Puisi dan Cerpen](https://valuesinstitute.id/product/kita-dan-kota-antologi-puisi-dan-cerpen/): Penulis: Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry No ISBN: XXXXXXX-XXX-XXXX Jumlah Hlm: XXX [comment]: # (Generated by Hostinger Tools Plugin)